Mengintip Kesuksesan Fashion Show Di Zona Perang | Breaktime
Mengintip Kesuksesan Fashion Show Di Zona Perang
11.02.2017

Fashion selalu punya cara untuk mempertahankan eksistensinya. Tetapi kalau dipikir lagi, fashion sepertinya tidak akan pernah mati. Acara-acara fashion show selalu penuh kemeriahan dan bertabur rancangan-rancangan milik desainer ternama. Setiap negara tentu memiliki cara sendiri untuk memperkenalkan gaya fashion mereka. B’timers pasti juga sudah mengenal acara-acara besar seperti Indonesia Fashion Week, New York Fashion Week, dan London Fashion Week.

Tetapi bagaimana dengan fashion yang ada di negara yang merupakan zona perang? Apakah B’timers pernah memikirkan tentang hal ini? Mungkin sebagian besar akan berpikir bahwa masyarakat di negara dengan zona perang tidak akan sempat memikirkan fashion atau apapun itu.

Tetapi tidak dengan Akuja de Garang. Baginya, tidak aka nada yang bisa menghentikan dirinya termasuk peperangan. Akuja adalah seorang fashion designer sekaligus development expert. Dialah dibalik suksesnya Festival of Fashion and Arts for Peace yang diselenggarakan di Sudan Selatan. Ia adalah seorang penduduk kota Juba yang kini telah pindah ke Inggris bersama dengan seluruh keluarganya. 

Mengintip Kesuksesan Fashion Show Di Zona Perang | Breaktime
Inilah sosok Akuja de Garang yang menginspirasi (Photo by cnn.com)

Sebagai seorang mahasiswa, Akuja belajar tentang bagaimana negara yang sekaligus menjadi rumahnya telah kehilangan warisan budaya akibat konflik yang sedang berlangsung. Itulah yang menjadi alasannya kembali ke Juba untuk mengadakan fashion show.

Perang antar saudara yang terjadi di Sudan sejak tahun 2013 lalu masih berkecamuk. Namun, Akuja rela menghabiskan seluruh uang dan tenaganya untuk membangkitkan Sudan Selatan melalui fashion. Tidak mudah untuk mempertahankan semua yang dilakukan oleh Akuja. Festival yang telah dilakukan sejak tahun 2012 ini membutuhkan kerja keras dari sisi manapun. Mulai dari datangnya kelompok-kelompok tak dikenal, warga-warga yang diungsikan, musnahnya alat-alat tenun akibat perang, sampai dengan hubungan sesame wanita yang sangat tidak baik.

Mengintip Kesuksesan Fashion Show Di Zona Perang | Breaktime
Akuja de Garang bekerja sama dengan model dan orang-orang hebat lainnya (Photo by cnn.com)

Melihat itu semua, Akuja tidak hanya berniat untuk mempertahankan fashion di negara konflik, tetapi juga ingin mempersatukan para wanita di Sudan Selatan yang telah terpisah akibat perang yang terjadi selama bertahun-tahun. Ia berjuang dengan sekuat tenaga meskipun telepon, internet, dan akses ke negara tetangga sudah menjadi hal yang langka di sana.

Lalu, apakah Akuja mempertahankan fashion show-nya sendirian? Tentu tidak, B’timers. Ia dibantu oleh keluarga, teman-teman, bahkan para volunteer dari berbagai negara. Bahkan, Akuja juga bekerja sama dengan para desainer lokal. Rancangan mereka pun dipamerkan oleh model-model papan atas dunia, seperti Manuela Modong dan Atong DeMach.

Di tahun 2017 ini, Akuja de Garang berharap fashion show-nya akan berjalan dengan semakin baik dan lancar. Setiap tahunnya, ia berjanji akan selalu kembali ke Juba untuk mempertahankan budaya, wanita, dan segala hal yang telah hilang akibat perang saudara yang tak kunjung usai. She’s so inspiring, ya B’timers! (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE