St. Valentine: Sosok Di Balik Hari Valentine | Breaktime
St. Valentine: Sosok Di Balik Hari Valentine
14.02.2017

Tepat hari ini adalah Hari Valentine. Setiap orang di dunia melakukan perayaan ini sebagai hari kasih sayang yang identik dengan memberikan kado untuk orang yang paling disayangi. Tetapi sebenarnya di balik itu semua ada sejarah panjang tentang Hari Valentine, lho, B’timers. Namun sayangnya tidak semua orang tahu tentang sejarah Valentine sebenarnya.

Hari ini Breaktime akan mengupas habis tentang hal-hal yang berhubungan dengan sejarah Hari Valentine. Salah satu yang akan dibahas adalah Saint Valentine. Apakah B’timers pernah mendengar nama tersebut? Sepertinya sangat jarang, ya. Yup, Saint Valentine adalah seorang martir yang hidup di akhir abad ke-3 setelah masehi. Tepatnya pada masa pemerintahan Kaisar Claudius II. St. Valentine yang merupakan orang suci dalam agama Katolik ini, ia lahir pada tanggal 14 Februari.

Gereja Katolik Roma juga membenarkan bahwa St. Valentine adalah seorang pendeta. Namun, ia diberi hukuman dengan cara dipenggal oleh Kaisar Claudius II karena membantu pasangan Kristen menikah. Sebelumnya, banyak orang yang bingung terhadap identitas asli St. Valentine karena banyak buku yang menceritakan hal berbeda tentangnya. Namun, meski begitu masih ada juga kesamaan antar sumber.

St. Valentine: Sosok Di Balik Hari Valentine | Breaktime
St. Valentine adalah martir Katolik Roma

Sejak kabar meninggalnya St. Valentine, orang Katolik pada masa itu memberi penghormatan dengan menentukan tanggal 14 Februari sebagai hari raya mereka. Namun, penghormatan itu hanya bertahan sampai tahun 1969.

Valentine sendiri adalah seorang santo pelindung untuk peternak lebah dan epilepsy, namun ia juga mampu mengatasi berbagai hal lainnya. Tugas para santo memang sangat suci untuk membantu segala urusan duniawi pada masa itu. St. Valentine juga memiliki tanggung jawab spiritual untuk para umatnya. Bahkan para santo juga memiliki tugas untuk mengawasi pasangan seseorang dan menikahkan pasangan.

Masyarakat percaya bahwa St. Valentine dikuburkan di Roma. Ternyata benar, Anda bisa menemukan tengkorang Valentine di Roma. Tengkoraknya dipamerkan di Basilika Santa Maria di Cosmedin, Roma. Peninggalan dan jejak St. Valentine ini ditemukan sekitar tahun 1800an. Tak hanya di Roma, B’timers juga akan menemukan potongan tubuh Valentine di negara lain, yaitu Republik Ceko, Irlandia, Skotlandia, Inggris, dan Perancis.

Namun, hari raya Valentine rupanya juga identik dengan kasih sayang. Ini karena pada abad pertengahan, seorang penyair Inggris, Geoffrey Chaucer menulis sebuah puisi yang mengubungkan dua tradisi cinta istana dengan perayaan untuk menghormati St. Valentine. Puisi Chaucer juga mengacu pada sebuah hari dimana burung-burung dan juga manusia bersama-sama mencari jodoh mereka. Namun, sayangnya puisi miliknya tidak menjadi perhatian masyarakat luas.

St. Valentine: Sosok Di Balik Hari Valentine | Breaktime
Geoffrey Chaucer adalah sastrawan Inggris abad pertengahan

Nah, fakta yang terakhir, ternyata Anda bisa merayakan Hari Valentine beberapa kali. Selain berdasarkan dengan hari raya Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari, Anda juga bisa merayakan Valentine pada tanggal 3 November seperti yang dilakukan oleh masyarakat Viterbo, sebuah provinsi di Italia.

Beda lagi di Palestina yang merayakan hari raya Valentina seorang St. Valentine perempuan satu-satunya setiap 25 Juli. Valentina hidup pada tahun 308 setelah masehi. Kalu gereja ortodoks di bagian timur selalu merayakan St. Valentine dua kali. Pertama sebagai tetua gereja setiap 6 Juli dan sebagai seorang martir pada 30 Juli.

Memang membingungkan dan terlalu banyak kisah identitas tentang St. Valentine. Namun pada intinya Hari Valentine merupakan perayaan untuk seorang martir Katolik Roma yang kemudian dicampur dengan karya sastra pada abad pertengahan. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE