Gunakan Ponsel dalam Pesawat Ternyata Aman | Breaktime
Gunakan Ponsel dalam Pesawat Ternyata Aman, Benarkah Demikian?
23.12.2015

Bagi B’timers yang pernah atau sering bepergian menggunakan pesawat terbang, pastinya tahu akan satu peraturan yang diterapkan oleh seluruh armada, yaitu tidak boleh mengaktifkan perangkat mobile portable di dalam pesawat. Kenapa begitu?

Sampai saat ini masih menjadi perdebatan panjang bahwa dengan mengaktifkan dan menggunakan ponsel, smartphone, tablet, laptop atau perangkat elektronik lain yang memiliki sinyal atau frekuensi radio dapat membuat pesawat jatuh.

Tidak sedikit orang yang mempercayai hal tersebut dan ketika akan masuk pesawat, tanpa disuruhpun, seseorang akan mematikan perangkat mobile mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun benarkah sinyal perangkat elektronik, khususnya telepon genggam dapat membuat pesawat bermasalah dan akhirnya jatuh?

Sesuai dengan instruksi Direktur Keselamatan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan melalui surat No. AU/4357/DKP.0975/2003, seorang penumpang dilarang menggunakan ponsel di dalam pesawat udara, sebagai suatu instruksi pelarangan lanjutan mengingat studi larangan ini sesungguhnya sudah diterbitkan oleh FAA (Badan Penerbangan Federal AS) sejak tahun 1991.

Walaupun sudah ada imbauan dari FAA, akan tetapi menurut national Transportation Safety Board, menjelaskan bahwa tidak ada rekomendasi akan hal tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa perangkat elektronik dapat membuat pesawat jatuh.

Gunakan Ponsel dalam Pesawat Ternyata Aman | Breaktime
Walaupun tidak ada bukti, alangkah baiknya untuk tidak menggunakan perangkat elektronik saat pesawat sedang berada di udara

Sebuah penelitian dilakukan oleh Kenny Kirchoff, seorang teknisi dari Boing’s Electromagnetic Interference Lab di Seattle, Amerika Serikat menjelaskan bahwa tidak ada bukti bahwa gelombang elektromagnetik atau radio dapat membuat pesawat jatuh, hanya saja gelombang-gelombang tersebut dapat membuat mengganggu sinyal VRF yang digunakan oleh pilot dalam berkomunikasi.

Selama berada dalam kemudi pesawat terbang, pilot harus terus terhubung dengan menara pengawas atau air controller di darat untuk mengetahui jalur pesawat lain atau ketika akan take-off atau landing. Nah, jika B’timers menggunakan perangkat mobile atau elektronik saat pesawat sedang terbang, maka dikhawatirkan dapat mengganggu jaringan radio termasuk konsentrasi pilot dalam mengendalikan pesawat.

FAA juga menambahkan bahwa perangkat mobile atau elektronik baru dapat digunakan juka pesawat berada di atas ketinggian 10 ribu kaki yang dapat memberikan waktu bagi pilot untuk membenahi masalah yang terjadi. Selain itu, fitur “on a plane” pada perangkat mobile juga tidak berfungsi secara efektif, jadi FAA menyarankan untuk mengambil langkah aman daripada berspekulasi dan egois untuk menggunakannya.

Jadi B’timers, tidak ada bukti atau rujukan dari FAA apabila menggunakan perangkat mobile di pesawat itu dapat membuat armadanya jatuh, namun hanya akan mengganggu komunikasi dan peralatan elektronik lain dalam pesawat. So, ada baik untuk tidak menyalakan semua perangkat elektronik agar perjalanan yang ditempuh dapat aman dan Anda dapat sampai di tempat tujuan dengan selamat. (das)

Share This Article