Benarkah Olahraga Berisiko Penyakit Jantung? | Breaktime
Benarkah Olahraga Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung?
14.11.2015

FUN FACT QUESTION

Jawaban Kamu Benar



Olahraga memang baik bagi tubuh, termasuk jantung. Namun, jika dilakukan berlebihan, olahraga juga bisa berpengaruh buruk terhadap jantung. Kesimpulan tersebut, diambil dari dua penelitian yang dilaksanakan di Jerman dan Swedia.

Penelitian di Swedia yang melibatkan lebih dari 44 ribu pria berusia 45-79 menemukan bahwa pria yang aktif maraton di usia muda, lebih mungkin membutuhkan alat pacu jantung di usia tua. Peneliti menanyai subyek penelitian mengenai pola aktivitas fisik mereka ketika berusia 15, 30, 50, dan selama setahun lalu, ketika mereka berusia 60 tahun. Tim peneliti mengamati kesehatan jantung mereka selama 12 tahun dari tahun 1997.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pria yang intensif berolahraga lebih dari jam seminggu memiliki risiko penyakit jantung 19 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang berolahraga kurang dari satu jam per minggu.

Risiko akan meningkat hingga 49 persen pada mereka uang aktif berolahraga lima jam seminggu pada usia 30 tahun, namun melakukan latihan kurang dari satu jam seminggi pada saat berusia 60 tahun. Sedangkan mereka yang bersepeda atau berjalan sepat selama satu jam sehari pada usia 60 tahun, akan menurunkan risiko hingga 13 persen dibandingkan yang tidak berolahraga sama sekali.

Benarkah Olahraga Berisiko Penyakit Jantung? | Breaktime
Olahraga berlebih menyebabkan irama jantung abnormal

Sedangkan penelitian di Jerman, melibatkan 1.000 orang berusia rata-rata 60 tahun dengan penyakit jantung koroner selama 10 tahun. para peserta merupakan orang-orang uang mengikuti program rehabilitasi jantung untuk membantu mereka menangkan serangan jantung.

Hasilnya, mereka yang sama sekali tidak aktif berolahraga memiliki risiko jantung dua kali lebih besar dibadiungkan mereka yang aktif berolahraga dua sampai empat kali seminggu dengan waktu satu jam per sesi. Sedangkan mereka yang berolahraga lebih dari empat kali seminggu atau dengan waktu lebih dari satu jam memiliki risiko penyakit jantung empat kali lebih besar.

Selain kedua penelitian tersebut, sebuah penelitian yang didanai British Heart Foundation, menemukan bahwa terjadi perubahan mikroskopis pada tikus akibat latihan berlebih. Perubahan ini akan mengganggu pulsa listrik jantung yang menyebabkan irama jantung abnormal.

Meskipun ketiga penelitian menyebutkan bahwa berolahraga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, namun para ilmuwan bersikeras bahwa olahraga adalah hal penting dan dapat memberikan manfaat bagi kardiovaskular.

Olahraga akan memberikan manfaat optimal jika dilakukan dengan cara dan durasi yang benar. Manfaat ini juga bisa hilang, bahkan merugikan tubuh jika dilakukan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang lama. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan olahraga sesuai kemampuan fisik dan hubungi dokter untuk membantu Anda menemukan olahraga yang tepat. (dfr)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BALI
GUIDE
related img
icon maps
BALI
GUIDE
related img
icon maps
BALI
GUIDE