Make Over di Panggung IFW 2016 | Breaktime
Make Over di Panggung Indonesia Fashion Week 2016
03.04.2016

Sebuah brand kosmetik terkemuka yang sudah berdiri sejak 2010, Make Over, tidak ketinggalan menunjukkan partisipasinya dalam pekan mode bergengsi Indonesia Fashion Week 2016 kemarin. Label kosmetik ini memiliki komitmen untuk selalu menghadirkan rangkaian produk berkualitas tinggi demi memenuhi kebutuhan para konsumen.

Make Over memiliki ragam produk mulai primary make-up, shape & cover, finishing make-up, eye decorative, eye definer, cheek decorative, lip decorative, care & treat, clean & fresh, hingga make-up tools. Semuanya itu demi menunjang tampilan wanita yang bold dan edgy.

Ya, seperti tagline-nya yaitu Beauty Beyond Rules, Make Over berusaha mengajak setiap individu agar berani bebas berekspresi dan menampilkan keunikan diri melalui make-up dan fashion, tanpa harus dibatasi oleh batasan konvensional.

Tahun ini untuk pertama kalinya Make Over berpartisipasi dalam Indonesia Fashion Week. Partisipasi ini dilakukan oleh Make Over agar dapat menunjukkan komitmen mereka sebagai professional make-up yang akan terus berjalan berdampingan dengan dunia fashion.

Terbukti dari kolaborasi Make Over dengan beberapa perancang ternama seperti Felicia Budi dari fbudi, Patrick Owen dengan labelnya yang juga bertitel Patrick Owen, serta Ardistia Dwiasri dengan labelnya Ardistia New York, untuk menyelenggarakan sebuah fashion show bertema Eyevolution "Let Your Eyes Make the First Move".

Tiga desainer tersebut terbilang sudah memiliki karakter kuat serta visi dan misi progresif dan disempurnakan dengan garis rancang yang edgy, sangat sinergi dengan image Make Over sendiri. Melalui ketiga desainer tersebut, Make Over menampilkan tiga periode waktu yang dianggap telah mengambil peranan penting dalam evolusi dunia fashion

Make Over di Panggung IFW 2016 | Breaktime
Koleksi dari Make Over

Untuk mengawali fashion show, ditampilkan 16 rancangan hasil karya fbudi, yang mengusung tema The Age of Discovery. Menghadirkan rancangan yang merepresentasikan masa ketika kerajaan Spanyol dan Portugis berlomba mengirimkan armadanya.

Ia menampilkan dominasi warna pekat seperti hitam dan burgundy untuk dapat menceritakan era eksplorasi pada masa tersebut. Melalui rancangan tersebut ia juga berusaha menyajikan sebuah metafora yang bercerita bahwa semua warna warni kehidupan pada awalnya bermula dari satu warna.

Selanjutnya kita diajak menyelami periode The Age of Enlightenment bersama Patrick Owen. "Inspirasi dari rancangan saya kali ini adalah kesibukan jalanan Jakarta, yang menyimpan berbagai karakter menarik saat dilihat lebih dekat," jelas Patrick Owen, desainer.

Ia pun berusaha menampilkan monumen ternama, budaya dan tradisi Jakarta melalui print illustration yang dikerjakannya bersama Emte dan Tatiana Romanova Surya di atas bahan denim, katun, serta polyester fabric. Semua itu diaplikasikan dalam sebuah deconstructive manner bernuansa warna monokrom seperti hitam dan biru.

Sebagai penutup adalah Ardistia New York, yang menampilkan tema The Age of Space. Inspirasi dari rancangan ini adalah garis geometris yang simple dan bersih, agar dapat menampilkan muse perempuan cerdas yang elegan dan mandiri.

"Melalui penggunaan bahan jacquard, organza, dan jala dalam dominasi warna putih dengan sentuhan hitam dan perak, saya berusaha menghadirkan rancangan yang melambangkan kemurnian dan keabadian dengan sentuhan kemewahan," ungkap Ardistia Dwiasri, desainer. (LMG)

By Lokita Mardanti Gultom

Share This Article

Tagging: