Semangat dan Potensi Industri Kreatif Indonesia | Breaktime
Semangat dan Potensi Industri Kreatif Indonesia
26.09.2016

Harapan dan semangat untuk menggebrak persaingan global lewat ekonomi kreatif menggema selama perhelatan tahunan Ideafest 2016, B’timers. Hal ini disambut animo masyarakat yang positif semenjak acara Ideatalks yang dihadiri oleh 2000+ pengunjung, pada hari sebelumnya, program Conference (konferensi) dan Indovidfest kembali menjadi magnet yang menarik perhatian 3000+ pengunjung untuk datang dan mencari inspirasi, langsung dari para tokoh industri kreatif dan digital, baik dari dan luar negeri. 

Anies Baswedan membuka rangkaian konferensi dengan topik “Your Question. His Answer. About Indonesia”. Menurut mantan menteri pendidikan ini, Indonesia punya optimisme yang besar, jadi harus dipacu oleh berbagai pandangan positif untuk bisa melahirkan dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Berawal dari sini, beliau mengundang para peserta untuk tidak tinggal diam, namun siap bernegara dan ikut ambil bagian dalam pembangunan Indonesia, sesuai porsinya masing-masing. 

Di sesi lainnya, Walikota Bandung Ridwan Kamil, share dengan para peserta tentang modal untuk membuat perubahan. Jadi, bukan sekedar kreativitas tetapi juga kemauan untuk menjemput perubahan itu sendiri. Walikota yang akrab disapa Kang Emil ini, memaparkan gagasan-gagasan kreatifnya yang ia realisasikan selama memimpin Bandung sampai sekarang, di antaranya Bandung Creative Design Center, Taman Film dan website Iuran (Inovasi Urang-Urang Bandung). Beliau juga memiliki visi untuk menjadikan Bandung sebagai “Sillicon Valley” setelah sebelumnya dinyatakan sebagai First Digital Economy City in ASEAN oleh Facebook.

Semangat dan Potensi Industri Kreatif Indonesia | Breaktime
Ideafest menggerakkan industri kreatif Indonesia

Pada hari yang sama, Hooi Ling Tan, CoFounder dan COO Grab, yang mengaku takjub dengan perkembangan layanannya di Indonesia, mengaku salah satu kunci kesuksesan perusahaannya ialah pendekatan pasar yang hyperlokal. CEO Blue Bird Group, Noni Purnomo juga tampil dengan memperkenalkan semangat perusahannya yang siap dan tanggap dengan perubahan. Di sesi selanjutnya HB Naveen, dari Falcon Pictures, perusahaan yang mendalangi lahirnya rentetan blockbuster Indonesia seperti “Warkop DKI Reborn”,”My Stupid Boss”, dan “Comic 8” berbagi resep kesuksesannya dalam industri film. 

Pada conference ini, salah satu sesinya juga membahas tentang kiat mengembangkan bisnis digital dari tingkatan start up sampai menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar AS, bersama Andi Boediman (Ideosource), Wilson Cuaca (East Ventures), William Tanuwijaya (CEO Tokopedia) dan Lingga Madu (Salestock). Edho Zell dan Agung Hapsah juga berbagi di dua sesi yang berbeda, mengenai perkembangan video online dan potensi yang diberikannya. Keduanya juga menghimbau tentang pentingnya konten yang positif mengingat video online banyak dikonsumsi oleh anak-anak. 

Disamping memberikan inspirasi, Ideafest 2016 juga terus memberi apresiasi bagi para wirausaha sosial dengan menobatkan Andi Hilmy, pendiri GEN OIL dari Makassar, Sulawesi Selatan sebagai pemenang kompetisi “Ideas for Indonesia” tahun ini. Bersama kelima temannya, Andi Hilmy mengolah minyak menjadi biodiesel untuk membantu perekonomian sekaligus sumber daya manusia di Makassar. Sebagai hadiah, Andi akan mendapatkan perjalanan edukasi ke Inggris bersama British Council. (ideafest)

Share This Article