4 Sebab Utama Berat Badan Naik Saat Ramadhan | Breaktime
4 Sebab Utama Berat Badan Naik Saat Ramadhan
22.06.2017

Ramadhan yang berlangsung selama sebulan tidak hanya sebagai bulannya berlomba-lomba dalam meraih pahala tapi juga dijadikan sebagai bulannya untuk diet oleh sebagian orang. Kebanyakan tipe diet yang dilakukan adalah menurunkan berat badan atau menjaga tubuh tetap ideal.

Ironinya, justru pada bulan ramadhan lah godaan terbesar orang yang sedang berdiet muncul. Beragam makanan pembuka puasa dan makanan berat dijual di pasar-pasar ramadhan. Sudah naluri alami untuk tergoda dan membelinya. Akhirnya, berat badan pun naik dan diet yang dilakukan gagal. Sebelum itu semua terjadi, Anda bisa tetap menjaga berat bada Anda pada bulan Ramadhan dengan menghindari penyebab-penyebabnya.

Can’t live without sugar. Sudah jadi kebiasaan nih buat orang Indonesia berbuka puasa dengan yang manis-manis. ‘Manis’ disini adalah manis buatan seperti sirup, gula, minuman berkarbonasi, dan sebagainya. Rasanya yang segar dan memanjakan lidah menjadikannya primadona penawar dahaga setelah 12 jam berpuasa. Sebulan berpuasa, sebulan pula ‘manis’ buatan ini dikonsumsi.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Sambil Berpuasa, Jalani Cara Diet yang Sehat Ini

Padahal, B’Timers tahu kan, kalau gula murni dan juga gula yang terkandung di sirup itu bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti obesitas, diabetes. Selain itu, mengonsumsi gula yang berlebihan bisa merusak program diet Anda dan hasilnya berat badan jadi bertambah. Sedih banget, kan? FYI, ketika Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula, hormon insulin juga akan diproduksi dan menghasilkan lemak.

Semakin banyak gula yang dikonsumsi, semakin banyak pula lemak yang terbentuk sehingga berat badan Anda semakin bertambah. Jika Anda tidak ingin menambah berat badan Anda, berbuka puasa lah dengan makanan dan minuman yang mengandung rendah gula seperti air putih, sayuran, dan buah-buahan (bukan jus buah, ya).

Kurang makanan yang mengandung probiotik. Probiotik adalah mikroorganisme atau bakteri baik yang membantu proses pencernaan dan meningkatkan sistem imunitas di dalam tubuh. Selain menghindarkan dari penyakit, probiotik juga mempengaruhi berat badan. Sebuah penelitian dengan uji cobanya kepada tikus menunjukkan bahwa tikus yang mengandung probiotik yang cukup memiliki tubuh yang sehat sementara tikus yang tidak malah mengalami obesitas meskipun asupan kalorinya sama. 

4 Sebab Utama Berat Badan Naik Saat Ramadhan | Breaktime
take a walk, please!

Probiotik ada yang secara natural sudah berada di dalam tubuh, ada juga yang bisa didapatkan dari sumber makanan dan suplemen. Sumber makanan yang mengandung probiotik diantaranya sayur-sayuran, bumbu dapur, minyak kelapa, yogurt, bawang putih, dan cuka apel.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Yuk, Kecilkan Perut saat Puasa dengan Tips ini!

Kalap makan ditambah porsi banyak. Baik sahur atau pun berbuka, baiknya Anda makan dengan santai. Tidak semua makanan harus Anda makan dalam sekali waktu karena makanan-makanan tersebut tidak menjamin Anda akan kuat dan terbebas dari haus dan lapar selama berpuasa. Padahal, makan dengan porsi normal sudah bisa memberikan energi yang cukup dari sahur hingga berbuka. Pada saat berbuka, kurma dan air putih serta sup bisa membuat perut Anda kenyang tapi tidak megah. Jadi, jangan lapar mata duluan ya, B’Timers.

Malas berolahraga. 80% komposisi tubuh berasal dari makanan yang dikonsumsi dan 20% berasal dari aktivitas fisik yang dilakukan. Selama bulan Ramadha, puasa dijadikan alasan untuk mengurangi aktivitas fisik dan ujung-ujungnya membuat malas untuk bergerak. Dari malas beraktivitas ini lah yang membuat berat badan Anda bertambah. A little goes a long way.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Jangan Salah Pilih Waktu Olahraga Saat Puasa, ya?

Anda tidak perlu olahraga berat berjam-jam agar berat badan Anda stabil, cukup berjalan kaki di sekitar komplek rumah atau pada saat membeli takjil, berkebun, olahraga kardio ringan atau membersihkan rumah setiap hari sudah bisa menjaga berat badan Anda tidak naik. Intinya, melakukan aktivitas ringan dalam frekuensi yang konsisten lebih baik daripada olahraga berat tapi jarang. Lagipula, Anda tidak ingin kan tenaga Anda habis duluan padahal waktu iftar masih 5 jam lagi?

Ternyata, penyebabnya adalah kebiasaan sehari-hari yang secara tidak sadar sering dilakukan ya, B’Timers. Nah, karena sudah tahu apa saja penyebabnya, jadi, mulai sekarang ubah pola  kebiasaannya supaya berat badannya tetap terjaga dan bisa tampil ketjeh di Hari Raya Idul Fitri nanti. 



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE