Amankah Mencampur Premium & Pertamax Se-Tangki? | Breaktime
Amankah Mencampur Premium dan Pertamax dalam Satu Tangki?
06.11.2015

Untuk dapat menggerakkan kendaraan bermotor, pastinya B’timers membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) atau secara umum dikenal dengan nama bensin. Tidak hanya satu jenis saja, ada beberapa macam bahan bakar yang kini dijual di pasaran.

Khususnya di Indonesia, ada 5 jenis bahan bakar minyak yang dijual di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yaitu premium, pertalite, pertamax, pertamax plus dan solar. Untuk mengetahui kenapa BBM dibagi menjadi 5 macam, berikut penjelasan singkatnya:

Premium

Premium adalah BBM jenis distilat yang memiliki warna kekuningan dan jernih. Bahan bakar jenis ini merupakan BBM nomor satu di Tanah Air, karena harganya yang relatif murah dibandingkan dengan jenis bahan bakar lainnya. Sayangnya, BBM jenis ini mengandung timbal sebagai octane booster (TEL) yang dapat membuat pori-pori katalis pada kendaraan yang dilengkapi dengan catalytic conventer akan menurun kemampuannya dan tertutup serta emisi yang disaring akan mudah menguap ke udara bebas.

Pertamax

Pertamax adalah bahan bakar minyak yang tidak memiliki kandungan timbal dengan kandungan aditif generasi terbaru serta dapat membersikan Intake Valve Port Fuel Injector dan ruang bakar dari carbon. Untuk kendaraan yang diproduksi di atas tahun 1990-an dianjurkan untuk menggunakan BBM jenis ini agar catalytic converternya dapat berfungsi maksimal. Sayangnya, harga dari pertamax lebih mahal dibanding premium.

Pertamax Plus

Pertamax Plus merupakan jenis bahan bakar yang bebas timbal karena diproduksi dari High Octane Mogas Component (HOMC) dengan kualitas yang tinggi serta tambahan bahan aditif generasi terbaru pada saat pembangunannya. Pertamax Plus ini juga sudah memenuhi standar performa International World Wide Fuel Charter (IWWFC). Harganya juga lebih mahal dibandingkan premium dan pertamax biasa.

Amankah Mencampur Premium & Pertamax Se-Tangki? | Breaktime
Setiap jenis BBM yang dijual di pasaran, memiliki ‘fans’ sendiri-sendiri dan premium masih menjadi yang paling favorit

Pertalite

Pertalite merupakan jenis bahan bakar yang sempat menuai pro dan kontra karena dipandang sebagai akal-akalan pemerintah saja. BBM jenis ini memiliki kadar research octane number (RON) sebesar 90 yang lebih besar dari premium (RON 88) dan lebih rendah dari pertamax (RON 92). Dari segi kualitasnya, tentu saja pertalite lebih baik dari premium dan tentu saja, harganya sedikit lebih tinggi.

Solar

Dikarenakan semakin pesatnya laju ekonomi, bahan bakar jenis solar sangat diminati oleh pemilik kendaraan atau juga pabrik. BBM jenis ini dapat digunakan untuk berbagai hal. Harga dari solar pun masih relatif terjangkau.

Walaupun tidak semua orang melakukannya, akan tetapi ada kalanya seseorang mengisi bahan bakar jenis lain ke dalam kendaraannya yang masih terisi dengan jenis lainnya lagi. Contohnya, jika kendaraan B’timers sebelumnya diisi dengan premium dan kebetulan mendapatkan uang lebih dan ingin mengisinya dengan pertamax atau pertamax plus, maka tentu saja tidak mungkin untuk mengosongkan tangki terlebih dahulu dan lebih memilih langsung mengisi dan mencampurkan bahan bakar berbeda jenis tersebut dalam satu wadah.

Nah, apakah hal tersebut baik untuk dilakukan?

Dari segi kualitasnya, premium, pertamax dan pertamax plus memiliki RON dengan nilai yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut merupakan indikasi dari kualitas masing-masing jenis BBM. RON 92 atau 95 yang dimiliki pertamax dan pertamax plus berfungsi untuk menghilangkan kerak pada mesin, sedangkan RON 88 milik premium justru akan menciptakan kerak dan tertingal di dalam mesin.

Oleh karenanya, jika jenis-jenis tersebut dicampur maka, RON 92 dan 95 akan kalah dan tak berfungsi, serta catalytic conventer tidak akan berfungsi secara maksimal. Oleh karenanya, jika B’timers terpaksa harus mengisi kendaraan dengan menggunakan jenis BBM yang berbeda dari sebelumnya, maka disarankan untuk mengisinya tidak secara penuh atau secukupnya saja. (das)

Share This Article