Mengenal Daeng Soetigna, Sang Maestro Angklung | Breaktime
Mengenal Daeng Soetigna, Sang Maestro Angklung
13.05.2016

Sudah membuka halaman pencarian Google, B’timers? Di sana Anda akan menemukan Doodle yang menampilkan seorang pria sedang mengajarkan sesuatu pada dua anak kecil sebagai muridnya. Itulah Daeng Soetigna, yang lahir pada 13 Mei 1908. Lantas, siapa sebenarnya Daeng Soetigna hingga kelahirannya diperingati Google?

B’timers, Daeng Soetigna adalah seorang guru musik, lebih tepatnya musik tradisional Indonesia bernama angklung. Bukan hanya sebagai guru seni sejak 1928, Daeng Soetigna merupakan sosok terhormat milik Indonesia yang telah menciptakan angklung diatonis. Apa istimewanya?

Mengenal Daeng Soetigna, Sang Maestro Angklung | Breaktime
Daeng saat mengajar angklung

Dengan angklung diatonis, Daeng sukses mendobrak permusikan tradisional Indonesia. Ia membuktikan bahwa alat musik tradisional juga bisa memainkan musik-musik internasional. Karena itu, saat Jepang datang ke Indonesia pada 1942, Daeng ditunjuk sebagai Kepala Sekolah Hollandsch Inlandsche School (HIS) yang belakangan namanya berganti menjadi Sekolah Rakyat.

Memiliki jiwa pendidik yang tinggi, tak menunggu waktu lama Daeng lantas membuka sekolahnya sendiri pada tahun 1950. Ia mengajarkan musik angklung pada anak-anak hingga orang dewasa untuk mengenalkan dan mengangkat musik angklung ke kelas yang lebih tinggi.

Daeng juga sempat menempuh pendidikan keguruan di Australia. Ia pulang ke Tanah Air dengan membawa ilmu yang kemudian membuatnya dipilih menjadi konsultan pendidik untuk pemerintah. Kendati sudah memiliki posisi tinggi, Daeng tak lantas menjadi congkak dan bahkan masih melanjutnya kariernya sebagai guru musik angklung di sekolahnya dan beberapa sekolah dasar.

Mengenal Daeng Soetigna, Sang Maestro Angklung | Breaktime
Bung Karno: Angklung itu alat pemersatu

Sepanjang hidupnya, Daeng juga aktif dalam pementasan orkes angklung di berbagai wilayah di Indonesia. Tak hanya itu, penghargaan demi penghargaan juga diraihnya sebagai bukti apresiasi dan rasa terima kasih karena telah mengembangkan musik tradisional yang indah dan merdu untuk didengarkan.

Daeng Soetigna tutup usia pada 8 April 1984 di umurnya yang ke-75 tahun. Kendati telah tiada, Daeng masih menerima banyak penghargaan dan namanya selalu dikenang oleh insan permusikan tradisional, khususnya angklung. Terakhir, semoga menginspirasi, ya! (nap)

Share This Article