Yang Terjadi Saat Anda Menangis di Luar Angkasa | Breaktime
Yang Terjadi Saat Anda Menangis di Luar Angkasa
12.10.2017

Lewat sebuah diskusi interaktif lewat sosial media di Twitter dengan menggunakan hashtag #AstronautProblem, lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA menjawab berbagai pertanyaan dari masyarakat awam mengenai berbagai aspek kehidupan para astronot selama berada di stasiun luar angkasa. Sebuah pertanyaan yang terdengar remeh namun cukup menggelitik ditanyakan oleh akun Twitter Dan Kiazyk yang bertanya mungkinkah astronot menangis di luar angkasa. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh astronot Kanada, Chris Hadfield secara gamblang melalui akun Twitternya. Beliau bahkan memberikan video singkat yang menjelaskan keunikan fenomena menangis di luar angkasa. Apakah pertanyaan serupa juga pernah terlintas di benak B’timers?

Pada 28 April 2013, Chris Hadfield menerangkan mengenai peristiwa yang rupanya juga bisa dialami oleh astronot, sama halnya dengan manusia di Bumi. Sebelumnya, Chris juga pernah beberapa kali menerangkan berbagai fenomena unik yang terjadi di luar angkasa, termasuk bagaimana astronot menyikat gigi dan mencuci rambut mereka selama melayang-layang di spaceship yang memiliki gravitasi nol. Stereotype umum menanamkan pemahaman bahwa segala benda pasti melayang-layang di luar angkasa. Namun apakah hal yang sama juga terjadi pada airmata yang diteteskan saat Anda berada di luar angkasa?

Melalui video yang diunggahnya tersebut, Chris tidak serta-merta menangis, namun meneteskan air mineral ke sudut matanya seakan dirinya baru saja menangis. Rekaman itu menunjukkan bahwa air yang diteteskan di sudut matanya tidak menggenang lalu menetes begitu saja menuruni pipi seperti yang umumnya terjadi di Bumi. Sebaliknya, tetesan air tersebut malah terkumpul menyerupai bentuk bola di sudut matanya. Chris bahkan bisa menambahkan beberapa tetes air hingga bola air bertambah besar dan bergerak melintasi hidungnya menuju mata satunya. Chris menuturkan bahwa dalam keadaan microgravity, mata masih dapat memproduksi cairan airmata namun tidak bisa menetes dan malah menggumpal menjadi bola air. Artinya? Tentu saja astronot masih bisa menangis di luar angkasa, hanya saja airmata tidak akan menetes menuruni pipi seperti biasa. 

Yang Terjadi Saat Anda Menangis di Luar Angkasa | Breaktime
Astronot Kanada, Chris Hadfield yang mendemonstrasikan fenomena menangis di luar angkasa

Fenomena menangis mungkin bukanlah prioritas utama yang dipelajari para astronot di International Space Station. Pertanyaan yang pada akhirnya dijawab oleh Chris Hadfield tersebut juga bukan pertama kalinya seorang astronot tergelitik mengenai fenomena menangis di luar angkasa. Menangis merupakan hal manusiawi, sehingga siapapun bisa dan berhak untuk menangis. Tak terkecuali astronot yang bertugas di stasiun luar angkasa sekalipun. Fenomena menangis yang dialami astronot tersebut juga pernah dialami secara langsung oleh Andrew Feustel, seorang astronot Amerika yang pada suatu ketika tengah menjalani tugas spacewalk rutin. Sesudah sekitar 5 jam melayang-layang di samping wahana antariksa ISS, Andrew merasakan ada suatu benda yang mengganggu di permukaan bola matanya. Bisakah B’timers membayangkan perasaan seorang astronot yang mengapung di luar angkasa dengan gravitasi nol dan berada dalam spacesuit sehingga tak bisa dengan mudah menggosok matanya sendiri?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Spesifikasi Generasi Terbaru Xiaomi Redmi Note 5

Meski nampak sepele, benda kecil di sudut mata Andrew tersebut lama-kelamaan semakin terasa mengganggu. Kemudian, Andrew berupaya menggosok matanya menggunakan spons kecil yang berada di dalam helm luar angkasanya. Spons tersebut ssejatinya berfungsi untuk menutup hidung selagi tubuh astronot menyesuaikan diri dengan tekanan udara di orbit. Andrew sendiri bertanya-tanya berapa lama gumpalan yang ternyata merupakan bola besar airmata tersebut akan menimbulkan sensasi mengganggu dan menghalangi pandangannya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Mengintip Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S9

Tak hanya mengganggu, bola airmata yang menggumpal tersebut juga cenderung menimbulkan sensasi ketidaknyamanan hingga menyisakan rasa sakit di permukaan mata Anda. Berbeda dengan menangis yang merupakan hal biasa di Bumi, menangis di luar angkasa menjadi suatu aktivitas fisik yang cenderung mengganggu. Alih-alih menghapus rasa sedih dan tekanan batin dengan menangis hingga lega, gumpalan airmata yang etrbentuk malah menimbulkan sensasi aneh bagi para astronot. Padahal, banyak hal yang bisa membuat astronot menangis, sebut saja kerinduan akan kampung halaman maupun pemandangan luar angkasa yang spektakuler nan mengharukan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Oh, Ternyata Ini Alasan Whatsapp Diblokir China

B’timers tentu tak perlu khawatir karena bola airmata tersebut tak selamanya menyakitkan bagi para astronot. Semakin besar gumpalan bola air yang terbentuk, liquid ball tersebut akan melayang menjauhi mata Anda dan mengapung dengan cantik di zero gravity. Apakah B’timers penasaran untuk emrasakan sensasi menangis di luar angkasa nanunik tersebut?  (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE