Mengintip Sekilas Sejarah dan Jenis Kemeja Pria | Breaktime
Mengintip Sekilas Sejarah dan Jenis Kemeja Pria
01.08.2016

Punya berapa kemeja di lemari, B’timers? Anda sebagai pria wajib memiliki setidaknya beberapa kemeja, lho. Selain digunakan untuk acara formal, kemeja sekarang bisa menjadi teman untuk tampil casual dan santai. Eits, tapi apakah Anda sudah tahu seperti apa sejarah awal kemunculan kemeja yang berkancing, B’timers?

Mengintip Sekilas Sejarah dan Jenis Kemeja Pria | Breaktime
Biasanya sangat longgar

Awal abad pertengahan

Mungkin yang Anda pikirkan dari zaman abad pertengahan hanyalah penyiksaan di penjara, perang salib dan penyebaran penyakit. Padahal tidak demikian, B’timers. Kemeja yang Anda kenakan sekarang sudah mulai dikenakan oleh kaum pria pada pergantian abad ke-10. Ketika itu, pria mengenakan kemeja putih longgar. Saat itu kemeja masih tidak memiliki kancing, sih.

Mengintip Sekilas Sejarah dan Jenis Kemeja Pria | Breaktime
Dipadukan dengan jas dan dasi renda

Tahun 1700 hingga 1900

Beberapa ratus tahun kemudian, baru tercipta kemeja yang menjadi cikal bakal kemeja putih di zaman modern ini. Mulai dari warna putihnya hingga bentuk jahitannya. Dan saat itu, tren mengenakan kemeja putih menjadi gaya fashion baru di kalangan atas, B’timers. Mereka pun sudah mengenakan dari untuk menyempurnakan penampilan. Hanya di bagian dada ada semacam renda tumpuk.

Mengintip Sekilas Sejarah dan Jenis Kemeja Pria | Breaktime
Sekarang sudah ada banyak model dan warna

Tahun 1900 hingga sekarang

Nah, setelah ekonomi Amerika semakin berkembang selama revolusi industri, para pebisnis memakai jas untuk dipadukan dengan kemeja putih. Sementara kaum buruh mengenakan kemeja dengan warna. Ini dimaksudkan untuk menyembunyikan kotoran, B’timers. Saat inilah, istilah white collar serta blue collar mulai dikenal.

Dari tahun 1930-an, berbagai kain mulai digunakan untuk membuat kemeja. Flanel, katun, rayon hingga sutra. Bahkan Anda bisa menemukan berbagai model, gaya dan cetakan. Berbagai potongan kemeja datang dan pergi. Anda bisa menemukan kemeja dengan kerah tinggi dan sempit ataupun kerah lebar dan rendah. Bahkan ada kemeja yang khusus dikenakan dengan dasi dan tidak, lho.

Sejarah munculnya kemeja, memang menarik, ya, B’timers? (NO)

Share This Article