Secara Ilmiah, Hantu dan Jin Itu Beneran Adakah? | Breaktime
Secara Ilmiah, Hantu dan Jin Itu Beneran Ada Nggak, Sih?
03.12.2015

Apakah B’timers percaya dengan keberadaan hantu? Jawaban ini bisa sangat realtif tergantung pengalaman diri selama ini, ya. Namun, tahukah Anda penjelasan ilmiah di balik sosok penampakan makhluk halus tersebut?

Profesor Olaf Blanke yang memimpin tim penelitian Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL), University of Switzerland mengungkap bahwa hantu adalah hasil gangguan otak manusia yang kemudian menciptakan ilusi bayangan, sosok, atau suara. Nah, gabungan dari gangguan imajinasi itulah yang kemudian menjelma menjadi sosok menakutkan seperti hantu.

Hasil ini didapat Profesor Olaf setelah mengujinya dengan perangkat robotik sebagai sinyal sensorik di otak sukarelawan. Hanya membutuhkan waktu sekitar 500 milidetik saja, relawan langsung berhalusinasi dengan memunculkan imajinasi hantu yang mereka ciptakan dalam otak.

Sensasi melihat hantu ini terjadi ketika hormon serotonin, yakni neurotransmitter yang diproduksi otak muncul dalam kadar yang tinggi. Padahal, serotonin bersifat halusinogen yang menyebabkan konsentrasi berkurang dan mempermudah proses halusinasi. Maka tak heran bila supir yang mengantuk kerap melihat penampakan aneh saat berkendara. Sebab, mereka tengah berada di bawah pengaruh serotonin.

Secara Ilmiah, Hantu dan Jin Itu Beneran Adakah? | Breaktime
Hantu bisa jadi halusinasi tapi juga bisa jadi penjelmaan jin

Meski begitu, bukan berarti B’timers menafikan keberadaan makhluk halus, ya. James Hopwood Jeans, fisikawan dan matematikawan ternama dari Inggris mengupas seputar dunia gaib ini dalam bukunya “The Universe Around Us.” Makhluk halus atau yang akrab disapa jin diperkirakan memiliki spektrum inti atom yang sangat teratur dan mampu bergerak dengan kecepatan puluhan ribu mil per detik.

Semua itu terjadi karena adanya eter, sebuah senyawa unik yang melayang-layang dengan kecepatan sangat tinggi yang susah ditangkap oleh indera. Bahkan, diprediksikan kecepatan yang dimiliki bangsa Jin tersebut lebih tinggi dari kecepatan cahaya yang menjadikan B’timers susah untuk melihatnya.

Analoginya adalah ketika B’timers melempar batu dengan tenaga penuh yang menjadikan batu tersebut mampu berpindah tempat dalam waktu sekian detik dengan perpindahan yang nyaris tak terlihat. Maka, bangsa Jin memiliki kecepatan yang lebih tinggi dari itu.

Dalam literatur Islam sendiri disebutkan bahwa Jin mampu masuk ke dalam tubuh manusia melalui jalan darah. Jadi wajar saja bila terjadi beberapa gangguan otak yang mampu mengacaukan hormon hingga keseimbangan tubuh.

Sekilas memang susah untuk membuktikan keberadaan Jin karena tak mampu ditangkap oleh indera. Namun, sang Pencipta memang sengaja memberikan batasan kemampuan pada indera B’timers. Jikalau semua hal memang bisa diindera, bukankah Anda sanggup mendengar semua suara atau melihat berbagai hal dari setiap sumber tanpa batas  ruang dan waktu?

So, hantu bisa jadi muncul akibat halusinasi tubuh ketika Anda kelelahan atau takut berlebihan. Tapi, hantu juga bisa jadi penjelmaan bangsa Jin yang memiliki eter lebih cepat dari kecepatan cahaya dan sengaja masuk ke dalam pembuluh darah mengacaukan sistem hormon pada otak. (vsc)

Share This Article