Flores Tanahku Estetika Karya Besar Itang Yunasz | Breaktime
Flores Tanahku, Estetika Karya Besar Itang Yunasz
25.04.2017

Setelah Anniesa Hasibuan dengan koleksi Drama-nya, masih ada percancang busana lainnya yang juga percaya diri memamerkan karya terbaik. Berkiprah sebagai desainer selama 35 tahun, siapa lagi kalau bukan Itang Yunasz. Desainer yang juga sudah tak bisa diragukan lagi sepak terjangnya di dunia fashion ini juga turut berpartisipasi dalam acara JFFF 2017.

Itang nampaknya sangat paham proses pengerjaan suatu produk hingga menjadi sebuah mahakarya. Seperti yang diceritakannya secara khusus kepada Breaktime terkait pengerjaan koleksi busana muslim yang ditampilkannya pada project bersama Anniesa Hasibuan dan Oki Setiana Dewi bertema The Beauty of Hijab.

Flores Tanahku Estetika Karya Besar Itang Yunasz | Breaktime
Sosok Itang Yunasz

Koleksi yang ditampilkan mengangkat kekayaan Pulau Flores, NTT bertema Flores Tanahku dengan label Itang Yunasz.

“Tenun Flores masih sangat murni dalam pengerjaannya. Mulai dari proses memintal benang, pewarnaan, hingga menenun, semua dilakukan dengan teknik turun-temurun yang diperoleh dari leluhur,” ungkap Itang.

Flores Tanahku Estetika Karya Besar Itang Yunasz | Breaktime
Koleksi Flores Tanahku by Itang Yunasz

Menurutnya, kain tenun NTT memiliki motif dan corak unik. Demikian juga warnanya karena menggunakan pewarna alami. Sementara tekstur kain nampak sedikit tebal dan tidak sehalus kain biasa.

“Motif tradisional dan warna yang dihasilkan dari pewarna alam, sangat indah. Inilah yang ingin saya dokumentasikan.”

Flores Tanahku Estetika Karya Besar Itang Yunasz | Breaktime
Koleksi Flores Tanahku by Itang Yunasz

Secara khusus Itang menceritakan bahwa kain tenun asli memiliki kendala jika ingin digunakan untuk koleksi ready to wear khususnya dengan kapasitas dan kecepatan produksi label Itang Yunazs Premium. Seperti diketahui tenun dibuat melalui proses panjang dan detail, sehingga sangat menyita waktu.

“Ya, bayangkan saja tenun dikerjakan helai per helai dan membutuhkan waktu bulanan untuk menyelesaikannya, belum lagi harganya relatif mahal dan warna yang tidak konsisten. Keterbatasan ini membuat tidak banyak orang dapat menikmatinya dengan berbagai alasan,” jelasnya.

Flores Tanahku Estetika Karya Besar Itang Yunasz | Breaktime
Koleksi Flores Tanahku by Itang Yunasz

Menyiasati hal tersebut, ia harus memutar otak untuk meningkatkan hasil produksi salah satunya dengan menggunakan teknologi digital print. “Cara kerjanya dengan memindahkan motif dan warna secara tepat ke dalam ribuan meter kain dalam waktu singkat,” terangnya.

“Meski hasilnya bukan tenun asli, namun motif dan warna asli yang tercetak pada helai kain bisa diolah dengan lebih leluasa.”

Flores Tanahku Estetika Karya Besar Itang Yunasz | Breaktime
Koleksi Flores Tanahku by Itang Yunasz

Sebanyak 20 looks bergaya bohemian etnik dipersembahkan Itang Yunasz dalam pagelaran Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) kali ini. Mayoritas koleksi yang ditampilkan menggunakan material chiffon, crepe, linen, dan satin. Berbagai kaftan, gamis, blouse, tunik, outer dan pants dihadirkan dalam palet warna alam seperti biru, coklat, dan merah. Sedangkan sentuhan kantung di beberapa busana dihadirkan untuk menegaskan gaya Bohemian Etnic.

“Beberapa looks saya padukan dengan helai tenun asli, sehingga aura lebih terasa kental.” Koleksi ini dihadirkan memasuki bulan Ramadhan dengan dilengkapi berbagai pilihan selendang dalam palet warna senada.

Ramadhan telah dibuka terlebih dahulu oleh Itang dengan karya lokal yang menakjubkan. Mengambil warisan budaya Flores dengan sangat hati-hati. Membuat hampir seluruh wanita di Indonesia mulai terinspirasi untuk mengenakan kain tradisional dalam penampilan sehari-hari. 



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE