SFA Ajarkan Realita Dunia Fashion yang “Alot” | Breaktime

KONSULTASI FASHION

ISFA

Creative & Academic Development Director

SFA Ajarkan Realita Dunia Fashion yang “Alot”
by ISFA
31.07.2016

Masih seputar Fashion Sharing nih, B’timers. Lewat acara yang digelarnya, Sparks Fashion Academy (SFA) ingin menyiapkan siswanya untuk siap menghadapi realita industri fashion. Seperti dikatakan oleh Floery Dwi Mustika, CEO Spark Fashion Academy, bahwa industri fashion bukan hanya membuat design, tapi juga bagaimana menjual, memasarkan dan mengelola bisnis fashion itu sendiri.

SFA juga menyediakan ajang pertemuan untuk berbagi informasi mengenai realita bisnis fashion kalangan pecinta fashion baik pemerhati maupun pelaku bisnis dan masyarakat umum. Ajang berbagi yang disebut dengan 'Fashion Sharing' dengan tema 'Fashion, Money and Profit ini diselenggarakan di kampus SFA, di Jl. Dharmawangsa 6 no. 25, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut dijelaskan Floery Dwi Mustika, mereka ingin berbagi informasi mengenai realita industri fashion. Bahwa semuanya tidak perlu melulu mengenai design dan fashion. Jika kali ini mengambil tema terkait keuangan, bisa jadi dua bulan lagi mereka akan mengambil tema tentang Human Resource Development. Wah, kreatif dengan tema yang bervariasi ya, B’timers?

Selama acara yang berlangsung kurang lebih tiga jam ini, segera setelah selesai presentasi dari masing-masing narasumber, peserta dengan antusiasme yang tinggi melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak hanya terkait tematik seperti teknis pembuatan anggaran, namun juga hal lain seperti pemasaran dan networking.

Terkait pembuatan anggaran atau budgeting,  Erika Jimena Arily S.E. MM, Financial dan Management Expert mengingatkan untuk hati-hati dalam menyusun budget, misalnya dalam persiapan fashion show, perhatikan apakah biaya listrik dan logistik lain masuk ke dalam biaya tetap atau variabel, apakah pembelian kain masuk biaya tetap atau variabel.

Dana Maulana, Creative Director brand Danjiyo Hiyoji menambahkan terkait dengan pemasaran dan networking, dari pengalamannya, akan lebih baik kepesertaan fashion show menggunakan sponsorship, dan bukan dari anggaran perusahaan. Jika tidak ada anggaran, maka maksimalkan networking yang atau cari strategi pemasaran yang lain.

Fashion Consultant, Ami Wirabudi yang menjadi moderator Fashion Sharing kali ini berbagi cerita bagaimana media dapat membantu promosi satu brand, seperti satu designer kebaya terkemuka dan satu make up artist ternama yang memulai pemasarannya dengan memperkenalkan diri ke media.

Ami dari Jakarta yang merupakan satu-satunya peserta laki-laki dalam Fashion Sharing ini mengatakan bahwa acara ini menambah pengetahuan tentang naik turunnya industri fashion dan kiat-kiat menjual produk fashion. Sementara Eli, peserta yang sedang merancang bisnis fashion mengatakan melalui Fashion Sharing ini, ia jadi mengetahui dari mana harus melalui bisnisnya nanti.

Fashion Sharing sendiri rencananya akan diadakan setiap bulan dan mengupas realita serta kondisi di balik layar dunia fashion Indonesia. Wah, sangat menarik untuk diikuti kan, B’timers? Apalagi buat Anda para pecinta dan peminat fashion. Bisa belajar banyak sekaligus sharing di acara ini. (sfa)

Share This Article