Kenal Lebih Dekat dengan Kandungan Deodoran Anda | Breaktime
Kenal Lebih Dekat dengan Kandungan Deodoran Anda
17.03.2016

B’timers harus akui, Anda pasti mengandalkan deodoran untuk menjaga tubuh dari bau keringat serta keringat berlebih di area ketiak. Tetapi, seberapa paham, sih, B’timers mengenali kandungan yang ada dalam deodoran Anda? Simak dulu beberapa kosa kata yang sering ditemui dalam deodoran sebagai panduan Anda menemukan deodoran yang terbaik bagi kulit Anda.

Antiperspirant vs deodoran

B’timers mungkin menganggap antiperspirant dengan deodoran adalah suatu hal yang sama. Padahal dari segi fungsi mereka benar-benar berbeda. Antiperspirant tergolong sebagai obat OTC yang mampu berinteraksi dengan keringat dan mencegah terjadinya tragedi ketiak basah. Sedangkan deodoran berfungsi untuk mencegah berkembangnya bakteri penyebab bau tidak sedap pada ketiak.

Kenal Lebih Dekat dengan Kandungan Deodoran Anda | Breaktime
Antiperspirant berfungsi untuk mengatasi masalah keringat berlebih di ketiak

Kandungan Bahan Tradisional

Dalam produk antiperspirant, Anda akan menemui garam aluminium yang berfungsi mencegah terjadinya keringat sementara. Sedangkan pada produk deodoran, B’timers akan disuguhi bahan cyclomethicone yang berfungsi menjaga bau tubuh tetap segar sepanjang hari.

Tidak hanya bahan tersebut, B’timers pasti kerap menyapa beberapa kosa kata seperti pH-balanced, talc, dan triclosan. Jika pH-balance berfungsi untuk memberi tahu Anda bahwa produk mengandung pH yang mirip dengan pH natural kulit, talc justru digunakan untuk menyerap kelebihan keringat pada tubuh. Triclosan berfungsi sebagai penangkal bakteri dan jamur penyebab bau badan pada kulit.

Kenal Lebih Dekat dengan Kandungan Deodoran Anda | Breaktime
Banyak bahan untuk mencegah munculnya bau tidak sedap dari ketiak Anda, lho!

Baca juga : BUANG SEGERA JIKA DEODORANT MILIKI 4 ZAT BERBAHAYA BERIKUT!

Kandungan bahan alami

Selain senyawa kimia, produk deodoran maupun antiperspirant memiliki kandungan bahan alami seperti baking soda dan minyak esensial. Baking soda dan minyak esensial mampu menjaga aroma tubuh tetap segar dengan mencegah tumbuhnya bakteri penyebab bau tubuh. Selain itu, garam mineral juga membantu membuat lapisan kulit baru sehingga bau tubuh terjaga sepanjang hari.

Tidak hanya baking soda, minyak esensial, dan garam mineral saja yang mampu mengatasi bau akibat bakteri. Hop, penambah rasa pahit pada bir, juga digunakan dalam pembuatan deodoran untuk mencegah tumbuhnya bakteri pada ketiak. Witch hazel juga terkandung dalam antiperspirant dan deodoran untuk mengecilkan pori kulit dan menyerap kelebihan minyak pada ketiak Anda.

Kenal Lebih Dekat dengan Kandungan Deodoran Anda | Breaktime
Rumbai cantik witch hazel yang mampu menyerap minyak berlebih

Pastikan B’timers memilih produk sesuai dengan kebutuhan Anda. Pilih deodoran untuk mengatasi bau tidak sedap dari ketiak Anda, dan pilih antiperspirant untuk mencegah ketiak basah. Dengan memilih produk yang tepat, kulit B’timers juga akan terlindungi dari iritasi akibat salah produk. (ft)

Share This Article