Mengungkap Fakta Peluncuran Satelit Telkom 3S | Breaktime
Mengungkap Fakta Peluncuran Satelit Telkom 3S
16.02.2017

Tepat hari Rabu, 15 Februari 2017, Satelit Telkom 3S milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, sukses meluncur dari Guiana Space Center, Kourou, Guyana, Perancis pada pukul 04.39 WIB. Roket peluncur Ariane 5 berhasil lepas dari launch pad membawa satelit Telkom 3S menuju slot orbit 118 bujur timur. Peluncuran ini disaksikan langsung oleh Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga, sejumlah direksi dan komisaris Telkom, perwakilan pejabat Kementerian Kominfo, dan Kementerian BUMN.

Seperti yang diketahui kalau satelit 3S ini diluncurkan untuk menggantikan satelit Telkom 3 yang hilang orbit pada 2012 silam. Sebelum diluncurkan, tentu satelit Telkom 3S ini mengalami berbagai macam persiapan, B’timers. Dalam proses produksinya, perusahaan menggaet vendor asal Perancis, yaitu Thales Alenia Space.

Mengungkap Fakta Peluncuran Satelit Telkom 3S | Breaktime
Satelit Telkom 3S sukses mengangkasa

Vendor tersebut berkepentingan untuk membuat bodi satelit dan Arianespace yang berfungsi sebagai peluncur satelit. Satelit Telkom 3S ini memiliki 49 transponder. Itu terdiri dari 10 KuBand, 24 C Band, dan 8 extended. Masa operasi satelit ini diperkirakan mencapai 18 tahun atau aktif dalam kurun waktu 15 tahun. Untuk membuat satelit ini, Telkom mengeluarkan dana sebesar $ 200 – 250 juta atau sekitar Rp 2,6 – 3,3 triliun.

Satelit Telkom 3S sebesar 70% akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan internal perusahaan. Selain itu, transponder Ku-Band digunakan untuk memperkuat penetrasi broadband di Indonesia. Satelit Telkom 3S akan diletakkan di orbit 118 yang sebelumnya diisi oleh satelit Telkom 2. Satelit Telkom 2 ini masih aktif sampai 2022 dan akan dialihkan pada slot orbit 157.

Mengungkap Fakta Peluncuran Satelit Telkom 3S | Breaktime
Pembuatan satelit Telkom 3S mengeluarkan biaya fantastis!

Selain untuk memperkuat sinyal broadband di Indonesia, satelit Telkom 3S ini juga sangat berdampak positif bagi perekonomian nasional, khususnya di sektor pariwisata. Seperti yang diketahui bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dan tentu banyak pulau-pulau kecil yang tidak terkoneksi dengan infrastruktur telekomunikasi dan internet secara maksimal.

Dengan adanya satelit Telkom 3S ini diharapkan destinasi-destinasi yang sulit terjangkau infrastruktur telekomunikasi dan internet bisa mulai terjangkau dengan baik. Ini sudah pasti akan memudahkan dan membuat para wisatawan domestik maupun mancanegara bisa liburan dengan nyaman. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE