Google Doodle: Fakta Unik Kartini Wanita Pribumi | Breaktime
Google Doodle: Fakta Unik Kartini Wanita Pribumi
21.04.2016
“Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri” – Kartini

Ada film mengenai kisah perjalanan hidup seorang wanita pribumi yang membawa kebebasan kaum wanita, yang akan tayang hari ini. B’timers sudah tak sabar menantikannya, kan? Dan, seperti yang terlihat di halaman awal Google hari ini, 21 April 2016, tak seorangpun yang lupa hari lahir Raden Ajeng Kartini. Ya, jasa dan perjuangannya memang melekat di jiwa setiap wanita Indonesia. Berikut Breaktime sajikan beberapa fakta unik beliau.

Google Doodle: Fakta Unik Kartini Wanita Pribumi | Breaktime
Buku Kartini sudah diterjemahkan ke banyak bahasa asing

Tak pernah bangga akan gelarnya

Karena merupakan keturunan bangsawan, tak heran jika Kartini sering dipanggil dengan tambahan gelar di depan namanya. Ya, gelar Raden Ayu ini sengaja diberikan sang ayah. Namun, wanita yang selalu memperjuangkan persamaan derajat bagi seluruh wanita Indonesia ini justru lebih suka dipanggil dengan nama Kartini saja, B’timers.

Rela dipoligami oleh sang suami

Pada umur 24 tahun, tepatnya pada tanggal 12 November 1903, Kartini menikah demi memenuhi permintaan kedua orang tuanya. Sang suami, Bupati Rembang K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat merupakan seorang yang telah memiliki tiga istri. Namun, sang bupati tidak pernah menentang cita-cita Kartini untuk mendirikan Sekolah Wanita.

Google Doodle: Fakta Unik Kartini Wanita Pribumi | Breaktime
Kartini bersama sang suami

Surat-surat yang dibukukan

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang kita kenal sebenarnya merupakan kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Awalnya Kartini memberi judul Dari Gelap Menuju Terang atau Door Duisternis Tot Licht, karena terinspirasi dari kalimat di kitab suci, B’timers. Nah, surat-surat legendaris tersebut kemudian diterbitkan dalam bentuk buku oleh J.H Abendanon.

Melakukan gaya hidup vegetarian

Hal ini diketahui dari surat-surat yang ditulis Kartini tertanggal Oktober 1902 untuk Abendanon dan suaminya. Dikatakan, pada usia 23 tahun, beliau memiliki pemikiran untuk hidup sebagai vegetarian. Karena pemikiran keagamaan, Kartini melakukan gaya hidup tersebut sejak beberapa tahun, B’timers. Kartini mengutip, “Hidup sebagai vegetarian adalah doa tanpa kata kepada Yang Maha Kuasa”.

Google Doodle: Fakta Unik Kartini Wanita Pribumi | Breaktime
Patung Kartini di Musium Kartini Jepara

Bagaimana tentang fakta mengenai seorang Kartini tadi, menarik, kan? Dan, apa yang akan Anda lakukan untuk merayakan Hari Kartini tahun ini, B’timers? (NO)

Share This Article