Kultur Tertuang Dalam Karya Pratiwi Harsetiani | Breaktime

KONSULTASI FASHION

Sparks Fashion Academy

Creative & Academic Development Director

Kultur Indonesia Tertuang Dalam Karya Pratiwi Harsetiani
21.10.2017

SPARKS Fashion Academy menjadi sarana masyarakat Indonesia untuk mengembangkan bakat dalam diri mereka. Sesuai dengan namanya SPARKS Fashion Academy, merupakan sebuah institusi yang berdiri dalam bidang fashion. Nah, di sini, SPARKS Fashion Academy menjadi sarana bagi B’timers yang hobi merancang busana untuk mengembangkan bakat dan passion kalian dalam dunia mode untuk menjadi bisnis yang menguntungkan.

Salah satu siswi lulusan SPARKS Fashion Academy, yaitu Pratiwi Harsetiani, menjadi bukti bahwa institusi ini sanggup menjalankan apa yang menjadi tujuan mereka. Yup, Pratiwi adalah seorang siswi lulusan SPARKS Fashion Academy sekaligus owner dari House of PH. Pratiwi telah mengikuti salah satu program spesialisasi dari SFA.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Budaya Bisnis Dalam The Iconic Batik SPARKS Fashion Academy

Program ini sangat membantu para perancang muda yang memulai label baru. Ini karena program ini tidak mempersempit pengetahuan para siswinya dan lebih membuka peluang dan pelatihan dari para calon pebisnis. Hal-hal tersebut dirasakan sendiri oleh Pratiwi. Hingga ia pun telah beberapa kali mengadakan pagelaran fashion show untuk memperkenalkan karyanya di depan masyarakat Indonesia.

Kultur Indonesia yang begitu banyak, menarik Pratiwi untuk mengasahnya dan mengulik variasi dari kekayaan tersebut. Desainer muda Indonesia ini sempat menelurkan koleksinya dalam gelaran Spring/Summer pada Indonesia Fashion Week 2016 lalu yang  bertajuk Cerita Lembata. Konsep Cerita Lembata ini tak lain dan tak bukan terinspirasi dari ibunya sendiri yang punya koleksi jepretan budaya Nusa Tenggara Timur. Konsep tradisional tersebut disatukan dengan balutan busana ready to wear dan haute couture. 

Kultur Tertuang Dalam Karya Pratiwi Harsetiani | Breaktime
Karya terbaru Prastiwi Harsetiani (thejakartapost.com)
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Keragaman Flora-Fauna Di Panggung Runway SPARKS Fashion Academy

Dalam koleksinya saat itu, sangat jelas potongan versatile dalam gaya tradisional yang diperkaya dengan teknik draping, serta racikan bahan yang tampil stand out. Koleksi Pratiwi kala itu terkesan modern, namun tetap bersahaja dengan nuansa etnik.

Pratiwi sendiri mengaku bahwa Cerita Lembata adalah pendekatan yang digunakan untuk memotret sudut pandang ibunya. Desainer yang baru berusia 23 tahun ini sudah melangkah ke industri fashion sejak tahun 2014. Desainer muda Indonesia ini juga patut diperhatikan karya-karyanya yang terinspirasi dari kultur Indonesia.

Di tahun 2017 sendiri, Pratiwi bersama label kebanggaannya kembal berpartisipasi dalam ajang mode nasional, yaitu Senayan City Fashion Nation 2017. Selama pertunjukan, Pratiwi menampilkan koleksi terbarunya yang bertajuk Tropical Immersion. Koleksinya sendiri merupakan kombinasi dari material yang berat dan ringan. Desain yang ditampilkan pun menunjukkan kedekatan dengan bumi dalam konsep ready-to-wear. Dalam koleksinya kali ini, Pratiwi tak memberikan patterns dalam setiap setelan bajunya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Parade Gaun Transparan Met Gala 2017

Yap, Pratiwi menggunakan kain goni dalam koleksinya kali ini. Mungkin bagi desainer berusia 23 tahun ini sangat berisiko, tetapi tidak dengannya. Ia yakin dengan metode yang benar, kain tersebut bisa menawarkan breath of fresh air dalam industri fashion. Keikutsertaannya dalam acara ini ia ungkapkan sebagai andilnya yang paling jujur sejauh ini. Ia mengaku bahwa ia telah mengikuti intuisinya untuk mencapai apa yang ingin ia ungkapan.

Itulah sedikit ulasan tentang sosok Pratiwi Harsetiani yang merupakan alumni SPARKS Fashion Academy sekaligus pemilik House of PH. Pratiwi menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya yang ingin berkecimpung dalam bisnis mode Indonesia maupun luar negeri.



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE