Inilah Sejarah Kenapa Wanita Punya Lubang Anting | Breaktime
Inilah Sejarah Kenapa Wanita Punya Lubang Anting
07.06.2016

Wanita semakin cantik dengan mengenakan anting di telinganya. Anting membantu memberikan kesan menonjol pada wajah. Untuk memasang anting, wanita melubangi daun telinganya yang disebut tindik. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya lubang anting ini malah berawal dari pria? Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah anting di dunia ini?

Sebagai ritual dan penanda status sosial

Lubang anting atau tindik sebenarnya sudah ada sejak zaman kuno ratusan bahkan puluhan ribu tahun yang lalu. Dalam catatan sejarah, suku-suku primitif melakukan tindik sebagai bagian dari ritual adat dan penunjuk identitas derajat sosial.

Para arkeolog bahkan menemukan mumi manusia yang berasal dari 5 ribu tahun yang lalu memiliki tubuh yang ditindik. Para peneliti juga menemukan tindik tubuh yang berkaitan dengan peradaban kuno, yaitu Aztec dan Maya. Suku Aztec menindik lidah mereka sebagai sebuah ritual spiritual yang diyakini dapat mendekatkan mereka kepada Tuhannya.

Selain itu, para prajurit suku tersebut juga menindik hidung mereka dengan taring babi hutan sehingga menghasilkan lubang yang besar pada hidung. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengintimidasi anggota suku lainnya.

Inilah Sejarah Kenapa Wanita Punya Lubang Anting | Breaktime
semakin lebar lubang telinganya dianggap semakin cantik

Suku Indian juga merupakan contoh suku kuno yang melakukan ritual melubangi telinganya. Ritual yang disebut okipa ini diperuntukkan bagi pria yang akan diangkat menjadi tentara atau panglima perang. Sedangkan, wanita yang mengenakan anting di masa itu, menunjukkan status sosial atau hubungan mereka dengan sang panglima atau identitas sosial lainnya.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa suku yang melakukan ritual menindik telinganya seperti yang dilakukan oleh suku Asmat dan suku Dani di Papua. Pria bersuku Asmat menindik telinga mereka dengan tulang belikat babi sebagai penanda memasuki tahap dewasa.

Suku Dayak pun melakukan ritual yang sama sejak abad ke-17. Namun, tidak sembatangan orang boleh melubangi telinganya karena lubang anting hanya dilakukan oleh kepala suku atau panglima perang. Perempuan Dayak juga melubangi telinganya dengan diberi anting berat agar cuping telinga semakin lebar. Menurut kepercayaan mereka, semakin besar lubang daun telinga, semakin cantik dan tinggi pula status sosialnya.

Inilah Sejarah Kenapa Wanita Punya Lubang Anting | Breaktime
Anting modern yang cantik

Berkembang lebih modern

Torehan sejarah itulah yang kemudian dibudayakan dan dibelokkan hingga ke zaman modern. Wanita suku kuno memang terlihat anggun dan cantik saat ada benda menggantung di telinganya. Pergeseran demi pergeseran kebiasaan melubangi anting pun semakin diperbaiki. Tidak lagi menggunakan kayu yang berat atau logam-logam seperti di zaman kuno, kini anting dibuat secantik mungkin agar nyaman dipakai dan tidak sakit. Tak heran jika kini wanita tak bisa lepas dari anting.

Nah, itulah sejarah asal mula ada lubang anting untuk para wanita (dan juga pria). Sudah terjawab kan rasa penasarannya? (nap)

Share This Article