Ini Dampak Negatif Sering Curhat di Media Sosial | Breaktime
Ini Dampak Negatif Sering Curhat di Media Sosial
30.03.2016

B’timers, sudah berapa status yang di-update di berbagai media sosial Anda hari ini? Benar, kali ini kita akan membahas tentang dampak negatif sering curhat di media sosial. Anda pasti setuju jika dampak baik dan buruk media sosial ibarat dua sisi mata uang.

Ya, jejaring sosial bisa menjadi teman baik, namun juga bisa menjadi musuh menakutkan dan berbahaya. Media sosial ada di barisan pertama sebagai ajang curhat yang baik. Namun, tahukah Anda dibalik itu semua ada bahaya yang mengintai?

Privasi tak terjaga

B’timers, saat Anda menulis curahan hati di media sosial namun tak ingin orang lain tahu, Anda tentu memilih mengaktifkan modus ‘private’. Namun, apakah dengan demikian Anda yakin bahwa posting-an tersebut aman? Pikirkan lagi, B’timers! Ada banyak kasus yang mengungkap kebocoran rahasia di media sosial meski sudah men-setting akunnya menjadi privasi. Bahkan, foto yang telah 3 tahun dihapus dari akun tertentu bisa muncul kembali!

Ini Dampak Negatif Sering Curhat di Media Sosial | Breaktime
‘Private’ tak benar-benar aman

Pemicu kejahatan

Tidak perlu banyak penjelasan, Anda tentu sudah tahu betapa banyaknya kasus kejahatan yang terjadi akibat media sosial. Di Indonesia sendiri sudah lebih dari 1000 kasus kriminal di dunia online seperti pencabulan, penculikan, pemerkosaan hingga pembunuhan. Jadi, pikirkan dengan baik sebelum memutuskan banyak curhat di media sosial Anda.

Pemicu cyber-bullying

Indonesia saat ini sedang didera penyakit akut berupa cyber-bullying. Tak hanya menimpa selebriti, orang biasa juga bisa menjadi korban penindasan secara online setelah update status tertentu di media sosial. Sangat disayangkan memang, kenapa masyarakat Indonesia sangat gemar mencela orang lain di media online. Karena itu, Anda harus hati-hati ya, agar tak terkena dampak negatif sering curhat di media sosial

Ini Dampak Negatif Sering Curhat di Media Sosial | Breaktime
Banyak kasus cyber-bullying telah terjadi

Kehilangan pekerjaan

Tahukah Anda bahwa terlalu sering menggunakan media sosial juga menentukan masa depan seseorang? Pria di Amerika dan Tiongkok harus menelan kenyataan pahit setelah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja. Ternyata, hal itu disebabkan karena produktivitas yang menurun akibat terlalu aktif di media sosial. Dua pria tersebut hanya secuil contoh tentang pemecatan akibat sosmed, ya!

Melukai harga diri

Media online memuat miliaran pengguna dari seluruh dunia. ‘Bertemu’ banyak orang secara online ternyata juga bisa berakibat buruk pada harga diri. Apalagi ketika seseorang menyadari bahwa ia tak lebih baik dari orang-orang tersebut. Well, rasa tak puas manusia memang mudah sekali muncul, bukan?

Semoga informasi tentang dampak negatif sering curhat di media sosial di atas bermanfaat untuk Anda. Jadi, be smart user ya, B’timers! (nap)

Share This Article