Fashion Collage ISFA 2016 “NEOTERIC HERITAGE” | Breaktime

KONSULTASI FASHION

ISFA

Creative & Academic Development Director

Fashion Collage ISFA 2016 “NEOTERIC HERITAGE”
by ISFA
11.06.2016

Tahun ini, Imelda Sparks Fashion Academy (ISFA) memperkenalkan signature event terbarunya yakni FASHION COLLAGE COMPETITION dengan tema Neoteric Heritage. Tema ini diusung dengan tujuan agar para perancang mode akhirnya memiliki ciri khas Indonesia pada setiap rancangan karyanya.

Para peserta memperebutkan hadiah-hadiah senilai Rp. 28.000.000 juta, yang terdiri dari hadiah berupa cash dan beasiswa dari ISFA dan para sponsor acara yakni Dermaster-Klinik Kecantikan dan SM Tama – Distributor Mesin Jahit Juki.

Fashion Collage sendiri adalah media bagi insan kreatif termasuk juga para perancang mode untuk menuangkan idenya dengan menggunakan berbagai material selain kain dalam bentuk 3D. Kompetisi ini dimulai sejak tanggal 10 Maret 2016, di mana para peserta diminta untuk meng-upload karyanya di account Instagram ISFA dengan hashtag #Neotericheritage2016, dengan menceritakan inspirasinya.

Untuk sosialisasi kompetisi ini, ISFA juga memberikan workshop gratis ke berbagai sekolah SMK. Kegiatan ini disambut sangat antusias, karena para siswa mendapat pembekalan pembuatan fashion collage serta merasa tertantang mengikuti kompetisi.

Lebih dari 50 karya kreatif  di-upload dan sempat membuat para juri sulit menilai. Namun, akhirnya juri memutuskan 20 peserta terseleksi masuk di babak semifinal. Mereka tidak hanya berasal dari kota Jakarta saja, lho. Ada dari kota Semarang, Yogya bahkan dari Papua!

Beberapa semifinalis terlihat grogi ketika mempresentasikan karyanya di depan para dewan juri. Acara semifinal yang dilaksanakan di kampus ISFA pada tanggal 26 April 2016 ini menjadi semakin seru karena sambil menunggu hasil keputusan dewan juri, peserta diberikan kelas-kelas pembekalan. 

Fashion Collage ISFA 2016 “NEOTERIC HERITAGE” | Breaktime
Membuat pola dasar dengan teknik Telestia AB

Salah satu materi di kelas pembekalan adalah mencoba membuat pola dengan cara yang mudah menggunakan alat Telestia AB. Bayangkan saja, hanya dengan tiga langkah mereka sudah bisa membuat pola dasar! Kemudian mereka juga praktek membuat moodboard melalui gambar-gambar dari guntingan majalah.

Ibu Floery D. Mustika, Executive Director ISFA dalam pembekalannya juga menekankan bahwa para calon perancang mode juga harus menyadari pentingnya keterampilan bisnis selain keterampilan desain kreatif. Penguasaan keterampilan bisnis menjadi kunci penting untuk sukses masuk ke dalam industri mode, jelasnya.

Para peserta sangat excited bahkan sampai lupa waktu karena asyiknya. Salah satu peserta mengatakan “tidak menang juga tidak masalah, karena saya mendapat banyak hal yang berharga selama acara ini!”  Dan, setelah para peserta menunggu-nunggu keputusan dewan juri dengan wajah sedikit tegang, akhirnya terpilihlah 10 peserta yang masuk ke babak final.

Acara grand final sendiri dilaksanakan di panggung mode Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) pada tanggal 6 Mei 2016, di mana mereka diberikan tantangan tema baru dengan media kanvas yang jauh lebih besar. Beberapa karya yang terpilih terinspirasi dari kekayaan Indonesia seperti Burung gagak Flores, kain tenun NTT, Batik Parang dan Kuluk penutup kepala Aceh.

Nah, seru kan, acara kompetisi Fashion Collage ISFA ini? Yuk, nantikan cerita ISFA selanjutnya yang pasti tak kalah meriah dan seru, khususnya semua yang bertema koleksi dan peragaan busana. Be sparkling with us! (isfa)

More info: Ms. Dewi/Dwi 021 727 80638-39

www.imeldasparks.com

Share This Article