Ingin Tampil Beda dengan Kalung Choker? | Breaktime
Ingin Tampil Beda dengan Kalung Choker? Ini Tipsnya!
17.01.2016

Wanita tentu senang mengenakan perhiasan. Mulai dari cincin, gelang, kalung hingga hiasan rambut atau hijab. Pasti salah satu dari item tersebut tak pernah ditinggalkan sebelum memulai aktivitas. Nah, B’timers senang memakai kalung? Kalung seperti apa yang paling banyak tersimpan di kotak perhiasan Anda?

Bicara soal kalung, belakangan sering kita lihat jenis kalung choker yang kembali diminati. Kalangan selebriti pun banyak yang memakai kalung ini. Well, untuk jenis kalung yang satu ini, ada sejumlah hal yang sebaiknya Anda perhatikan, lho. Karena, selain harus menyesuaikan dengan pakaian, ternyata tidak semua wanita cocok dengan jenis kalung tertentu. Hmm, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum Anda memakai kalung choker? Simak, yuk!

Ingin Tampil Beda dengan Kalung Choker? | Breaktime
Ariana Grande dengan chokernya

Sejarah kalung choker

Ternyata kalung berumur lebih dari 40.000 tahun, lho! Artinya sejak zaman batu, manusia sudah mengenakan perhiasan ini. Pada saat itu, kalung terbuat dari bahan yang benar-benar alami. Seperti dari tanaman merambat atau kulit hewan, yang dihiasi dengan tulang atau gigi dari hasil buruan mereka.

Dan kalung choker merupakan tren fashion dari abad ke-19, yang ternyata memiliki arti bagi para penggunanya. Pada masa itu, hanya para penari ballet dan wanita dari golongan bangsawan saja yang mengenakan kalung jenis ini. Dan ironinya, di saat yang sama, choker yang terbuat dari pita polos tipis berwarna merah atau hitam dipakai dalam dunia prostitusi. Sementara pita atau renda hitam hasil tenunan merupakan tanda bagi kaum lesbian.

Tapi nyatanya, choker kembali populer di antara gadis remaja dan wanita dewasa pada tahun 1990-an. Dan hal itu masih bertahan hingga kini.

Ingin Tampil Beda dengan Kalung Choker? | Breaktime
Perhatikan kerah baju yang dipasangkan dengan choker

Tips memilih kalung choker

Pertama, sebelum memutuskan untuk membeli model kalung yang Anda inginkan, coba perhatikan lebar dan panjang leher terlebih dahulu. Semakin panjang dan ramping bentuk leher, pilihlan choker yang lebih lebar. Itu akan tetap membuat Anda terlihat menarik.

Dan bagi pemilik leher pendek dan lebar, jangan khawatir. Anda tetap dapat mengenakan kalung jenis ini, kok, B’timers. Selama Anda memilih bentuk choker yang ramping atau kecil.

Setelah itu, tentukan detail yang diinginkan. Anda bisa memilih desain yang sederhana dari pita polos, dengan hiasan batu permata atau gambar liontin.

Selain harus lebih teliti memilih bentuk dan desain choker, Anda juga perlu memperhatikan pakaian yang akan dipadukan dengan perhiasan tersebut. Jika Anda mengenakan atasan atau gaun dengan potongan leher tinggi, hindari memakai choker yang menggantung.

Dan terakhir, yang harus dipertimbangkan adalah warna. Jangan sampai choker yang Anda kenakan bertabrakan dengan pakaian. Cara terbaik untuk menghindari hal tersebut adalah, pikirkan pakaian apa yang akan dipadukan dengan choker, baru kemudian pilih warna yang sesuai dengan wardrobe Anda.

So, it’s time for the red carpet, B’timers! Posisi yang disarankan ketika mengenakan choker adalah menempel pada leher, atau tepat di tulang selangka. Dan, siapapun bisa memakai kalung choker, tapi jika dengan kalung itu membuat leher Anda tampak semakin lebar, atau bahkan terkesan menghilang, lebih baik hindari choker. (NO)

Share This Article