Rahasia Kelam di Balik Industri Smartphone | Breaktime
Rahasia Kelam di Balik Industri Smartphone
30.11.2017

Bagi manusia generasi milenial, kepemilikan smartphone sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok. Tak hanya orang dewasa atau remaja saja, bahkan anak-anak yang masih duduk di Sekolah Dasar pun sudah mulai ahli menggunakan smartphone. Ada banyak sekali tipe smartphone yang beredar di pasaran, sehingga kalaupun smartphone Anda sedikit rusak Anda bisa membeli smartphone baru dengan perbandingan harga yang relatif lebih terjangkau. Iya, kan?

Tapi, B’Timers juga pasti sudah sering mendengar berita tentang efek buruk dari smartphone terhadap penggunanya. Dan ternyata, bahkan industri pembuatan smartphone pun sebenarnya sudah diselubungi dengan hal-hal kelam yang menjadi kontroversi. Walaupun sayangnya tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengetahuinya. Seberapa dalamkah sisi gelap dari teknologi smartphones?

Industri smartphones merupakan salah satu jenis industri teknologi yang paling pesat berkembang. Dari ke tahun-tahun perusahaan-perusahaan besar smartphone kian bermunculan, dan perusahaan besar tersebut memperkerjakan jutaaan pekerja. Dan berhubung perusahaan gadget tersebut menghasilkan keuntungan yang massive, maka sudah pasti para karyawan pun akan mendapatkan berbagai macam kompensasi, kan?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Menyemai Benih ala Bercocok Tanam Hidroponik

Nope. Dan ini bukan tentang upah kerja, B’Timers. Kompensasi yang dimaksud di sini adalah pelayanan kesehatan yang memadai, karena hampir seluruh buruh perakit smartphone yang Anda gunakan berkutat dengan zat-zat kimia berbahaya. Salah satu dari zat berbahaya itu adalah n-hexane, yaitu cairan kimia yang digunakan untuk membersihkan layar smartphone Anda agar terlihat jernih dan kinclong.

Cairan kimia ini terbuat dari bahan minyak mentah yang mengandung bahan racun. Paparan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan gejala-gejala keracunan seperti sakit kepala, mual, gampang merasa lelah, hingga kerusakan permanen terhadap syaraf otak. Dikombinasikan dengan sistem ventilasi ruangan yang buruk dan prosedur keamanan yang tidak sesuai, tidak mengherankan jika lebih dari 30 buruh pegawai perusahaan elektronik Fangtan Huawei dilarikan ke rumah sakit akibat kontaminasi zat racun tersebut. Which is btw, perusahaan itu merupakan salah satu dari supplier komponen untuk produk iPhone. 

Rahasia Kelam di Balik Industri Smartphone | Breaktime
Resiko kontaminasi yang jadi makanan buruh smartphones

Dan omong-omong soal komponen smartphone, baterai smartphone Anda pun dibuat dengan kucuran keringat dan penderitaan orang lain, lho. Masyarakat di China terpaksa menderita berbagai macam masalah kesehatan gara-gara lingkungan tempat mereka hidup tercemar oleh aktivitas pertambangan batu grafit. Grafit adalah bebatuan karbon berwarna hitam yang digunakan sebagai unsur pembentuk baterai smartphone, dan pertambangan batuan alam tersebut mengakibatkan serbuk grafit pekat bertebaran di udara dan mengkontaminasi udara, tanah hingga air.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Wajah Baru Nokia Steel Edisi Terbatas

Akibatnya sudah bisa ditebak, kan? Tanaman pangan layu sehingga penduduk China mengalami gagal panen besar-besaran, ditambah lagi dengan polusi air dan polusi udara yang mengakibatkan penduduk sekitar terserang berbagai macam wabah penyakit. Ironisnya, pihak perusahaan dan pemerintah China sendiri cenderung menutup-nutupi hal tersebut. Bahkan bukannya bersatu padu untuk mencari jalan keluar, mereka justru sibuk membungkam media pers mengenai keadaan lingkungan yang memprihatinkan tersebut.

Eksploitasi Sumber Daya Manusia dan Alam tidak hanya terjadi di Negara Tirai Bambu saja, B’Timers. Di Republik Congo, sebanyak 100,000 pekerja tambang bekerja membanting tulang untuk mengeruk bebatuan kobalt yang juga menjadi unsur penting dalam smartphones Anda. Yang membuat ngeri adalah fakta bahwa tidak ada safety procedures whatsover yang diterapkan selama kegiatan penambangan. Para pekerja tersebut tidak mengenakan helm atau sarung tangan, padahal mereka mengeruk bebatuan tersebut secara manual dengan tangan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Stop Lakukan Ini Saat Bermain Smartphone!

Mereka juga tidak dibayar dengan upah yang pantas, bahkan ada kalanya mereka tidak dibayar sama sekali. And the worst thing is, menurut data UNICEF sebanyak 40,000 orang pekerja tambang tersebut adalah anak-anak.

Dan mungkin dengan informasi di atas bisa membuat kita refleksi diri, salah satunya adalah agar tidak terlalu gampang menghamburkan uang untuk beli smartphone baru. (dkp)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE