Fitur Terbaru Cek Kesehatan Mental Di Google | Breaktime
Fitur Terbaru Cek Kesehatan Mental Di Google
30.08.2017

B’timers masih ingat kasus bunuh diri seorang musisi ternama beberapa waktu lalu? Rupanya makin banyak generasi sekarang yang mengalami depresi namun tak semuanya mendapat akses terhadap bantuan profesional. Hal tersebut mendorong meningkatnya mental health awareness belakangan ini. Maraknya akses Internet rupanya turut meramaikan pencarian beberapa informasi di search engine Google terkait gejala depresi maupun penanganannya.

Hal itu kemudian menggelitik raksasa Internet Google untuk meluncurkan program bertema serupa yang bekerja sama dengan NAMI (National Alliance on Mental Illness) yang disebut sebagai lembaga advokasi kesehatan mental terbesar di Amerika Serikat saat ini. Diresmikan pada Rabu, 23 Agustus 2017 kemarin, fitur tersebut akan mengarahkan para pengguna Internet yang mencari informasi mengenai depresi kepada built-in quiz untuk membantu mengidentifikasi gejala depresi yang dialami maupun alternatif tenaga profesional yang bisa dihubungi.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Daftar Harga Nokia Lumia Terlaris Agustus 2017

Fitur tersebut diharapkan akan dapat digunakan dalam beberapa hari yang akan datang di seluruh smartphone di Amerika Serikat. Para pengguna Internet di Amerika Serikat yang memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan kata depresi akan mendapatkan pop up informasi “Knowledge Panel” yang muncul bersama hasil pencarian Google. Tampilan pop up yang berbunyi “check if you are clinically depressed” tersebut akan membawa Anda ke laman kuesioner bertajuk PHQ-9 yang telah divalidasi secara klinis. Jawaban yang Anda isikan dalam kuesioner tersebut akan menunjukkan skor yang merefleksikan tingkat keparahan depresi seseorang melalui self-assessment pada berbagai pertanyaan yang tertera.

PHQ-9 atau Patient Health Questionnaire-9 merupakan sebuah kuesioner valid yang telah dikenal luas di dunia kesehatan jiwa sebagai upaya assessment terhadap gejala gangguan jiwa pasien. Fitur ini rencananya dapat menjadi langkah awal dalam memberikan kejelasan informasi mengenai kesehatan mental maupun mempermudah akses terhadap bantuan profesional. Mary Giliberti, CEO NAMI mengungkapkan bahwa secara statistik, 1 dari 5 warga Amerika Serikat mengalami gejala depresi dalam hidupnya. Sayangnya, hanya sekitar 50% dari penderita depresi yang benar-benar mendapatkan perawatan ahli. Kebanyakan pasien tersebut baru mulai mencari bantuan profesional setelah menunggu 6 hingga 8 tahun sejak pertama kali menunjukkan gejala depresi. Akibatnya, depresi yang awalnya sebenarnya dapat dengan mudah ditangani pun menjadi semakin akut dan sulit disembuhkan.

Fitur Terbaru Cek Kesehatan Mental Di Google | Breaktime
Salah satu pertanyaan dalam kuesioner Depression Screening Test bikinan Google
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy A5

Hasil analisis pencarian Google menemukan bahwa kuesioner tersebut dapat melipatgandakan waktu yang dihabiskan para pengguna Internet untuk mencari tahu informasi terkait secara lebih banyak. Google dan NAMI berharap bahwa fitur PHQ-9 dapat mengarahkan para pengguna Internet yang mengalami depresi untuk segera mendapatkan diagnosis klinis yang tepat. Informasi dalam kuesioner tersebut tak akan dibagikan atau direkam oleh Google, namun Anda dapat menggunakannya untuk mengawali konsultasi dengan ahli kesehatan jiwa.

Tak hanya menjadi online quiz semata, NAMI berharap bahwa fitur PHQ-9 yang dirilisnya bersama Google tersebut dapat memnginspirasi penderita gangguan kesehatan mental untuk memikirkan kondisi kejiwaannya secara serius serta melakukan konsultasi profesional kepada ahlinya. Banyak pasien depresi yang mengaku kesulitan untuk mulai melakukan konsultasi saat pertama kali datang ke layanan psikolog.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Google Doodle:Marshall McLuhan dan Usia Internet

Google mengungkapkan bahwa 1 dari 20 statistik pencarian di Google baru-baru ini menunjukkan hasil pencarian kata kunci yang berkaitan dengan isu kesehatan, khususnya kesehatan mental. Meski terdengar aneh, saat ini semakin banyak pengguna Internet yang mencari informasi terkait kesehatan secara online, bahkan untuk isu mental health yang terbilang abstrak dan sulit didiagnosis kecuali secara langsung. Meski telah muncul fitur PHQ-9 yang sangat bermanfaat ini, B’timers yang mengalami gejala depresi disarankan agar tidak hanya melakukan self-diagnosis namun juga segera mencari bantuan profesional. (dee)            



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE