Di Balik Mitos dan Pantangan Olahraga saat Haid | Breaktime
Di Balik Mitos dan Pantangan Olahraga saat Haid
04.12.2017

Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami setiap wanita mulai masa remaja hingga sebelum menopause. Selain terjadinya peluruhan dinding rahim berupa keluarnya darah lewat vagina, tubuh wanita selama masa menstruasi juga akan mengalami berbagai gejala ketidaknyamanan seperti nyeri perut, pusing, mual, lemas, hingga fluktuasi suasana hati dan rasa enggan untuk beraktivitas. Gejala ketidaknyamanan fisik tersebut kian diperparah dengan beragam mitos yang silang-sengkarut mengenai aktivitas fisik yang tabu dilakukan wanita selama masa menstruasi.

Indonesia merupakan salah satu negara yang kental dengan mitos bahwa melakukan aktivitas fisik maupun olahraga pada saat haid dapat menimbulkan nyeri tak berkesudahan. Faktanya, tahukah B’timers bahwa olahraga pada saat datang bulan justru dianjurkan karena dapat meredakan sensasi sakit akibat haid karena membantu mengeluarkan hormon beta-endorfin untuk mengurangi rasa sakit pada tubuh wanita? Berbagai penelitian ilmiah telah menemukan bahwa terdapat korelasi antara kadar aktivitas fisik dengan berkurangnya gejala pra-menstruasi, kram haid, dan gejala fisik yang mengganggu lainnya.

Sama halnya dengan pada saat tidak menstruasi sekalipun, olahraga pada saat haid sesungguhnya boleh saja dilakukan asal disesuaikan dengan porsi fisik setiap individu. Lakukan porsi olahraga yang tepat, aman, serta tidak membahayakan. Selalu dengarkan respon tubuh Anda dan segera berhenti olahraga begitu B’timers merasa pusing dan tidak nyaman. Beberapa jenis olahraga ringan yang dapat dilakukan saat menstruasi ialah jogging, lari ringan, bersepeda, hingga yoga. 

Di Balik Mitos dan Pantangan Olahraga saat Haid | Breaktime
Beberapa jenis olahraga dan aktivitas fisik bukanlah hal tabu untuk dilakukan wanita saat haid
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Paleo Diet: Makanan Manusia Gua Bikin Imun Turun?

Sebaliknya, olahraga tertentu yang membutuhkan tekanan dan kerja otot terlalu berat seperti lompat tali, muay thai, basket, sepak bola, angkat beban, lompat jauh, hingga lompat tinggi sangatlah tidak disarankan untuk dilakukan saat datang bulan. Jangankan masyarakat awam, para atlet wanita yang telah terbiasa dengan aktivitas fisik berat saja akan mendapatkan jatah latihan dan pertandingan olahraga sesuai dengan jadwal menstruasi. Secara umum, jenis olahraga berintensitas tinggi akan meningkatkan risiko cedera tulang, otot, hingga persendian apabila dilakukan saat menstruasi.

Pada saat wanita memasuki masa haid, terjadi pelepasan hormon yang menyebabkan ligamen otot dan persendian cenderung lebih kendor dan melunak. Dengan demikian, otot yang lembek tersebut ketika dipaksa bekerja keras dalam bentuk olahraga akan rentan cedera, terutama cedera robekan ACL (Anterior Cruciate Ligament). Artinya, olahraga selama haid sebaiknya dilakukan dalam porsi ringan dan menghindari gerakan berlebihan yang berpotensi menimbulkan cedera. Jenis olahraga yang perlu dihindari saat haid merupakan aktivitas fisik yang meliputi gerakan melompat, menjejak-jejakkan kaki, maupun memutar tubuh dengan cepat.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Wajib Tahu! 10 Tips Olahraga Bagi Penderita AIDS

Yoga tergolong jenis olahraga yang aman dilakukan pada saat menstruasi, namun ada beberapa jenis gerakan dan postur yoga yang perlu dihindari saat haid. Beberapa gerakan yoga yang membutuhkan postur tubuh terbalik seperti kepala di kaki dan kaki di kepala seperti shoulder stand, plow pose, serta headstand / sikap lilin sebaiknya dihindari untuk dilakukan pada saat haid. Pose yoga semacam itu berpotensi menekan dan memicu memicu penyumbatan pembuluh darah di rahim sehingga dapat memperbanyak volume darah yang keluar.

Selain yoga, latihan fisik di arena gym sebaiknya juga dihindari untuk dilakukan selama menstruasi. Beberapa wanita yang terbiasa berlatih di gym tidaklah terhindar dari sensasi nteri di sekujur tubuh sesudah nge-gym meski sudah melakukan serangkaian pemanasan dan tidak melakukan kesalahan gerakan atau cedera. Nyeri otot tersebut disebabkan oleh penurunan kekuatan otot wanita selama haid hingga mencapai 50%. Penurunan kekuatan otot yang dipicu oleh perubahan hormon tubuh tersebut dapat menimbulkan nyeri di area punggung, lengan, hingga kaki.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ketahui Manfaat Olahraga Saat Haid

Pola latihan gym yang salah dapat mempengaruhi siklus haid menjadi tidak teratur. Ngerinya lagi, latihan fisik di gym juga dapat mneyebabkan wanita tidak mendapatkan haid selama beberapa bulan. Gangguan yang disebut juga dengan amenorrhea tersebut disebabkan oleh latihan fisik berlebihan yang berpotensi menurunkan kadar estrogen. Level estrogen yang terlalu rendah sebaiknya ditangani dengan menunda latihan fisik sesuai hasil konsultasi ke dokter. Semoga B’timers senantiasa sehat ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE