4 Kesalahan Saat Nge-Gym ini Bikin Usaha Sia-Sia | Breaktime
4 Kesalahan Saat Nge-Gym yang Bikin Usaha Sia-Sia
10.12.2015

Mungkinkah bila aktivitas nge-gym Anda berakhir dengan sia-sia tanpa perubahan tubuh yang signifikan? Well, kasus ini memang bisa bikin Anda syok dan menurunkan semangat diri seketika. Oleh karena itu, ada baiknya B’timers mengenali kesalahan olahraga apa saja yang mestinya dihindari sehingga usaha Anda tak jadi sia-sia:

Hanya mengangkat beban ringan

Tertarik untuk membuat otot bisep dan trisep jadi lebih kokoh tapi pilih-pilih untuk mengangkat beban? Wah, bersiaplah kecewa, ya! Otot tubuh B’timers perlu mendapatkan tekanan lebih banyak yang membuatnya tumbuh kekar dan kuat. Angkatlah beban yang agak berat dengan intensitas latihan yang bagus.

Paling tidak, bila Anda ingin tubuh jadi lebih atletis dan sehat, pilihlah beban yang sepuluh kali lebih berat dari yang biasa Anda angkat. Bila hal ini terlalu berat, Anda bisa mencari beban yang lima kali lebih berat dari biasanya. Selanjutnya, kembangkan kemampuan Anda dengan mengangkat beban lebih berat lagi.

Olahraga sambil nonton TV

Menyelingi olahraga dengan nonton TV, membaca majalah, atau membaca newsfeed di jejaring sosial juga bisa menggagalkan misi nge-gym. Ketika sampai di tempat gym, berupayalah untuk fokus dengan aktivitas yang dilakukan. Sebab, membagi perhatian saat nge-gym akan membuat Anda kurang sungguh-sungguh dan berimbas pada bentuk tubuh yang kurang bagus.

4 Kesalahan Saat Nge-Gym ini Bikin Usaha Sia-Sia | Breaktime
Jangan menyelingi nge-gym dengan aktivitas lain

Keseringan melakukan kardio

Keseringan melakukan kardio ternyata tak memberi hasil apapun selain cedera tubuh yang bikin trauma. Sebagai contoh, pelari maraton sering mengalami cedera dan penurunan imunitas karena tingginya jumlah latihan yang dilakukan. Lama-kelamaan, otot, tulang, dan persendian akan mengalami nyeri luar biasa.

Oleh karena itu, jangan sepenuhnya percaya bahwa kardio lebih penting daripada latihan beban. Daripada kardio panjang, lebih baik B’timers melakukan dua sesi pendek interval training. Anda bisa mengombinasikan lari dengan berjalan.

Untuk pemula, Anda bisa melakukan interval training selama 30 detik, kemudian diselingi dengan istirahat 1 menit. Namun, bila Anda sudah mencapai tahap mahir, Anda bisa melakukan interval training 1 menit dan istirahat 30 detik.

Meski begitu, karena interval training tergolong berat, ada baiknya B’timers melakukannya tak lebih dari 20 menit saja, ya. Jangan khawatir, dalam waktu 20 menit tersebut Anda sudah bisa membakar kalori lebih banyak, kok.

Siap memiliki tubuh atletis dalam waktu singkat? Cermati kesahalan tersebut dengan baik dan berupayalah untuk menghindarinya semaksimal mungkin. Stay strong and be healthy! (vsc)

Share This Article