Mengapa Kecanduan Smartphone Dari pada Tablet? | Breaktime
Kenapa Kita Kecanduan Smartphone Tetapi Tidak dengan Tablet?
23.11.2015

Tak hanya menjadi perangkat yang berfungsi mempermudah komunikasi, namun kini smartphone semakin bergeser fungsi. Jika dulu B’timers menggunakan ponsel hanya untuk menelepon dan berkirim pesan, berkat kecanggihan teknologi kini ponsel pintar hadir dengan berbagai desain dan fitur yang sangat memanjakan kita.

Selain smartphone, tablet juga tersedia bagi para pengguna yang senang dengan tampilan layar yang lebih lebar. Namun, justru smartphone-lah yang membuat seseorang bisa sampai kecanduan dan seakan tak bisa hidup tanpanya. Tetapi, apa sebenarnya yang menjadi penyebab kecanduan smartphone? Lalu mengapa tablet tidak bikin kecanduan?

Kebiasaan lama ditinggalkan begitu saja

Rata-rata pengguna ponsel mengecek ponsel mereka 150 kali per hari. Sementara sebuah penelitian terkini menyebutkan bahwa 94% pelajar universitas merasa susah saat tidak membawa ponsel mereka, 80% mengatakan mereka tidak senang saat orang lain memegang ponsel mereka dan 70% mengatakan mereka akan merasa depresi, panik serta mati kutu saat ponsel mereka hilang atau dicuri.

Menurut Mobile Behavior Report 2014 Salesforce, pengguna smartphone dan tablet lebih sering menggunakan smartphone daripada orang yang hanya memiliki smartphone saja. Pada dasarnya, smartphone dan tablet memang memiliki fungsi dan desain yang sama. Namun, memakai gadget memang bisa mengubah kebiasaan kita.

Smartphone didesain untuk membuat kita mengeceknya berulang kali, mulai dari media sosial kita hingga pesan email. Kebiasaan inilah yang menyita waktu kita dan membuat kita jadi lupa dengan kebiasaan-kebiasaan lama. Akhirnya, kita mengecek smartphone bukan karena ingin, namun itu sudah menjadi kebiasaan kita.

Baca juga: UPS, TEXTING DAN CHATTING DI SMARTPHONE BIKIN KERIPUT. KOK BISA?

Mengapa Kecanduan Smartphone Daripada Tablet? | Breaktime
Smartphone bisa bikin penggunanya kecanduan

Saat keinginan menjadi kebutuhan

Dunia maya dipenuhi godaan yang tak terbatas, mulai dari fitur email, chat, iklan pop-up hingga berbagai berita yang beredar secara online.  Di era serba digital ini, semua dinding pembatas terutama antar benua dan samudera semakin runtuh saja. Hanya lewat smartphone, kita sudah bisa mengetahui yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Selain itu, smartphone dilengkapi berbagai fitur canggih yang membuat kita “harus” selalu mengeceknya. Karena ukurannya yang pas di genggaman dan mudah dibawa ke mana saja, smartphone terasa sangat nyaman dan bisa membuat kita sulit lepas darinya. Ditambah lagi dengan berbagai fitur notifikasi, kita jadi merasa harus mengeceknya setiap waktu, terutama akun-akun media sosial kita.

Akhirnya, menjauhkan smartphone menjadi hal yang sangat sulit dilakukan. Bahkan, berdasarkan sebuah studi, otak kita membutuhkan waktu sekitar 15-25 ment untuk kembali ke fungsi normal setelah kita mengecek email atau media sosial. Selain itu, meski kita mematikan notifikasi ponsel di jam kerja, secara otomatis otak kita tetap berpikir “harus” mengecek smartphone.

Terbayang kan, betapa besar pengaruh smartphone terhadap gaya hidup kita? Bahkan, melebihi tablet, smartphone bisa membuat B’timers kecanduan! So, hati-hati dan batasi diri sendiri dalam menggunakan smartphone. (md)

Share This Article