3 Hal Sepele Tapi Fatal untuk Workout Anda | Breaktime
3 Hal Sepele Tapi Fatal untuk Workout Anda
17.11.2017

Berolahraga di gym nampaknya menjadi satu aktivitas yang digemari oleh masyarakat modern. Apalagi seiring dengan semakin digalakkannya hidup sehat, semakin banyak pula orang yang menyadari bahwa berolahraga adalah kebutuhan untuk semua orang yang ingin memiliki usia panjang dan produktif. Yup, sudah bukan lagi zamannya menganggap olahraga gym sebagai hal eksklusif yang dilakukan oleh atlet binaraga saja.

Olahraga fitness jika dilakukan dengan benar bisa membantu membentuk massa otot yang kemudian akan mendukung sistem metabolisme tubuh. Dan dengan sistem metabolisme tubuh yang cepat, akan semakin banyak pula lemak jahat yang terolah menjadi energi sehingga mencegah Anda jadi lebih sehat dan tidak gampang sakit. Hanya saja, seringkali ada hal-hal sepele yang seringkali terabaikan, sehingga mengakibatkan hasil workout yang sudah Anda lakukan dengan susah payah seakan hilang tanpa meninggalkan jejak. What went wrong?

Rutinitas Fitness Anda Terlalu Monoton

Anda datang ke local gym dan memulai satu aktivitas workout. Awalnya Anda hanya mampu melakukan olahraga tersebut selama beberapa menit, karena maklum saja ini baru pertama kalinya Anda melakukan aktivitas olahraga tersebut. Tapi seiring dengan waktu Anda bisa merasakan tubuh Anda sedikit demi sedikit mulai beradaptasi dengan baik sehingga kini Anda bisa melakukan rutinitas olahraga tersebut lebih lama.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Aturan Minum Jus Bayam & Jahe, Ini Yang Terjadi!

Tapi jika Anda terus-terusan berada di comfort zone, tubuh Anda akan berhenti menyesuaikan diri sehingga hasil dari workout Anda pun tidak akan menunjukkan hasil yang kentara. Jika Anda ingin lihat hasil yang lebih nyata, you need to raise the stake. Cobalah menambah intensitas olahraga Anda, misalnya dengan menambah waktu atau kecepatan lari Anda atau dengan mencoba gerakan-gerakan senam yang lebih menantang. 

3 Hal Sepele Tapi Fatal untuk Workout Anda | Breaktime
Penyebab gagalnya workout bisa jadi hal sepele

Memelihara Mental “Balas Dendam”

akuilah banyak dari Anda yang berolahraga dengsan motivasi agar Anda terhindar dari rasa bersalah ketika Anda menyantap makanan tinggi kalori. Memang, dengan olahraga marathon atau angkat beban mungkin Anda memang bisa membuang ribuan kalori dari junk food yang Anda konsumsi kemarin.

Tapi apa gunanya jika Anda ‘balas dendam’ dengan menyantap pizza atau burger setelah Anda susah-susah berolahraga? Apalagi jika Anda memiliki self-control yang rendah, bisa-bisa tanpa disadari Anda mengkonsumsi makanan dengan kalori yang jauh lebih besar sehingga olahraga yang Anda lakukan tidak dapat membakar seluruhnya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Jenis Latihan Fisik bagi Penderita Diabetes

Dan walaupun BreakTime paham akan dorongan untuk menyantap seember hot chicken wings sebagai reward setelah sesi olahraga yang intens, kami punya saran yang lebih baik. Sebelum olahraga, santaplah makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks seperti setangkup roti gandum selai kacang atau semangkuk oatmeals. Dan setelah itu konsumsi makanan dengan kandungan protein yang tinggi untuk membantu pemulihan otot tubuh sekaligus menyingkirkan rasa lapar yang berlebihan.

Aktivitas Olahraga yang Terlalu Berlebihan

Di awal tadi, BreakTime memang menyarankan Anda untuk menambah intensitas beban olahraga agar manfaat dari workout yang Anda lakukan bisa terlihat. Tapi, olahraga yang terlalu keras ternyata juga bisa menghambat keberhasilan olahraga Anda.

Ketika Anda berolahraga pertama kali, otot tubuh Anda belum terbiasa sehingga olahraga tersebut mengakibatkan beberapa jaringan otot Anda sobek yang ditandai dengan rasa kram setelah berolahraga. Jangan panik, karena hal itu sangat wajar. Tubuh Anda akan melakukan proses penggantian jaringan otot yang robek dengan jaringan otot baru yang lebih kuat dan tangguh. Tapi, proses pemulihan itu sendiri membutuhkan waktu paling lambat sehari hingga 5 hari.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tubuh Berotot dengan Sajian Sehat Slow Cooker

Ketika Anda berolahraga terlalu keras, otot Anda akan terpaksa terus bekerja dan memperparah kondisi jaringan otot yang sudah sobek. Jika terus-menerus dilakukan bisa-bisa Anda terkena cedera lho, B’Timers. Selain itu, olahraga yang terlalu intens juga justru bisa mengakibatkan diproduksinya hormon stres kortisol.

Hormon tersebut nantinya akan menghambat proses pembakaran lemak sebagai bagian dari defense  mechanism alami. Sudah ngotot berolahraga ternyata lemak tubuh Anda tetap bertahan, sia-sia kan? Makanya cukuplah berolahraga sewajarnya saja, B’Timers.

Tetaplah bersemangat untuk berolahraga, B’Timers. (dkp)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE