Para Pria, Jangan Pilih dan Kenakan Kemeja Sembarangan! | Breaktime
Para Pria, Jangan Pilih dan Kenakan Kemeja Sembarangan!
04.10.2015

B’timers pasti akrab dengan ungkapan you are what you wear. Kalimat tersebut akan memunculkan paradigma bahwa pada dasarnya hampir semua manusia di bumi ini akan melihat penampilan seseorang terlebih dahulu sebelum mereka berinteraksi lebih lanjut.

Dibandingkan dengan wanita, pria lebih cenderung cuek dalam masalah berpakaian atau memilih apa yang akan dia kenakan dalam satu hari. Namun saat ini, hal tersebut sudah banyak berubah karena tidak sedikit pria yang mulai memperhatikan penampilan, bahkan seakan tidak mau kalah dengan kaum Hawa.

Walaupun dikatakan sudah benar-benar memperhatikan dan menjaga penampilan, akan tetapi ada kalanya pria salah dalam memilih pakaian, contohnya saja ketika harus mengenakan kemeja. Nah, berikut ini adalah beberapa kesalahan pria dalam memilih kemeja yang patut B’timers ketahui:

Tidak mengerti jenis kemeja

Setidaknya ada 4 macam kemeja resmi pria
Setidaknya ada 4 macam kemeja resmi pria

Mungkin dapat dikatakan banyak pria yang sampai sekarang ini tidak mengetahui bahwa kemeja resmi itu memiliki setidaknya 4 jenis. Dan bagi Anda yang pada umumnya mengenakan kemeja dan dasi untuk bekerja, maka ada baiknya mengetahui hal ini.

Kemeja resmi pria dibedakan dari bentuk kerahnya, yaitu;

  • Point. Jenis kemeja dengan kerah point memiliki ciri ketika kancing terakhir bagian atas dikancingkan, maka masih ada jarak antara kerah kanan dan kiri. Dasi yang pantas dikenakan untuk jenis kemeja dengan kerah point adalah four in hand knot. Padu padan kemeja dengan dasi ini cocok dikenakan oleh orang-orang yang memiliki leher yang pendek.
  • Button down. Jenis kemeja dengan kerah button down memiliki ciri pada bagian ujung kerah terdapat kancing kecil. Dasi yang tepat untuk kemeja jenis ini adalah half windsor knot.
  • Medium spread. Jenis kemeja dengan kerah model medium spread ini mempunyai ciri khas pada ujung kerahnya sedikit melebar ke arah samping luar. Jenis dasi yang tepat adalah sama seperti kemeja dengan kerah model button down.
  • Spread collar. Jenis kemeja dengan kerah spread collar mempunyai ciri ujung kerahnya sangat melebar sekali dan lebih besar dari lebar bagian tengkuk. Dasi yang tepat untuk jenis kemeja satu ini adalah windsor knot. Kemeja satu ini adalah jenis kemeja paling resmi untuk rapat, presentasi, melamar pekerjaan atau sejenisnya.

Tidak mengetahui bentuk tubuh sendiri

Jenis kemeja yang bagus adalah yang fit untuk tubuh, tidak sekadar cukup saja tapi juga tidak kebesaran atau kekecilan
Jenis kemeja yang bagus adalah yang fit untuk tubuh, tidak sekadar cukup saja tapi juga tidak kebesaran atau kekecilan

Mungkin di tahun-tahun 90-an, kemeja-kemeja gombrong dengan leher lebar dan mirip seperti yang dikenakan aktor-aktor dalam film bertemakan bajak laut adalah sangat populer dan dikenakan oleh siapa saja.

Akan tetapi, bagaimana jika model tersebut digunakan di saat sekarang ini? Weird enough, huh? Uniknya, saat ini pun masih ada pria yang entah sengaja atau tidak memakai kemeja yang sudah tidak lagi in. Pada dasarnya, agar dapat tampil sempurna dan bagus, seorang pria harus mengetahui bentuk dan ukuran tubuhnya kemudian mencari kemeja yang pas. Jangan terlalu gombrong atau terlalu ketat karena justru membuat pergerakan tidak leluasa.

Untuk mengetahui apakah kemeja itu pas dengan dirinya, maka salah satu yang dapat digunakan sebagai ukurana dalah potongan pada bagian bahu harus jatuh sesuai di ujung bahu Anda.

(Not) The right man in the right color and event

Jangan sembrono untuk memadupadankan warna busana
Jangan sembrono untuk memadupadankan warna busana

Ada kalanya perasaan percaya diri berlebih justru menjadi bencana bagi seseorang. Contohnya saja ketika seorang pria mengenakan kemeja dengan warna yang mencolok dan dia merasa percaya diri untuk memakai bawahan atau celana dengan warna lain yang tidak kalah mencolok.

Memang sih, mix-match mode seperti ini bukanlah suatu hal yang melanggar hukum atau sejenisnya, karena pada dasarnya semua orang bebas berekspresi. Akan tetapi apakah jadinya jika B’timers mengenakan kemeja yang tidak matching dan show up that outfit di tempat umum?

Selain itu, ada kalanya pria juga salah dalam memilih jenis dan warna kemeja untuk suatu acara. Alih-alih ingin tampil cetar badai, yang didapatkan justru pergunjingan di belakang. Nah, apakah ada di antara B’timers yang masih salah memilih dan mengenakan kemeja?

Share This Article