Sedih, Cerita Sebelum Kematian Chester Bennington
Sedih, Cerita Sebelum Kematian Chester Bennington
21.07.2017

Pagi ini dunia hiburan internasional dikejutkan dengan kematian lead vocalist dari band papan atas legendaris, Linkin Park, Chester Bennington. Ia meninggal di usianya yang masih 41 tahun. Bennington disebut-sebut telah mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Berdasarkan laporan TMZ, Bennington diketahui telah tewas akibat gantung diri di kediamannya di Palos Verdes pada Kamis, 20 Juli 2017.

Jika ditelisik lagi, Linkin Park adalah sebuah grup musik yang sangat sukses. Mereka semakin berada di puncak popularitas saat memutuskan untuk berkolaborasi dengan Jay-Z di tahun 2004. Tak hanya itu, prestasi Linkin Park juga mampu mendapat banyak Top 10 Hits Billboard dan dua Grammy.

Chester Bennington
Chester Bennington
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Berita Artis: Terkuak Foto Langka Charlie Chaplin

Di hari kematian Bennington ini, Linkin Park sedang merilis video untuk lagu baru dari album barunya, One More Light yang baru saja dirilis Mei lalu. Dari kematian tragisnya ini, Bennington meninggalkan seorang istri dan enam orang anak.

Sebenarnya apa penyebab Chester nekat mengakhiri hidupnya? Breaktime berhasil merangkum hal-hal tentang Chester Bennington yang mungkin belum banyak diketahui oleh banyak orang.

Hal pertama sebenarnya tidak terlalu berpengaruh atas kematiannya. Chester kecil sempat mengalami pelecehan seksual. Ia mengatakan dalam sebuah wawancara di tahun 2008, bahwa sejak usia 7 tahun sudah dianiaya secara seksual oleh teman yang lebih tua darinya.

Ia tak pernah mengatakan kejadian tersebut pada keluarganya, karena ia tak ingin dianggap sebagai penyuka sesama jenis. Bennington terus terngiang dengan kejadian yang dialami. Bahkan ia merasa ingin mengakhiri hidupnya. Namun, ia pun menghibur dirinya dengan cara-cara yang lebih positif, seperti menggambar, menulis puisi, dan menulis lagu.

Ia juga sempat mengungkapkan bahwa dirinya pernah terjebak dalam kenikmatan narkoba dan alkohol. Ia mengaku bahwa hidupnya sangat berantakan dan benar-benar kecanduan dua barang haram tersebut. 

Chester bersama istri dan beberapa anaknya
Chester bersama istri dan beberapa anaknya

BACAJUGA:2 

Tanpa diketahui banyak orang, rupanya Bennington juga menderita depresi. Di awal tahun ini Linkin Park merilis lagunya yang berjudul Heavy. Rupanya itu merupakan kisah Bennington yang diceritakan pada teman satu bandnya, Mike Shinoda. Bennington mengaku bahwa hidupnya sangat aneh dan sangat sulit.

Ternyata sosok Bennington ini juga sangat dekat dengan Chris Cornell dari Audioslave yang juga meninggal dengan cara gantung diri. Sampai-sampai Linkin Park membuat sebuah lagu yang didesikan untuk Cornell. Bahkan secara kebetulan, kematian Bennington sangat dekat dengan hari ulang tahun Chris Cornell.

Satu hal yang paling menyedihkan adalah faktor yang membuatnya menjadi sangat kecanduan dengan narkoba dan alkohol. Ia mengaku mulai merokok sejak usianya menginjak 11 tahun. Itu karena ia terpaksa harus menerima perceraian kedua orang tuanya.

Bahkan saat ia duduk di bangku SMA, Chester juga tak luput menjadi korban bully. Ia di-bully sangat parah hingga tersungkur di lantai layaknya boneka kain, hanya karena tampak lebih kurus dan berbeda dengan teman-teman lainnya.

Tak cukup hanya itu, di tahun 2001 Chester sempat mengalami kecelakaan saar sedang tur untuk OZZFEST. Ia juga pernah digigit laba-laba. Punggung yang kesleo karena membawa barang bawaannya yang cukup berat, merobek ligamen di tangannya saat bermaun basket di Chuck E. Cheese, dan mematahkan pergelangan tangannya saat menyelam di tahun 2007.

Chester Bennington muda
Chester Bennington muda

BACAJUGA:3 

Ia juga sempat bekerja di Burger King pada tahun 1996. Saat itu ia juga akan menikah dengan mantan istrinya. Namun, ia tak punya uang untuk membeli cincin. Sampai akhirnya ia dan sang mantan istri menggantinya dengan sebuah tato yang melingkar di jari manis mereka.

Menariknya, Chester punya lagu favorit dari bandnya sendiri, yaitu One Step Closer dan Breaking the Habit.

Di salah satu wawancara, ia mengatakan, “jika saya teringat ketika saya masih sangat muda, ketika saya dilecehkan, ketika semua kejadian mengerikan terjadi dalam hidup saya, saya hanya bisa bergidik.”

Kini, tak akan ada lagi sosok Chester Bennington menghiasi dunia musik internasional. Tak akan ada lagi suaranya yang bisa kita dengar. Rest in peace, angel! (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE