Google Doodle: Fakta Menarik Juan Manuel Fangio | Breaktime
Google Doodle: Fakta Menarik Juan Manuel Fangio
24.06.2016

Siapa yang menyukai Formula 1, pasti tahu siapa tokoh yang muncul di mesin pencarian Google hari ini, Jum’at 24 Juni 2016, B’timers. Ya, Google Doodle merayakan hari ulang tahun Juan Manuel Fangio yang ke 105 tahun, nih. Dikenal sebagai seorang pelopor balap mobil roda terbuka, Fangio adalah pembalap terbaik di tahun awal Formula 1, B’timers. Dan berikut fakta mengenai sang pembalap.

Bakatnya pada mobil berkembang sejak kecil

Dilahirkan tahun 1911 di Balcarce, Argentina, Fangio adalah anak kempat dari enam bersaudara dari orangtua Loreto dan Herminia Fangio yang memiliki darah Italia. Ketika masih kecil, dia sangat unggul di tinju dan sepakbola. Namun pada usia 10 tahun, Fangio mulai tertarik pada mobil dan sangat sering menghabiskan waktu luangnya di garasi lokal.

Ikut serta balapan mobil untuk pertama kalinya

Ketika menginjak usia 16 tahun, Fangio turut serta dalam balap mobil untuk pertama kalinya. Saat itu dia hanya masuk sebagai seorang mekanik di Plymouth. Namun tahun depannya dia tidak bisa turun dalam balapan karena pneumonia. Dan baru setelah kembali dari wajib militer dia ikut balap mobil di trek Argentina yang dikenal sebagai ladang pembantaian.

Google Doodle: Fakta Menarik Juan Manuel Fangio | Breaktime
Fangio ketika di atas sirkuit balapan

Pembalap yang unggul setiap long-distance race

Fangio sangat menyukai aroma persaingan dalam balapan jarak jauh di Amerika Selatan. Namanya pun tercatat di posisi ketujuh pada tahun 1938 ketika Gran Premiro Argentino de Carreteras, dengan trek sepanjang 4.590 mil yang sangat melelahkan. Lomba tersebut yang menjadi awal gemilang bagi karir pembalap berdarah Italia tersebut, B’timers.

Meraih gelar hingga 5 kali dalam kejuaraan dunia

Pada tahun 1949, Fangio kembali ke Eropa demi memperkuat kemampuannya dalam dunia balap mobil. Di tahun 1951, dia meraih gelar juara dunia untuk yang pertama kalinya. Yang mengerikan, ketika ikut balapan dari Paris ke Monza, Italia yang digelar pada bulan Juni 1952, dia mengalami kecelakaan yang membuatnya harus berhenti dari dunia balapan.

Namanya ditetapkan sebagai legenda tersendiri

Setelah mencatatkan namanya dalam rekor pembalap paling besar di dunia, kemudian berhenti dari balapan, dia pun menghabiskan sisa hidupnya sebagai duta olahraga, B’timers. Bahkan dia juga melatih para pembalap muda. Fangio meninggal karena gagal ginjal pada tanggal 17 Juli 1995 di sebuah rumah sakit di Buenos Aires. Hingga kini namanya tetap abadi dalam hati para penggemar.

Bahkan meskipun rekornya telah dipecahkan oleh Michael Schumacher, tak ada yang melupakan sosok Juan Manuel Fangio, lho, B’timers. (NO)

Share This Article