Siswa ISFA Dinobatkan Desainer Termuda JFW 2016 | Breaktime

KONSULTASI FASHION

ISFA

Creative & Academic Development Director

Siswa ISFA Dinobatkan Sebagai Desainer Termuda JFW 2016
by ISFA
28.10.2015

Perhelatan mode terakbar Jakarta Fashion Week (JFW) 2016 menjadi ajang pembuktian bagi para desainer untuk unjuk kebolehan hasil rancangan mereka. Selain untuk memperkenalkan merek dan hasil rancangan setiap desainer Indonesia kepada masyarakat luas, gelaran JFW 2016 ini juga sebagai wadah untuk mencetak desainer-desainer muda berbakat. Tak heran jika ajang JFW ini disetiap tahunnya selalu memunculkan nama-nama baru di industri mode Tanah Air.

Di ajang JFW 2016 kali ini, Imelda Sparks Fashion Academy (ISFA) kembali diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas hasil rancangan para siswanya. Sejumlah nama-nama desainer muda dari ISFA turut berpartisipasi dalam pagelaran ini. Di antaranya Fitriana Rosemary, Sevi Irawan, Laura Alvita, Berto Yosua Tambunan, dan Zaki Kiki. Para desainer muda ini membawakan tema ‘dazzling angels’ sebagai interpretasi mereka untuk URocks! Busana dengan elemen glitter dan aksesori bulu, baik sebagai sayap maupun sebagai headpiece, yang memberi unsur edgy. Benang merahnya adalah sentuhan warna shocking pink yang feminin dan glamor.

Pada kesempatan tersebut, sebuah prestasi berhasil diukir oleh Laura Alvita, seorang desainer muda siswa ISFA. Dara yang baru menginjak 16 tahun ini turut menampilkan rancangan terbarunya melalui fashion show yang didukung oleh Urocks! with Cliponyou di Fashion Atrium, Senayan City, Jakarta Pusat.

Desainer muda yang tergabung dalam sekolah Imelda Sparks Fashion Academy ini membawakan dua rancangannya yang bertema ‘Angel’ bersama empat desainer ISFA lain yakni Fitriana Rosemary, Sevi Irawan, Berto Yosua Tambunan dan Zaki Kiki. 

Siswa ISFA Dinobatkan Desainer Termuda JFW 2016 | Breaktime
Laura Alvita, siswa ISFA menjadi desainer termuda Jakarta Fashion Week 2016

Laura yang masih duduk di bangku kelas 11 SMA ini merancang busana yang terinspirasi dari budaya Yunani yang terkenal dengan Dewa dan Dewinya.

"Waktu dikasih tema 'Angel', aku langsung terpikir sama budaya Yunani, Dewa-Dewi dan elegan. Aku cari tentang budaya Yunani di internet, terus aku nemuin mereka pakai mahkota akar yang ada daunnya," cerita Laura usai memamerkan hasil rancanganya.

Busana berwarna broken white ini, dibuat Laura dengan aksen akar berwarna merah untuk merepresentasikan mahkota akar dan daun yang melekat dalam busana dan budaya khas Yunani. Desainer muda berbakat yang bercita-cita melanjutkan kuliah di Istituto Marangoni, Milan ini menggunakan bahan sifon agar busananya terlihat lebih ‘flowly’, sehingga saat dikenakan mirip seperti malaikat dengan sayap.

Dalam menyelesaikan kedua busana cantik ini, Laura hanya membutuhkan waktu selama tiga minggu,. Rancangan dan busana itu dikerjakan di sela aktivitas sekolahnya.

"Cita-citaku, setelah lulus kuliah dalam bidang fashion, aku mau kerja di ‘fashion house’ yang namanya sudah besar, untuk pengalamanku. Setelah dari sana aku mau buat brand sendiri," ungkapnya.

Jakarta Fashion Week 2016 ini merupakan pagelaran fashion ke tiga yang sudah diikuti Laura. Diajang sebelumnya ia pernah memamerkan busana rancangannya di Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 dan Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2015. 

Share This Article