Benarkah Kentang Dapat Cegah Resiko Kanker? | Breaktime
Benarkah Kentang Dapat Cegah Resiko Kanker?
13.02.2016

Anda suka mengonsumsi kentang sebagai pengganti nasi, B’timers? Well, kita sering menemui berbagai olahan kentang di setiap tempat makan yang kita kunjungi. Mulai dari kentang goreng, keripik kentang, kentang panggang dengan topping yang menggoda selera. Banyaknya olahan kentang tersebut semakin memudahkan mereka yang menghindari konsumsi nasi.

Mengonsumsi semua jenis buah dan sayuran telah sejak lama dikaitkan dengan penurunan resiko berbagai kondisi kesehatan. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi makanan nabati seperti kentang dapat menurunkan resiko penyakit. Bagi wanita pun, kentang dipercaya dapat menjaga kesehatan kulit dan rambut.

Beberapa bahkan percaya, kentang memiliki banyak manfaat yang sangat penting untuk kesehatan tubuh. Salah satunya kentang cegah resiko kanker. Wow, benarkah demikian, B’timers?

Kentang cegah resiko kanker

Beberapa jenis kentang, khususnya kentang merah dan cokelat muda, mengandung kadar tinggi antioksidan flavonoid dan vitamin A, seperti zeaxathin dan karoten. Zat-zat ini yang dapat melindungi tubuh dari berbagai pertumbuhan kanker.

Penelitian di bidang pertanian telah menunjukkan, bahwa kentang mengandung senyawa yang disebut quercetin. Senyawa ini terbukti memiliki kandungan anti-kanker dan anti-tumor. Dengan kadar vitamin A dan C yang sangat tinggi, serta memiliki kualitas antioksidan, memang kentang dapat mencegah resiko kanker.

Benarkah Kentang Dapat Cegah Resiko Kanker? | Breaktime
Kentang merah mengandung antioksidan tinggi

Perhatikan teknik mengolah kentang

Tapi, sayangnya kesalahan dalam mengolah kentang bisa mengakibatkan hilangnya kandungan penting dalam jenis umbi ini, B’timers. Bagaimana agar kita memperoleh hasil maksimal dari kentang ini, sebaiknya Anda perhatikan cara mengolahnya.

Hindari mengupas kentang sebelum memasaknya. Bagian kulit terluar kentang ternyata memberikan perlindungan terhadap kerusakan nutrisi selama proses memasak. Selain itu kandungan protein dan mineral di bawah kulit sangat tinggi, jadi jika Anda memasak kentang setelah mengupas, sebagian besar kandungan tersebut akan hilang. Namun Anda harus mencuci kentang hingga bersih sebelum mengolahnya, ya?

Bila Anda akan merebus kentang, tunggu hingga air mendidih dulu, B’timers, baru masukkan kentang. Ini akan mengurangi waktu memasak dan membantu Anda menjaga kandungan vitamin C dalam kentang. Nah, bagi Anda yang suka sekali dengan kentang goreng, sebaiknya mulai hindari. Karena ternyata sebanyak 75 % vitamin C akan hilang selama proses menggoreng.

Alternatif lain, Anda bisa coba menikmati kentang bakar atau kukus. Dan bagaimana dengan barbeque kentang? Ini cara lezat lain yang boleh Anda coba untuk menikmati olahan kentang tanpa menyia-nyiakan kandungan penting di dalamnya.

Benarkah Kentang Dapat Cegah Resiko Kanker? | Breaktime
Sebaiknya jangan kupas kentang sebelum diolah

Dengan cara mengolah yang benar, ternyata pernyataan kentang cegah resiko kanker memang terbukti, B’timers. Selain itu, perlu Anda perhatikan juga kondisi penyimpanan kentang di rumah, ya? (NO)

Share This Article