Beauty Tips dari Tren Sunburn Art yang Cukup Berani | Breaktime
Panasnya Tren Sunburn Art yang Berani Tapi Berbahaya
10.07.2015

It’s summer time! Mungkin kita yang berada di Indonesia tidak bisa merasakan euforia summer alias musim panas seperti di negara-negara empat musim. But we can find out the latest trend there, thanks to social media. Ya, kini sunburn art atau tan tattoos sedang ngetren, B’timers. Populer dengan hashtag “sunburnart”, ini mungkin jadi salah satu tren yang paling berbahaya.

Bagaimana tidak? Sunburn art yang tengah marak beredar fotonya di Instagram adalah semacam tattoo yang dibuat dengan cara “membakar” diri di bawah terik sinar matahari. Hasilnya akan terlihat dari warna kontras pada kulit yang dilindungi dan tidak dilindungi sunblock. Polanya pun ada bermacam-macam, mulai dari bunga hingga logo superhero seperti Batman.

Tampaknya mereka yang mengikuti tren ini benar-benar pemberani. How’s that so? Sebab, berjemur di bawah paparan sinar matahari secara langsung tanpa pelindung seperti sunscreen amatlah berbahaya. Tak hanya rasa perih karena kulit terbakar, namun juga peningkatan risiko kanker kulit hingga 80%, demikian diungkapkan The Skin Cancer Foundation.

Sunburn art yang super unik dan mematikan
Sunburn art yang super unik dan mematikan

Sebenarnya, tren ini juga mengundang kontroversi di media sosial speerti Twitter. Sejumlah pengguna Twitter kritis mengungkapkan reaksi kontra mereka terhadap tren nyeleneh ini. Dr. Elizabeth Hale, ahli dermatologi di New York, turut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tren sunburn art.

Hale mengatakan bahwa beauty trend seperti ini dengan cepat menjadi populer dan banyak orang tertarik untuk mencobanya. Meski tren seperti ini akan hilang dengan sendirinya dengan digantikan tren selanjutnya, namun efeknya yang berbahaya takkan semudah itu ikut menghilang. Lagipula, setiap hari saja kulit kita sudah terpapar sinar matahari. Terbayang kan, seperti apa rasanya terbakar saat berjemur demi penampilan yang mengikuti tren?

Trend is trend but, will you risk your long term health for temporary fashion? Mengikuti tren boleh saja, namun pertimbangkan betul sebelum mencoba tren “membakar kulit” ini ya, B’timers.

Share This Article