Tokoh di Balik Cinderella dan Puss In Boots? | Breaktime
Siapa Tokoh di Balik Dongeng Cinderella dan Puss In Boots?
12.01.2016

Apakah Anda termasuk orangtua yang selalu membacakan dongeng sebelum tidur untuk buah hati, B’timers? Dongeng apa yang menjadi favorit mereka? Putri Tidur, Puss in Boots, atau Si Kecil Berkerudung Merah?

Apapun judul dongengnya, pasti Anda sudah kenal dengan kalimat ini “once upon a time,…, and happily everafter”. Tapi mungkin belum banyak yang tahu siapa tokoh di balik dongeng tersebut.

Tokoh di Balik Cinderella dan Puss In Boots? | Breaktime
Selain Bruder Grimm, ada pula Charles Perrault

Siapa Charles Perrault?

Banyak yang merasa penasaran dengan tampilan Google Doodle hari ini, yakni kereta kuda serta seorang pangeran tampan dengan putri cantik yang tertidur. Karena, ternyata tepat hari ini, sang penulis dongeng tersebut berulang tahun, lho!

Ya, lahir pada 12 Januari 388 tahun yang lalu dalam sebuah keluarga kaya di Paris, Perancis, dia sudah menulis banyak buku. Tapi, akan selalu dikenang karena satu: dongeng dari masa lalu, dengan pesan moral yang dapat diambil.

Dan, yang mengejutkan adalah, Charles baru mulai menulis dongeng setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai pengacara, tepatnya saat hampir berumur 70 tahun.

Tokoh di Balik Cinderella dan Puss In Boots? | Breaktime
Membaca cerita untuk anak-anak dapat meningkatkan kedekatan

Manfaat dongeng

Kita tentu percaya, bahwa cerita-cerita fantasi seperti dongeng, tidak hanya membantu anak-anak cepat tidur, tetapi juga mengajarkan mereka tentang bagaimana menghadapi kesulitan dalam hidup. Tapi, mengapa menggunakan dongeng dianggap lebih baik daripada menceritakan sesuatu yang nyata?

Banyak orangtua yang menggunakan dongeng sebagai media sarana untuk mengajarkan keberanian pada anak. Selain itu saat orangtua, khususnya para ibu membacakan dongeng, mereka harus pandai menggunakan intonasi dan mimik wajah, ketika itulah terjalin kedekatan dengan sang buah hati. Bagi anak-anak, itulah waktunya keajaiban menjadi kenyataan.

Dongeng juga bisa berakibat buruk?

Selain berterima kasih karena melalui dongeng, anak-anak dapat mengambil nilai positif yang tersembunyi, Anda ternyata harus tetap waspada, B’timers! Mengapa?

Dari dongeng, kita mengajarkan pada mereka, bahwa hidup itu akan selalu berakhir dengan bahagia. Seperti bertemu dengan pangeran tampan, lalu menikah, dan tinggal di istana besar yang indah. Bahkan di dongeng lain, ada yang menceritakan tentang pertumpahan darah.

Lalu bagaimana agar anak kita tetap terhibur dengan adanya jam dongeng sebelum tidur, dan tetap mau berusaha untuk mendapatkan hidup yang indah? Anda bisa menambahkan akhir dongeng versi Anda sendiri, B’timers. “Dan sang putri menikah dengan pangeran, lalu mereka hidup bersama, terkadang mereka sedih, terkadang mereka bahagia”. (NO)

Share This Article