Baterai Cepat Rusak? Inilah Penyebabnya B'timers | Breaktime
Baterai Cepat Rusak? Inilah Penyebabnya B'timers!
03.02.2016

B'timers pernah merasakan daya pada baterai dari waktu ke waktu berkurang? Biasanya, kebanyakan orang teknisi maupun awak berkata bahwa baterai yang daya tampungnya sudah berkurang adalah baterai mati. Pernyataan ini sepenuhnya tidak benar B'timers, karena gejala baterai tersebut merupakan dampak dari memory effect.

Kalau mendengar memory mungkin Anda akan berfokus pada media penyimpanan pada gadget. Tapi memory yang dimaksud di sini adalah ingatan dari baterai B'timers. Menurut para teknisi di Indonesia, memory effect sering disebut sebagai baterai malas. Hal ini disebabkan karena daya tampung yang menurun akibat penggunaan yang tidak wajar.

Penggunaan yang tidak wajar adalah, ketika baterai masih dalam kondisi tidak sepenuhnya habis langsung dicharge. Seumpama, saat baterai masih tersisa daya sebesar 25% dan kemudian dicharge, maka 25% ini dianggap sebagai batas akhir penggunaan baterai. Akibatnya, 25% yang tidak dipakai tadi tidak akan difungsikan.

Baterai Cepat Rusak? Inilah Penyebabnya B'timers | Breaktime
Memory effect akan bertambah terus menerus ketika penggunaan baterai sudah tidak wajar

Meskipun untuk terjadi hal tersebut dibutuhkan waktu yang cukup lama, akan tetapi kebiasaan seseorang yang terus berulang menggunakan cara charge seperti ini akan membuat baterai menjadi berumur pendek. Hal ini bisa berulang terus B'timers sampai daya tampung baterai hanya bisa menahan 1% daya saja.

Gejala awal dari memory effect adalah ketika baterai dicharge cepat penuh dan di layar yang awalnya kosong tiba-tiba bertambah 1-2 bar dalam waktu singkat. Dan apabila charger dilpeas bar tadi akan menghilang. Setelah itu, penggunaan smartphone yang singkat meskipun baterai dalam kondisi penuh merupakan gejala dari memory effect ini.

Cara menyembuhkan memory effect ini belum diketahui, namun berkat perkembangan jaman hal ini bisa diatasi oleh para ilmuan. Para ilmuan mengembangkan sebuah teknologi dimana baterai yang digunakan ketika dicharge akan dikosongkan terlebih dahulu agar tidak terjadi memory effect tersebut.

Meskipun memakan waktu yang lebih lama, akan tetapi hal ini lebih efektif dan tentunya akan membantu baterai agar usianya lebih tahan lama. Bagi Anda yang smartphonenya belum terdapat teknologi itu, Anda bisa mencegah terjadinya memory effect dengan cara mengisi ulang daya keitka pada daya tampung sudah habis. (wsu)

Share This Article