Fakta yang Sedikit Diketahui tentang E-Cigarette | Breaktime
Fakta yang Sedikit Diketahui tentang E-Cigarette
08.05.2016

Banyak pertanyaan yang muncul ketika rokok elektronik atau e-cigarette menjadi tren sejak beberapa waktu yang lalu, B’timers. Namun, apakah benar teknologi ini terbilang jauh lebih aman dari tembakau bakar, ataukah rokok jenis rokok modern ini merupakan cara baru mengenalkan generasi muda pada kebiasaan nikotin yang buruk? Tidak ada yang tahu. Dan sebelum Anda mempertimbangkan beralih, simak beberapa fakta tentang e-cigarette berikut ini, B’timers.

Tidak benar-benar terbakar

Senangnya, tidak perlu khawatir jika lupa membawa korek, karena rokok elektrik dijalankan menggunakan baterai lithium. Jadi ketika Anda menghisapnya, baterai akan memanaskan cairan dan menguapkannya melalui coil dan kapas yang terdapat pada atomizer, B’timers. Karena tidak membakar tembakau seperti rokok biasa, tidak akan ada asap atau karbon monoksida juga bau. Yang Anda hirup adalah uap.

Mengandung nikotin cair

Meskipun bebas tembakau, e-cigarette tidak bebas nikotin, lho. Cairan yang digunakan biasanya campuran dari nikotin, perasa, pelarut dan kandungan aditif lainnya, B’timers. Beberapa mengandung jumlah nikotin yang sama dengan rokok tembakau, sementara yang lain lebih sedikit. Bahkan ada pilihan cairan yang hanya mengandung rasa tanpa nikotin sama sekali. Tergantung selera kalian dalam memilih cairannya.

Fakta yang Sedikit Diketahui tentang E-Cigarette | Breaktime
Tidak menggunakan daun tembakau

E-cigarette lebih beracun

Nikotin cair diekstrak dari tembakau, tapi tidak seperti daun tembakau, nikotin cair dapat mematikan. Dan ini bisa menyebabkan kerusakan ketika terhirup, tertelan atau terserap melalui kulit. Dikatakan, hanya satu sendok makan cairan elektronik rokok tersebut cukup untuk membunuh seorang dewasa. Ini fakta tentang e-cigarette yang mungkin tidak banyak orang tahu.

Sudah melalui quality control?

Banyak lembaga dan pakar kesehatan tidak yakin mengenai keamanannya, meskipun e-cigarette telah beredar di pasaran sejak beberapa tahun. Salah satu alasan adalah kurangnya pengungkapan bahan-bahan yang digunakan serta klaim keselamatan dari produsen. Tahun 2009 Food and Drug Administration (FDA) menemukan kandungan 1 persen bahan kimia beracun di dalamnya.

Fakta yang Sedikit Diketahui tentang E-Cigarette | Breaktime
Perokok tembakau punya tempat untuk merokok

Penyebab kerusakan paru-paru

Risiko terbesar para perokok adalah kanker paru-paru. Dan meskipun pihak pemasaran mengklaim rokok elektrik lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau, peneliti menemukan ada perokok e-cigarette yang mengalami penurunan fungsi paru-paru, karena adanya perubahan sel yang terkena paparan uap cairan nikotin, B’timers.

Selain itu, fakta tentang e-cigarette lainnya yang mungkin akan mengejutkan Anda adalah, bahwa perokok e-cigarette ini diperbolehkan merokok di tempat umum, tidak seperti perokok tembakau, B’timers. Dan, meskipun dikatakan lebih aman, sebaiknya tetap berhati-hati, ya, B’timers. (NO)

Share This Article