Menyelami Virtual Reality vs Augmented Reality | Breaktime
Menyelami Virtual Reality vs Augmented Reality
11.09.2017

Beberapa waktu lalu sempat heboh permainan Pokemon Go yang menampilkan para monster Pokemon yang seakan berkeliaran di sekitar Anda apabila diamati dari layar ponsel. B’timers mungkin belakangan ini mendapati berbagai lini smartphone yang bersaing dengan fitur virtual reality dan augmented reality. Kedua jenis perkembangan teknologi terbaru tersebut kini tengah menjadi topik perbincangan hangat di masyarakat dan mendapat perhatian yang menjanjikan dari media. Sekilas nampak mirip, virtual reality dan augmented reality ternyata memiliki beberapa unsur yang berlawanan. Sebenarnya apa sih perbedaan keduanya?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Mengungkap Foto Paling Pertama Di Dunia!

Dilansir dari situs augment.com, virtual reality (VR) atau realitas maya merupakan simulasi artifisial bikinan komputer atau re-kreasi dari situasi nyata. Teknologi ini memungkinkan B’timers untuk berinteraksi dengan lingkungan tiruan tersebut seakan muncul keluar dari imajinasi, karena Anda juga mendapatkan simulasi pendengaran bahkan gerakan selain dari simulasi visual dari gadget khusus. Dengan bahasa coding khusus yang disebut dengan VRML (Virtual Reality Modelling Language) yang menentukan rangkaian imaji dan jenis interaksi apa saja yang akan muncul. melalui VR, Anda dapat dibawa ke dalam realitas imajiner seperti di bioskop 3D maupun video game khusus dengan VR. Virtual reality juga bisa digunakan untuk melakukan pelatihan yang memerlukan pencitraan situasi asli, seperti simulasi terbang bagi para pilot. VR saat ini dapat Anda temukan melalui produk teknologi seperti Oculus Rift milik Facebook, Microsoft Hololens, maupun Google Glass.

Berbeda dengan VR yang sepenuhnya menggantikan kenyataan dengan menampilkan simulasi realitas baru, augmented reality (AR) atau realitas tertambah merupakan teknologi yang sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan dengan cara menggabungkan benda maya 2 dimensi maupun 3 dimensi dengan lingkungan nyata 3 dimensi. Permainan populer Pokemon Go merupakan salah satu aplikasi yang menggunakan fitur AR. Berbagai raksasa teknologi telah mengembangkan fitur AR dalam perangkat pintar mereka dan memungkinkan Anda melakukan banyak hal menakjubkan dan menampilkan karakter hologram yang seakan menyatu dengan dunia nyata, seperti menayangkan video maupun aplikasi surat elektronik yang seakan pop out dari layar ponsel. 

Menyelami Virtual Reality vs Augmented Reality | Breaktime
Simulasi pembedahan dengan menggunakan virtual reality

Meski berbeda, keduanya sama-sama merupakan fitur teknologi yang berfungsi untuk memperpanjang jangkauan realitas, dengan memberikan pengalaman yang lebih beragam dalam simulasi imajiner. VR dan AR kini tak lagi nampak sebagai unsur dari berbagai film science fiction nyata. Keduanya memungkinkan Anda untuk memasuki dunia imajiner yang bisa jadi memberikan deeper layer dalam beradaptasi dan interaksi dengan realitas baru. Pengembangan teknologi VR dan AR kelak akan memungkinkan tenaga medis untuk melakukan operasi jarak jauh maupun sebagai sarana terapi bagi penderita PTSD (Post Traumatic Stress Disorder).

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Di Jepang, Koran Bisa Ditanam dan Tumbuh
Menyelami Virtual Reality vs Augmented Reality | Breaktime
Pokemon Go merupakan salah satu aplikasi yang menggunakan fungsi augmented reality

Selain berbagai kesamaan di atas, VR dan AR juga memiliki beberapa perbedaan dalam hal tujuan maupun penyampaian. Keduanya merupakan refleksi terbalik bagi satu sama lain. VR menawarkan penciptaan ulang kehidupan nyata secara digital dan memunculkan realitas tersendiri yang sepenuhnya computer generated. AR, sebaliknya, menambahkan komponen-komponen maya / virtual seperti digital image, grafis, maupun sensasi pengindraan lainnya ke dalam lapisan dunia nyata serta memungkinkan adanya interaksi dalam kedua dunia nyata dan maya tersebut.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ngeri, 4 Gamers Meregang Nyawa Karena Ini!

VR biasanya disampaikan kepada pengguna melalui controller yang yang dipasang di kepala dan dikendalikan dengan tangan. Peralatan tersebut akan menghubungkan Anda dengan VR dan memungkinkan B’timers untuk mengontrol sendiri aksi Anda dalam dunia hasil simulasi tersebut. AR, sebaliknya, ditampilkan dalam layar perangkat seperti laptop atau smartphone untuk menampilkan interaksi dan perpaduan antara dunia maya bikinan grafis komputer dan dunia nyata tempat Anda berada.

Semoga B’timers sudah bisa membedakan antara virtual reality dan augmented reality ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE