Ini Jawaban Mengapa 22 Desember Sebagai Hari Ibu | Breaktime
Ini Jawaban Mengapa 22 Desember Sebagai Hari Ibu!
22.12.2016

Selamat tanggal 22 Desember, B’timers! Selamat hari Ibu untuk para wanita di Indonesia dan seluruh dunia! Nah, kalau hari Ibu seperti ini biasanya selalu ada perayaan mulai dari yang sederhana sampai yang paling heboh demi menghormati jasa-jasa seorang Ibu.

Tetapi, jangan hanya memperingati saja. Apakah B’timers tahu asal mula dicetuskan bahwa tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu? Kalau belum tahu, Anda harus simak ulasan berikut ini B’timers.

Kalau hari Ibu internasional berawal dari perayaan yang dilakukan oleh Yunani Kuno. Mereka memiliki perayaan yang disebut dengan perayaan untuk Rhea yang merupakan ibu para dewa. Tetapi, tidak dengan Indonesia. Negeri ini punya cerita sendiri mengapa tanggal 22 Desember dipilih sebagai hari Ibu.

Berawal dari gema Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Perempuan Indonesia sepertinya tidak mau kalah. Mereka juga melakukan sebuah pergerakan dan berkumpul pada 22 – 25 Desember 1928. Hal itu diprakarsai oleh para Perempuan Pejuang Pergerakan Kemerdekaan dan pada tanggal tersebut melakukan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama di Yogyakarta.

Ini Jawaban Mengapa 22 Desember Sebagai Hari Ibu | Breaktime
Perempuan-perempuan hebat di balik 22 Desember

Salah satu keputusannya adalah membentuk organisasi Perikatan Perempoean Perempoean Indonesia (PPPI). Melalui PPPI mereka menyatukan pikiran dan semangat juang untuk mencapai kemerdekaan. Tak hanya itu, mereka juga berjuang demi perbaikan nasib para perempuan Indonesia. Mulai dari melawan perdagangan anak dan perempuan, keterlibatan dalam mencapai kemerdekaan, perbaikan masalah gizi, dan kesehatan ibu-balita, dan masih banyak lagi.

Pada 1929, PPPI berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Pada 1935 Kongres Perempuan Indonesia II diadakan di Jakarta. Mereka membahas tentang pembentukan Badan Kongres Perempuan Indonesia, menetapkan fungsi perempuan sebagai ibu bangsa, dan mendidik generasi bangsa.

Pada 1938 Kongres Perempuan Indonesia III diadakan lagi di Bandung untuk menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu. Ini juga ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 oleh Presiden Soekarno.

Tahun 1946 Badan Kongres Perempuan diganti menjadi Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang masih aktif hingga saat ini.

Jadi itulah runtutan sejarah ditetapkannya tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu. Tidak hanya ditujukan untuk para ibu tetapi juga wanita secara keseluruhan, meningkatkan kesadaran kaum muda tentang sosok ibu dan wanita, serta sebagai pengabdian kepada Tuhan. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BALI
GUIDE
related img
icon maps
BALI
GUIDE
related img
icon maps
BALI
GUIDE