5 Mitos Virus Komputer yang Ternyata Salah Kaprah | Breaktime
5 Mitos Virus Komputer yang Ternyata Salah Kaprah
26.12.2015

Siapa sih yang bisa lolos dari serangan virus komputer? Kecanggihan teknologi ternyata juga berbanding lurus dengan kecanggihan penyebaran virus. Sebab, virus dapat menyebar melalui perangkat dari flashdisk, gadget, ataupun koneksi internet lainnya.

Wajar saja bila kecemasan Anda pun begitu meningkat akan serangan virus tertentu yang bisa merusak atau menghilangkan sejumlah file penting. Namun, ternyata ada sejumlah mitos salah yang beredar seputar virus komputer, lho. Apa itu? Yuk, kenali ulasannya.

Pesan error = perangkat terserang virus

Kemunculan pesan error di layar monitor seringkali diartikan bahwa komputer yang digunakan telah terinveksi virus. Padahal, sejumlah pakar IT menuturkan bahwa pesan tersebut hanyalah indikasi bahwa ada sistem di dalam komputer yang mengalami masalah.

Mac dan linux aman dari serangan virus

Ya, beberapa tahun yang lalu Linux dan Mac memang lebih kebal terhadap virus, terlebih bila dibanding dengan Windows. Namun, sekarang ini juga banyak pelaku cyber crime yang menciptakan virus khusus untuk Mac dan Linux. Bahkan, di tahun 2012 lalu ada serangan virus parah yang memporak-porandakan ratusan ribu perangkat Mac di banyak negara.

Anti virus = penyelesai masalah

Banyak orang awam yang beranggapan bahwa menginstal anti virus di komputer adalah penyelesaian yang tepat. In fact, anti virus juga bisa membuat sistem komputer mengalami masalah. Terlebih bila anti virus tidak support dengan yang digunakan. Sejumlah instalasi file penting berekstensi .exe pun bisa dilibas habis oleh anti virus lantaran dicurigai sebagai virus berbahaya.

5 Mitos Virus Komputer yang Ternyata Salah Kaprah | Breaktime
Blue screen tak berarti komputer terserang virus

Blue screen = bervirus

Suatu ketika, B’timers pasti pernah sangat panik saat layar monitor mendadak menjadi blue screen. Bayangan tentang serangan virus mengerikan pun mulai menari-nari dalam pikiran. Namun, blue screen sebenarnya terjadi karena kesalahan yang disebabkan oleh hardware ataupun kerusakan HDD komputer.

Instal ulang = bersihkan virus

Para pengguna Microsoft sering beranggapan bahwa melakukan instal ulang pada laptop ataupun komputer yang terserang virus adalah solusi pamungkas. Namun, asumsi ini tidak selamanya benar. Sebab, ketika installer Windows, terutama Windows XP bekerja, software ini menyisakan ruang khusus untuk mem-backup beberapa data ke drive C sehingga ada kemungkinan virus tetap menyerang.

Nah, itulah beberapa mitos tentang serangan virus yang selama ini banyak beredar tapi tak sepenuhnya benar. Bagaimana kondisi terkini perangkat B’timers? Apakah sejauh ini aman dari serangan virus? (vsc)

Share This Article