Berhenti Minum Alkohol Demi Diet, Haruskah? | Breaktime
Berhenti Minum Alkohol Demi Diet, Haruskah?
28.08.2017

B’timers sedang dalam program diet? Anda mencoba menurunkan berat badan selama sekian waktu namun tanpa hasil memuaskan? Apabila Anda mencari tahu di Internet mengenai tips diet dan mendapatkan berat badan ideal, Anda akan dibanjiri oleh berbagai informasi, mulai dari yang ilmiah hingga hoax. Salah satu yang sering muncul berkaitan dengan kebiasaan minum alkohol. Banyak yang mengatakan bahwa berhenti minum dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Benarkah demikian?

Diet dan weight loss memang masih menjadi misteri yang tidak benar-benar diketahui semua orang, bahkan para pelaku diet sekalipun. Dilansir dari buzzfeed.com, BuzzFeed Health telah berbicara dengan Ben Sit, seorang pakar diet dari Ontario dan pimpinan Evolved Sport and Nutrition dan juga Albert Matheny, seorang pakar diet dari ProMix Nutrition dan co-founder Soho Strength Lab. mengenai fakta ilmiah minuman beralkohol dan pengaruhnya terhadap program diet yang sedang Anda jalani.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit dengan Cepat

Pertama, B’timers harus tahu bahwa minuman beralkohol pada dasarnya mengandung empty calories, seperti soda dan permen. Ngerinya lagi, alkohol juga dijamin mengandung sejumlah besar karbohidrat. Kecuali wine, tak ada nutrisi bermanfaat yang terkandung di dalam minuman beralkohol. Itupun Anda harus meminum sejumlah besar wine untuk mendapatkan asupan anti-oksidan dan zat gizi yang dibutuhkan. Ben Sit menambahkan bahwa bir, wine, dan mixed drinks –tergantung dari campuran apakah alkohol Anda terbuat, mulai dari sirup atau jus buah– biasanya mengandung kalori dan karbohidrat dalam jumlah besar. Artinya? Tentu saja konsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat menghambat program diet dan upaya Anda untuk menurunkan berat badan.

Bagi Anda yang melakukan exercise secara rutin, minum alkohol dapat memperlambat proses recovery sehingga Anda akan mudah lelah. Idealnya, setelah proses recovery pasca melakukan exercise, Anda akan menjadi lebih kuat dan mampu membentuk otot yang berfungsi membakar lemak. Apabila program exercise Anda disertai dengan minum alkohol, Anda tidak akan mampu menjalani recovery dalam kecepatan waktu normal.

Tak hanya cepat lelah, minum alkohol juga mengurangi kualitas tidur Anda. Selain membuat proses working out Anda tidak efektif, minum alkohol juga akan membuat Anda mudah mengantuk sehingga Anda akan malas-malasan untuk melakukan latihan fisik dan memilih untuk bersantai sambil makan saja. Tak hanya itu, rasa ngantuk yang berlebihan juga akan mengacaukan hormone pengontrol rasa lapar Anda sehingga Anda cenderung overeating dan ingin mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalori. 

Berhenti Minum Alkohol Demi Diet, Haruskah? | Breaktime
Sulit untuk berhenti minum alkohol, apalagi yang terbiasa minum sebagai social drink
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Woles, Ini Rahasia Bugar dengan Slow Run

Apakah B’timers sekarang makin mantap untuk berhenti minum alkohol sama sekali? Eits, tunggu dulu. Matheny menegaskan bahwa mendapatkan tubuh sehat dan ideal bukan berarti bahwa Anda harus berhenti bersenang-senang sama sekali. Anda tidak perlu berhenti mengkonsumsi karbohidrat sama sekali, demikian juga dengan berhenti minum alkohol. Tak ada salahnya kok Anda tetap minum alkohol asal dalam jumlah yang tetap dibatasi.

Intinya, minum alkohol sesekali tidak akan merusak program diet Anda. Ben Sit menyarankan bahwa Anda tidak menolak saat diajak minum-minum di bar oleh bos atau teman-teman kantor, misalnya, sebagai salah satu upaya untuk bersosialisasi atau bersenang-senang di akhir pekan. Tanpa kesenangan pribadi seperti minum alkohol, Anda akan merasa tertekan dengan padatnya aktivitas Anda dan program diet yang tengah Anda jalani. Apabila Anda memang menikmati minuman beralkohol, batasi konsumsi Anda hingga 2 porsi minum setiap malamnya.

Minumlah 2 porsi saja setiap harinya sehingga asupan alkohol Anda tetap pada batas wajar. Anda sebaiknya mengabaikan perdebatan mengenai minuman alkohol manakah yang lebih sehat. Liquor favorit Anda, misalnya, sebaiknya terdiri dari sesedikit mungkin cocktail dan campuran. Sebagian besar liquor memang mengandung sedikit kalori dan karbohidrat. Sayangnya nih B’timers, campurannya itu lho yang cenderung bikin gemuk! Namun ketika Anda menambahkan campuran dalam liquor dan menjadikannya cocktail, Anda telah meracuni diri Anda dengan jumlah kalori yang sama banyaknya seperti yang terkandung dalam bir.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Benarkah Alkohol Aman Tanpa Diminum? Simak Ini!

Matheny menyarankan agar Anda makan makanan sehat dan bergizi seimbang sebelum Anda melakukan sesi social drink Anda di akhir pekan. Dengan demikian, Anda tak akan tergoda untuk memesan pizza atau mengudap pada tengah malam setelah Anda minum alkohol. Jangan lakukan working out sehari setelah Anda minum alkohol. B’timers sebaiknya senantiasa mencegah timbulnya dehidrasi agar Anda tidak mengalami hungover keesokan harinya.

Kesimpulannya? Anda boleh saja menjalankan program diet dan exercise rutin asal Anda tak mengabaikan pentingnya bersenang-senang, bahkan minum alkohol dan melakukan social drink asal dalam jumlah yang sewajarnya. (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE