Cegah Osteoarthritis dengan Menjaga Kebugaran | Breaktime
Cegah Osteoarthritis dengan Menjaga Kebugaran
03.11.2017

Osteoarthritis merupakan penyakit nyeri sendi yang biasa muncul pada orang lanjut usia. Meski demikian, orang dewasa maupun anak muda juga bisa terserang asteoarthritis karena penyebab medis tertentu. Nyeri sendi berupa osteoarthritis seringkali disalahartikan sebagai rematik, asam urat, maupun osteoporosis. Faktanya, osteoarthritis merupakan nyeri sendi akibat inflamasi yang ditimbulkan oleh gesekan antar tulang yang mengikis satu sama lain. Pada kondisi normal, cairan sinovial berfungsi sebagai cairan pelumas yang melindungi jaringan tulang rawan antar sendi.

Kekurangan cairan sinovial pada akhirnya akan menimbulkan kondisi osteoarthritis. Secara umum, 60 hingga 70% kasus nyeri sendi yang dialami oleh pasien berusia lanjut yakni tepatnya di atas 45 tahun diakibatkan oleh osteoarthritis. Selain osteoarthritis primer yang merupakan penyakit degeneratif yang biasa menyerang orang lanjut usia, terdapat pula osteoarthritis sekunder yang disebabkan oleh trauma tropisme alias cedera. Meski dominan terjadi pada area lutut hingga pergelangan kaki yang menopang berat tubuh, osteoarthritis juga dapat menyerang seluruh tulang rawan pada tubuh yang meliputi tulang belakang, tungkai, dan panggul.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Stay Healthy dengan Diet Golongan Darah B

Penuaan merupakan suatu hal yang lazim dihadapi oleh semua orang, demikian juga dengan osteoarthritis. Sayangnya, tak banyak yang menyadari pentingnya latihan fisik untuk memelihara sendi agar tak terkena dampak penuaan. Meski jarang mengalami kematian, kerusakan pada sendi pada akhirnya dapat membatasi gerak tubuh penderita serta berdampak negatif pada kondisi kesehatan dan kebugar selama sisa hidupnya. Sekedar olehraga tidak akan mampu menyelesaikan permasalahan dan gangguan sendi, terutama apabila olahraga dilakukan secara asal-asalan tanpa pengetahuan mengenai bagaimana melatih sendi dengan tepat. 

Cegah Osteoarthritis dengan Menjaga Kebugaran | Breaktime
Tak hanya lutut, osteoarthritis yang tidak lekas ditangani juga bisa mencegah persendian tubuh

Selain menjaga pola hidup dan asupan makanan sehat sejak belia, B’timers bisa mencegah terjadinya osteoarthritis dengan melakukan gerakan fisik untuk melatih otot-otot yang menopang sendi. Gerakan squat atau kombinasi jongkok-berdiri merupakan salah satu jenis latihan fisik yang mengasah kekuatan otot-otot terutama pada paha, pinggul, pantat, paha belakang, serta memperkuat tulang. Dengan melakukan gerakan squat, B’timers akan melibatkan banyak otot serta memicu pengeluaran hormon pertumbuhan yang cukup banyak apabila dibandingkan dengan latihan fisik lainnya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Rahasia Tubuh Bugar ala Rapper Drake

Selain squat, melakukan gerakan leg curl sejak muda juga dapat bermanfaat untuk memelihara massa otot. Latihan isolasi untuk melatih otot paha belakang atau harmstring ini dapat Anda lakukan dengan variasi antara posisi telungkup, berbaring, maupun dengan cara berdiri. Selain itu, terdapat pula latihan fisik calves raise yang merupakan gerakan untuk melatih otot betis. Untuk melakukannya, B’timers cukup berdiri dengan kaki dibuka selebar pinggul. Anda juga bisa menggunakan kursi atau bersandar pada tembok apabila membutuhkan keseimbangan. Lakukan gerakan jinjit pada ujung kaki secara perlahan sambil terus mempertahankan torso dan kaki tetap lurus. Tahan posisi Anda lalu turunkan kembali.

Tak hanya ketiga latihan fisik di atas, B’timers juga bisa melakukan gerakan dan olahraga ringan seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, hingga berenang. Meski mengandalkan kekuatan lutut, berjalan kaki merupan jenis olahraga ringan yang berisiko paling minimal bagi penderita osteoarthritis. Apabila gangguan nyeri sendi yang Anda alami belumlah terlalu parah, Anda juga bisa melakukan jogging ringan atau berlari kecil. Sama halnya dengan berlari, jogging sebaiknya dihindari oleh B’timers yang memiliki riwayat cedera lutut karena dapat meningkatkan risiko terkena arthritis lutut jangka panjang.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ini Rahasia Setiap Nutrisi Dalam Makanan Kemasan!

Selain berjalan kaki, bersepeda juga merupakan jenis olahraga ringan yang memiliki low impact terhadap lutut karena minimnya kadar stres yang diberikan pada lutut. tentunya, B’timers sebaiknya tidak bersepeda di jalanan yang mendaki maupun terlalu curam. Demikian halnya dengan sepeda statis yang sebaiknya diatur pada level kemiringan yang rendah. Renang, sebaliknya, merupakan jenis olahraga yang paling aman bagi lutut karena melepaskan tekanan pada lutut. ketika berenang, lutut tak lagi bertugas menopang berat badan meski seluruh Anda tetap bisa bergerak dan melakukan olahraga. Gerakan renang dengan tempo cepat tetaplah aman dilakukan, kecuali gerakan yang memfokuskan pada lutut seperti gaya dada.

Selain melakukan latihan fisik dan olahraga ringan yang aman bagi lutut dan persendian, B’timers sebaiknya menghindari melakukan gerakan melompat dan menekuk lutut. Posisi menginjak bumi setelah melompat akan membuat lutut Anda menopang 2 hingga 3 kali lipat berat badan Anda sehingga beban dan risiko cedera lutut bertambah. Demikian juga dengan menekuk lutut yang memberikan tekanan yang tidak semestinya pada tulang dan persendian pembentuk lutut  serta menimbulkan ketidaknyamanan pada tendon dan ligamen lutut. Semoga B’timers senantiasa memiliki tubuh bugar dan terhindar dari risiko terkena osteoarthritis ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE