The Iconic Batik SPARKS Fashion Academy | Breaktime

KONSULTASI FASHION

Sparks Fashion Academy

Creative & Academic Development Director

Budaya Bisnis Dalam The Iconic Batik SPARKS Fashion Academy
04.10.2017

Menutup bulan September kemarin, SPARKS Fashion Academy mengadakan sebuah acara untuk memperingati Hari Batik Nasional yang berlangsung pada 2 Oktober 2017 kemarin. Acara yang diadakan sejak 27 hingga 30 September 2017 ini berlangsung di New Playground Lippo Kemang Village. SPARKS Fashion Academy bekerja sama dengan beberapa pihak yang selalu mendukungnya, antara lain Lippo Kemang Village dan New Playground, Department Store yang mendukung kemajuan label lokal, dan BNI Life. Dukungan BNI Life yang merupakan perusahaan asuransi jiwa ini karena adanya kesamaan visi dan misi perusahaan yang peduli dengan masa depan industri kreatif Indonesia. Salah satunya melalui industri dan pendidikan fashion seperti yang telah dilakukan oleh SFA ini.

SPARKS Fashion Academy yang merupakan kursus pendidikan mode dengan slogannya yang terkenal “Turning Fashion into Business” ini memang sering mengadakan acara-acara yang membuka peluang para siswinya untuk memperkenalkan karya mereka. Acara yang kali ini mengambil tema The Iconic Batik. Ada serangkaian acara yang diadakan, seperti workshop kreatif, eksplorasi batik ke dalam berbagai produk fashion, sharing dan talk show tentang bisnis mode, dan yang paling ditunggu adalah pagelaran busana.

Acara dan kegiatan yang diadakan oleh SPARKS Fashion Academy dengan tema The Iconic Batik ini bertujuan untuk memperluas penggunaan batik untuk berbagai kalangan, memperkenalkan dunia mode untuk karir dan peluang usaha, serta mendorong perkembangan industri kreatif kecil di tanah air.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Padu Padan Busana Batik Kantor ala Hijabers

Dibuka dengan Fashion Talk dengan tema Bring Your Brand to the Global World, Real Plan Real Dream. Bincang-bincang ini bertujuan untuk memberikan wawasan pada para pemilik label tentang persiapan dan strategi mengembangkan pasar hingga ke luar negeri dan bagaiman memproteksi bisnisnya. Dalam acara ini dihadiri dengan narasumber dari industri mode tentunya, sebut saja Amy Wirabudi, yang merupakan seorang Fashion PR yang sukses membawa para perancang busana membuka pasar hingga ke Eropa Timur, ada juga Floery D. Mustika, CEO dari SFA, dan Metta Anggriani, praktisi Financial Independent Planner. 

The Iconic Batik SPARKS Fashion Academy | Breaktime
Workshop dalam acara SPARKS Fashion Academy

Dalam sharing-nya kala itu, mereka sepakat bahwa pondasi terpenting untuk meraih mimpi hingga sukses di pasar global adalah membuat proses perencanaan yang matang, baik itu bisnis ataupun keuangannya. Metta menekankan bahwa para fashionpreneur harus bisa memisahkan uang perusahaan dengan uang pribadi. Perlu juga diingat bahwa industri fashion adalah industri padat karya, jadi proteksi diri pada para perancang mode dan fashionpreneur sangat penting, karena jika terjadi hal buruk, bisnis mode tidak akan terganggu, khususnya dalam segi keuangan.

Floery ikut menambahkan bahwa untuk memasarkan produk ke luar negeri bukan hal yang tidak mungkin. Sekarang banyak faktor yang bisa membantu, salah satunya adalah media sosial. Ini sangat membantu meningkatkan brand awareness. Ditambah lagi dengan kehadiran fashion blogger dan peran para kurator. Semua itu bisa dimanfaatkan oleh para pemilik label lokal.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tips Memilih Sepatu Olahraga bagi Kaum Hawa

Lagipula Floery juga mengatakan bahwa design dan kreativitas fashion Indonesia sudah punya nilai sendiri. Namun itu saja tidak cukup, Anda harus menguasai konsep brand, mempunyai unique selling point, dan memastikan target pembeli yang disasar. Itu akan membuat produk Anda bisa dinikmati secara konsisten hingga pasar global. 

The Iconic Batik SPARKS Fashion Academy | Breaktime
Pagelaran busana dari label Jarit

SFA pun adalah lembaga yang menawarkan program kreatif design mode dan fashion business agar siswa bisa meraih sukses dan memberikan kontribusi pada perkembangan dunia fashion dalam negeri. Yang artinya menjadi wadah bagi siapapun untuk tak hanya cinta pada fashion, tetapi juga memiliki kesadaran pentingnya mengelola bisnis.

Ada juga workshop tentang pemberdayaan perempuan yang semakin leluasa berkarya menghasilkan uang dan berbisnis dimana saja melalui pemanfaatan teknologi digital. Sesi ini hadir dengan topik Women Entrepreneur in Digital Era, From Corporate To Independent and How to Protect Your Business. Narasumbernya jelas wanita-wanita yang sukses mengembangkan bisnis mereka dengan teknologi digital.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Bukti Nyata Bahwa Gaya Tak Selalu Branded

Pihak BNI Life sendiri merasa bangga turut membantu diselenggarakannya program ini dan bisa berharap mampu membanti dan menginspirasi kalangan muda untuk lebih berani mengejar impian dengan mengembangkan potensi dan keunikan diri. Acara ini bisa jadi fasilitas untuk mengoptimalkan cita-cita kaum muda dalam dunia bisni fashion.

Dalam rangkaian acara fashion show-nya, dipamerkan beberapa koleksi busana dari label Jarit sekaligus menutup serangkaian acara The Iconic Batik yang telah berlangsung selama empat hari.



artikel kompilasi
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE