Hati-Hati dengan Manipulasi Sosial via Facebook! | Breaktime
Hati-Hati dengan Manipulasi Sosial via Facebook!
07.12.2015

Jika B’timers mengikuti perkembangan dalam dunia sosial media Indonesia, yang sekarang ini lagi ramai dibicarakan adalah masalah Setya Novanto dan juga Riza Chalid. Banyak orang yang menghujat dan marah dengan keduanya, akan tetapi ada pula yang dengan sekuat tenaga membelanya.

Uniknya, tidak secara langsung atau di dunia nyata, rata-rata pihak yang pro langsung membombardir laman fanspage-nya di Facebook dengan mempublikasikan tulisan yang bernada pembelaan. Walaupun tidak semua, akan tetapi bagi orang yang tidak begitu mengerti masalah sebenarnya akan termakan mentah-mentah dan terhasut dengan mudah.

Kali ini, bukan akan mengomentari kasus dari Setya Novanto atau juga Riza Khalid, akan tetapi Breaktime ingin berbagai infomasi mengenai cara pihak-pihak tertentu yang memanipulasi segala hal dan mereka publikasikan di laman fanspage-nya di Facebook.

Secara umum, Facebook adalah media sosial yang berfungsi untuk menghubungkan dan sarana berbagi online secara mudah. Dengan hanya beberapa klik saja, maka Anda dapat terhubung dengan jutaan orang, grup atau komunitas sampai dengan artis-artis terkenal dunia tanpa harus pergi ke tempat dia berada.

Tidak hanya itu saja, sekarang ini Facebook juga digunakan untuk berbagai macam urusan, mulai dari berjualan secara online sampai dengan berbagi segala informasi dengan siapa saja. Sayangnya, hal ini justru digunakan oleh sebagian kalangan untuk memanipulasi fakta yang ada atau dalam bahasa politiknya adalah mempelintir pernyataan dan kenyataan.

Nah, berkaca dari uraian di atas, berikut ini adalah beberapa cara yang rata-rata digunakan oleh seseorang atau pihak tertentu dalam memanipulasi sesuatu menggunakan Facebook.

Hati-Hati dengan Manipulasi Sosial via Facebook! | Breaktime
Jika Anda tidak berhati-hati, maka bersiaplah untuk menjadi korban manipulasi via online

Manipulasi kenyataan

Untuk menghindari pandangan miring dan pernyataan yang tidak mengenakkan akan dirinya, maka seseorang akan melakukan manipulasi segala hal termasuk pada realita kehidupannya sendiri. Contohnya saja, hal itu dapat dilakukan dengan mengunggah foto, video atau juga status yang terlihat bahagia dan glamor, padahal pada kenyataannya sang pelaku memiliki hidup berbeda dengan apa yang terlihat di Facebook.

Bahasa persuasif

Bahasa persuasif adalah bentuk klasik yang sangat sering dan mudah digunakan untuk menarik perhatian orang lain, bahkan di ranah online. Dengan menggabungkan bahasa persuasif yang digabungkan dengan bahasa-bahasa metafora, hiperbola atau sejenisnya, maka apa yang diunggah menjadi lebih memiliki ‘nyawa.’

Keakraban

Karena tidak dapat terhubung atau bertemu secara langsung, maka upaya untuk lebih dapat menjaring banyak orang agar percaya terhadap dirinya, maka seseorang akan langsung ‘terjun’ dan mengakrabkan diri dengan siapa saja yang mengikuti lamannya. Walaupun terlihat keakraban yang dilakukan adalah palsu, akan tetapi cara ini kerap digunakan dan terbukti berhasil.

Bijaksana

Dengan mengunggah berbagai macam status bijak atau juga foto dan video yang memperlihatkan bagaimana seseorang must behave all the time, maka secara tidak langsung orang lain juga akan menilai bahwa yang bersangkutan sangat kredibel dan layak diikuti. Walaupun pada kenyataanya, kepribadian sang pelaku masih jauh dari kata kredibel.

Memanfaatkan lover dan hater

Kata siapa lover dan hater itu hanyalah bumbu saja dalam dunia maya ini. Keberadaan keduanya merupakan senjata penting yang dapat digunakan oleh manipulator handal dalam memutarbalikkan fakta dan menggiring opini publik serta menciptakan lapangan perang bagi keduanya.

Selain 5 cara di atas, masih ada banyak sekali cara-cara lain yang juga digunakan, akan tetapi dengan menerapkan kelimanya saja, maka upaya untuk memanipulasi secara massal juga dapat dengan mudah dilakukan. (das)

Share This Article