Rahasia di Balik Terciptanya Android (Part 1) | Breaktime
Rahasia di Balik Terciptanya Android (Part 1)
21.08.2015

Selain perangkat mobile pintar dengan operating system iOS atau juga Windows Phone, smartphone berbasis Android menjadi gadget paling diminati. Hal ini dikarenakan penetrasi para produsen ke pasar dan juga variasi untuk smartphone berbasis Android ini sangat beragam.

Mungkin B’timers masih ingat di tahun 2000-an, Nokia yang saat itu masih menggunakan Symbian masih menjadi ponsel favorit tidak hanya di Indonesia akan tetapi juga di seluruh dunia. Sayangnya, popularitas Nokia surut setelah ponsel pintar dari Kanada, BlackBerry mengibarkan panji-panjinya.

Secara serentak Nokia dan ponsel-ponsel berbasis Symbian lainnya tersapu dan tergencet kedigdayaan BlackBerry. Perangkat mobile pintar buatan Research In Motion atau RIM (sekarang berganti menjadi BlackBerry), terus menunjukkan kekuatannya selama beberapa tahun dan terus menghancurkan posisi ponsel-ponsel feature yang ada.

Pada tanggal 22 Oktober 2003, Andy Rubin (Co-Founder Danger), Rich Miner (Co-Founder Wildfire Communications Inc), Nick Sears (VP T-Mobile) dan Chris White (Pimpinan desain dan Interface Development di WebTV), mendirikan sebuah perusahaan di Palo Alto, California, bernama Android Inc.

Android Inc memiliki fokus untuk pembuatan segala software untuk gadget
Android Inc memiliki fokus untuk pembuatan segala software untuk gadget

Sayangnya, bersamaan dengan pengembangan software untuk perangkat mobile berbasis Linux kernel tersebut, Android Inc kekurangan dana dan akhirnya harus berhutang. Sempat menjadi start-up selama 2 tahun, pada bulan Juli 2005, Google mengadakan pertemuan dengan jajaran direksi Android Inc terkait wacana akuisisi.

Pada tanggal 17 Agustus 2005, Google sukses mengakuisisi Android Inc termasuk semua orang yang ada di dalamnya dengan mahar sebesar USD 50 juta. Walaupun tidak ada penjelasan terkait alasan pengakuisisian Android Inc, akan tetapi pihak Google tetap optimis bahwa apa yang sudah mereka beli pasti akan menjadi satu hal yang besar suatu saat nanti.

Uniknya, setelah proses akuisisi berhasil, Google dan segenap orang-orang lama di Android Inc, tidak menunjukkan mobilitas yang berarti. Bahkan tidak sedikit yang menyoroti bahwa pengakuisisian tersebut hanyalah program ‘buang-buang uang’ belaka. Terkait dengan sorotan tersebut, Google menjelaskan bahwa mereka ingin membantu para developer untuk mengembangkan Android SDK atau cikal bakal operating system Android sekarang ini.

Seiring waktu berjalan, muncul rumor baru yang mengatakan bahwa Google ternyata ingin terjun dan bersaing di dunia mobile, untuk bersaing dengan Symbian, Windows Mobile dan BlackBerry. Bahkan di akhir tahun 2006, ada rumor bahwa ‘senjata’ Google untuk dunia mobile sudah tercipta dengan codename Sooner.

Lama tidak ada tanggapan, akhirnya di awal tahun 2007, muncul prototipe OS Android versi beta yang dapat dioperasikan hampir di semua perangkat mobile dan Personal Digital Assistant (PDA) serta terkoneksi dengan beberapa jaringan operator di Amerika Serikat.
Setelah versi prototipe muncul di awal tahun, pada bulan September 2007, Google mematenkan beberapa aplikasi yang terkait dengan operating system besutannya itu. Dan pada bulan November 2007, Android beta version dirilis dan diperkenalkan ke publik.

Terkait dengan perilisan Android versi pertama ini, publik masih bertanya-tanya apa nama sebenarnya dari operating system tersebut. Ada yang mengatakan Android Astro Boy, Bender sampai dengan R2-D2.

Sekarang, Irina Blok bekerja di divisi desain grafis di Google
Sekarang, Irina Blok bekerja di divisi desain grafis di Google

Nama-nama tersebut mengacu pada robot dikarenakan pada awal perilisannya, Google masih tidak memiliki logo dan nama untuk operating system barunya itu. Pada tanggal 5 November 2007 atau 5 hari sebelum perilisan Android pertama, seorang karyawan Google di divisi Marketing Communications bernama Irina Blok membuat satu desain berbentuk robot hijau yang mengadopsi sebuah desain robot pada permainan Atari, yaitu Gauntlet.

Ketika menyodorkan ke divisi yang mengurusi Android, Irina mengatakan bahwa nama robot buatannya itu adalah Bugdroid. Namun dikarenakan kurang menjual, maka Bugdroid diganti menjadi Android yang mengacu pada nama perusahaan milik Andy Rubin.

Sedangkan warna hijau tersebut merupakan representasi dari warna standar printer PMS 376C dengan warna hex #A4C639. Irina menjelaskan bahwa warna hijau untuk desainnya itu sangat kontras dengan hampir semua warna yang ada.

Masih ingin mengetahui lanjutan sejarah dari Android ini, B’timers? Tunggu artikel selanjutnya, ya!

Share This Article