Rahasia di Balik Terciptanya Android (Part 2) | Breaktime
Rahasia di Balik Terciptanya Android (Part 2)
24.08.2015

Bagi B’timers yang sebelumnya sudah mengikuti sejarah terciptanya Android, berikut ini adalah lanjutan dari kisah operating system yang terus memiliki pengguna dari berbagai negara tersebut.

Di penghujung tahun 2007, Google membentuk aliansi dan menjalin kerja sama dengan beberapa produsen perangkat mobile dunia, seperti HTC, Sony, Dell, Intel, Motorola, Qualcomm, Texas Instruments, Samsung Electronics, LG Electronics, T-Mobile, Sprint Nextel, Nvidia dan Wind River Systems. Aliansi tersebut dinamakan Open Handset Alliance (OHA) yang berfungsi untuk mengembangkan Open Standards atau Open Formats yang nantinya dapat digunakan di dalam perangkat komunikasi.

Setelah mendapatkan desain dan nama untuk operating system terbarunya itu, sekaligus merilis Android versi merekanya yang pertama, Google dan para anggota OHA sepakat untuk mengembangkan sistem operasi mobile tersebut agar dapat bersaing dengan platform mobile lainnya, seperti iOS, Windows Mobile, Symbian dan BlackBerry.

Aturan wajib yang harus dipatuhi dan dijalankan oleh setiap anggota OHA adalah dengan menciptakan smartphone yang dapat terintegrasi penuh dengan Android dan tidak boleh melakukan kompetisi antara sesama anggota agar komunitas serta ekosistem dalam payung Android tetap kondusif.

Pengembangan Android versi pertama itu membutuhkan waktu sekitar satu tahun lamanya. Dengan menggandeng HTC, Google secara resmi meluncurkan smartphone yang menggunakan OS Android 1.0 pertama yang dinamakan HTC Dream (T-Mobile G1) pada tanggal 22 Oktober 2008 dan hanya diedarkan di Amerika Serikat. Sayangnya, dikarenakan operating system ini masih belum banyak dikenal dan publikasinya belum merata, maka penjualan G1 kurang begitu memuaskan.

Agar dapat mendongkrak hasil penjualan, maka Google memutar otak untuk memperbaiki sisi interface dari Android 1.0 dengan menggandeng perusahaan asal Swedia The Astonishing Tribe (TAT). Sayangnya, kerjasama antara keduanya tidak berlangsung lama karena selain Google, TAT juga memiliki ikatan kontrak kerjasama dengan Research In Motion (RIM) untuk mengerjakan interface BBX . Dikarenakan hal itu, Google mengakhiri kerjasama tersebut dan mengembangkan User Interface (UI) sendiri.

Tidak membutuhkan waktu lama atau hanya berselang beberapa bulan saja, tepatnya di tanggal 9 Februari 2009, Android 1.1 kembali diluncurkan dengan perbaikan dari sisi keamanan, pembenahan bugs dan menambahkan banyak fitur serta UI baru. OS baru ini tetap digunakan di dalam G1. Walaupun tidak diumumkan secara resmi, akan tetapi banyak rumor yang mengatakan bahwa codename dari Android 1.1 ini adalah Petit Four.

Dari semua versi Android, hanya Android 1.0 dan 1.1 yang tidak menggunakan nama kue
Dari semua versi Android, hanya Android 1.0 dan 1.1 yang tidak menggunakan nama kue

Hanya berselang beberapa minggu saja, Google sekali lagi merilis Android 1.5 yang dinamakan Cupcake atau nama kue pertama yang digunakan oleh perusahaan raksasa satu ini. Penggunaan nama kue untuk OS Android ini karena hal tersebut merupakan keputusan internal dan setiap versinya akan terus menggunakan nama makanan sesuai abjad.

Juru bicara Google, Randall Safara menjelaskan bahwa kenapa harus dimulai dengan Cupcake atau huruf C, karena untuk Android 1.0 dan 1.1 yang awalnya akan dinamakan Astro dan Bender tersandung masalah hak cipta, maka nama keduanya diganti dengan Alpha dan Beta yang tidak pernah dipublikasikan ke publik.

Masih di tahun yang sama, pada tanggal 15 September 2009, Google kembali merilis Android versi baru yaitu Android 1.6 Donut yang menggunakan Linux kernel 2.6.29. Tentu saja, ada banyak kelebihan dari Donut dibandingkan dengan Cupcake. Tidak hanya itu saja, Donut juga sudah support dengan CDMA/EVDO, 802.1x, VPNs dan resolusi layar QVGA, HVGA, WVGA, FWVGA, qHD dan 720p.

Tak mau menunggu terlalu lama untuk memberikan update, Android 2.0 Enclair dirilis ke pasaran pada tanggal 26 Oktober 2009 dan dilanjutkan dengan Android 2.0.1 Enclair tanggal 3 Desember 2009 serta pada tanggal 12 Januari 2010, Android 2.1 Enclair diluncurkan.

Sejak tanggal 20 Mei 2010 sampai dengan 21 November 2011, Google telah merilis Android dengan nama Froyo, mulai versi 2.2 sampai dengan 2.2.3. Android Gingerbread mulai versi 2.3-2.3.7 dirilis mulai tanggal 06 Desember 2010 sampai tanggal 21 September 2011.

Setelah Alpha, Beta, Cupcake, Enclair, Froyo dan Gingerbread, pada tanggal 22 Februari 2011, Google merilis Android versi baru atau versi 3.0 yang dinamakan Honeycomb. Sayangnya, versi satu ini kurang begitu laris di pasaran.

Semakin seru, kan, B’timers? Tenang, kisah sejarah Android masih panjang, kok. Tetap ikuti lanjutan ceritanya, ya.

Share This Article