Menyemai Benih ala Bercocok Tanam Hidroponik | Breaktime
Menyemai Benih ala Bercocok Tanam Hidroponik
28.11.2017

Aktivitas berkebun atau bercocok tanam kini kian digemari oleh berbagai kalangan. Selain menjadi hobi menyenangkan, bercocok tanam juga bisa menambah kesejukan di area tempat tinggal sekaligus menjadi sumber pasokan oksigen hingga aneka sayur dan buah-buahan secara mandiri. Seperti halnya makhluk hidup lainnya, tanaman memiliki syarat hidup tersendiri. Namun tahukah Anda bahwa selain cahaya matahari, air, nutrisi, dan udara, tanah bukanlah syarat khusus bagi tumbuhnya tanaman?

Tanpa tanah, tanaman rupanya bisa dikembangbiakkan dengan memanfaatkan media lainnya. Teknologi hidroponik hadir sebagai salah satu alternatif teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, melainkan memanfaatkan air dan media lainnya. Teknik hidroponik tentunya sangatlah tepat bagi B’timers yang tinggal di area dengan keterbatasan lahan, seperti Jakarta dan kota metropolitan lainnya. Pada dasarnya, teknik menanam pohon ala hidroponik sama saja dengan bercocok tanam konvensional, yakni mulai dari pemilahan bibit, penyemaian, hingga beragam cara perawatan tanaman.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Wajah Baru Nokia Steel Edisi Terbatas

Sama halnya dengan bercocok tanam menggunakan tanah, teknik hidroponik juga bisa dilakukan dengan menggunakan benih tanaman yang telah didapatkan di toko pertanian maupun disiapkan sendiri. B’timers bisa menyiapkan benih tanaman sendiri sebagai sarana belajar bercocok tanam yang menyenangkan sekaligus menghemat biaya modal hidroponik. Siapkan benih tanaman lalu tentukan media penyemaian benih yang akan Anda gunakan. Beberapa jenis wadah semai berbeda memiliki kelebihan daya serap hingga kualitas tersendiri bagi benih tanaman. 

Menyemai Benih ala Bercocok Tanam Hidroponik | Breaktime
Menyemai bibit tanaman dengan menggunakan media rockwool

Rockwool merupakan salah satu media penyemaian yang sering digunakan dalam teknik hidroponik. Selain praktis digunakan, rockwool juga memiliki daya serap air yang tinggi sehingga menjamin kualitas benih tanaman. Siapkan pisau, gergaji, rockwool, pinset, serta benih tanaman. Potong rockwool dalam ukuran kecil dan menyesuaikan netpot yang akan digunakan, biasanya sekitar 2x2 cm atau 3x3cm. Selanjutnya, masukkan setiap potongan rockwool ke dalam tray semai dan buat lubang pada rockwool sedalam 1-2cm dengan menggunakan pinset. Lubang tersebut berfungsi untuk meletakkan benih tanaman. Buat satu lubang untuk tiap potongan rockwool agar hasilnya menjadi jauh lebih efektif.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Stop Lakukan Ini Saat Bermain Smartphone!

Untuk menanam kangkung, Anda sebaiknya membuat 4 hingga 5 lubang secara khusus sebelum memasukkan benih. Setelah mengisi setiap lubang rockwool dengan benih menggunakan pinset, siram dengan air bersih atau rendam dalam air sambil diangin-anginkan agar air yang masuk ke dalam rockwool tidak terlalu banyak. Untuk teknik rendam, B’timers bisa menyimpan rockwool di tempat teduh atau menutup dengan kresek maupun lapisan berwarna gelap lainnya agar tak terkena cahaya matahari langsung. Siram secara rutin dua kali sehari agar rockwool tidak kekeringan, lalu pastikan apakah benih telah muncul tunas sebelum dipindahkan ke media tanam.

Media air atau NFT (Nutrient Film Technique) juga merupakan teknik menanam ala hidroponik yang cukup populer. Teknik penyemaian yang satu ini memastikan akar benih tumbuh di lapisan nutrisi yang tidak terlalu dalam demi menjaga sirkulasi tanaman agar tetap mendapat asupan nutrisi, air, dan oksigen yang cukup. Gunakan tangki sebagai penampung, pipa, serta pompa. Gunakan beberapa pipa yang disusun untuk menanam tanaman, kemudian ditimpa dengan bak penampung pada posisi yang lebih rendah, sementara bagian tertingginya ditumpu oleh tiang. Selanjutnya, B’timers bisa langsung memasang pompa air untuk mengalirkan nutrisi yang terkandung di dalam air dengan maksimal.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Kelebihan Nokia Steel, Jam Pintar Masa Kini

Teknik penyemaian dengan media wick juga cukup banyak digunakan karena membutuhkan proses yang begitu mudah untuk dilakukan sendiri oleh para pemula. Alat dan bahannya juga mudah didapatkan, seperti botol air minum ukuran besar, alat pemotong, alat untuk melubangi seperti solder atau paku, kain flannel, serta sumbu kompor. Cara membuatnya mudah saja, yakni potong botol air minum bekas menjadi dua bagian lalu buat lubang pada setiap bagian tutup botol. Gabungkan keduanya lalu pasangkan kain flanel atau sumbu di lubang tutup botol. Pastikan agar media wick tersebut bisa menyerap nutrisi dari bagian bawah botol. Terakhir, tanam bibit hidroponik pada bagian atas botol.

Jadi, B’timers, teknik penyemaian bibit tanaman ala hidroponik manakah yang ingin Anda terapkan? Selamat bercocok tanam ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE