Ngerinya Foto Terakhir Sebelum Kematian | Breaktime
Ngerinya Foto Terakhir Sebelum Kematian
02.10.2017

Sejak awal penemuannya, fotografi merupakan salah satu upaya manusia untuk mengabadikan berbagai momen berharga. Hingga saat ini, telah muncul pula teknologi selfie alias swafoto untuk mengabadikan diri sendiri dalam lensa kamera. sayangnya, tak semua momen yang diabadikan dalam kamera selamanya bahagia. Berikut ini beberapa foto yang menangkap gambar terakhir sebelum kematian.

Di balik senyum ceria kakak beradik Mike dan Sean McQuilken dalam foto tersebut rupanya tersimpan tragedi mendalam yang tengah bersiap menyambar nyawa mereka. Foto tersebut sekilas nampak seperti sepasang bersaudara yang tengah tersenyum ceria ke arah kamera sambil bertingkah konyol membuat rambut mereka berdiri. Diambil di Taman Nasional Sequoia pada tahun 1975, foto tersebut rupanya diambil sepupu wanita mereka yang bernama Mary pada saat kawasan tersebut tengah mendung gelap. Mary awalnya hanya bermaksud mengabadikan momen kebersamaan mereka saat liburan, namun keceriaan mereka lenyap ketika rambut Mike dan Sean mendadak berdiri.

Ngerinya Foto Terakhir Sebelum Kematian | Breaktime
Foto terakhir Mike dan Sean McQuilken sebelum mati tersambar petir

Tanpa mereka ketahui, rambut yang berdiri dengan sendirinya rupanya merupakan salah satu pertanda bahwa aliran listrik di kawasan tersebut tengah meningkat dan juga menandakan akan terjadinya sambaran petir dalam waktu dekat. Naas, kematian keduanya tak dapat dicegah setelah senyum mereka sempat terabadikan dengan lensa kamera. beberapa tahun kemudian, foto yang diambil sebelum insiden mengerikan tersebut kemudian diperbanyak oleh pemerintah setempat sebagai bentuk kampanye mengenai bahaya sambaran petir yang tak terduga.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Makam di Australia jadi Penghasil Minyak Zaitun

Anak-anak memang makhluk polos yang wajib dilindungi oleh negara. Namun bagaimana apabila ana-anak melakukan tindak kejahatan yang di luar nalar orang dewasa? Ialah James Bulger, seorang balita yang tinggal di kota Liverpool, Inggris pada tahun 1993 dan menjadi korban pembunuhan keji oleh sepasang bocah yang masih berusia 11 tahun. Setelah dirayu oleh sang penculik dan dilarikan dari Ibunya, Denise, James diikat di melintang di atas rel kereta api yang berada sejauh 2,5 mil dari pusat perbelanjaan Bootle Strand di Merseyside, Liverpool. 

Ngerinya Foto Terakhir Sebelum Kematian | Breaktime
Hasil rekaman CCTV yang menunjukkan James Bulger diculik sepasang bocah sebelum dibunuh

Sepasang remaja yang menculik James, Jon Venables dan Robert Thompson, menyiksa keduanya dengan cara melempari James dengan batu, memukuli dengan balok kayu, sebelum memutilasi tubuh balita malang tersebut lalu meninggalkannya begitu saja, sebelum ditemukan 2 hari kemudian. Petunjuk mengenai kedua bocah penculik tersebut dilacak dari rekaman CCTV hingga membuat mereka berhasil tertangkap dan diadili. Keduanya hanya dipenjara selama 8 tahun dan dibebaskan dengan identitas baru yang dirahasiakan pada tahun 2011 silam karena mereka masih anak-anak dan tidak boleh dijerat oleh hukum yang berat.

Foto berikutnya datang dari seorang politisi malang dari Amerika Serikat bernama Robert Budd Dwyer. Bendahara Negara Bagian Pennsylvania yang menjabat sejak tahun 1981 hingga kematiannya tersebut terjerat kasus korupsi dan mendapat ancaman hukuman 50 tahun penjara apabila terbukti menerima suap. Pada 22 Januari 1987, Dwyer mengadakan konferensi pers dan menuturkan bahwa dirinya akan mengundurkan diri apabila terbukti bersalah. Sayangnya, dia segera mengeluarkan pistol .357 Magnum dari kantung kertas yang dibawanya  dan bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri di kepala. 

Ngerinya Foto Terakhir Sebelum Kematian | Breaktime
Robert Budd Dwyer, sesaat sebelum mati bunuh diri

Tindakan bunuh dirinya di hadapan para wartawan tersebut kemudian mendapat perhatian publik karena disiarkan di televisi pada penghujung hari. Sepuluh tahun kemudian, William T. Smith, saksi kunci dalam persidangan yang memberatkan Dwyer mengaku bahwa dirinya memberikan saksi palsu di persidangan demi mendapatkan keringanan hukum bagi dirinya sendiri dan istrinya. Di persidangan, Smith menuturkan bahwa dirinya telah memberikan uang suap kepada Dwyer. Sayangnya penyesalan tersebut datang terlambat karena Dwyer terlanjur merasa malu akibat terjerat kasus korupsi hingga bunuh diri.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Inspirator di Balik Acara Unik Totto no Heya

Foto terakhir datang dari peristiwa pembunuhan terhadap Reynaldo Dagsa, seorang politisi Filipina pada tahun 2011. Foto yang sekilas nampak seperti foto keluarga trus rupanya cukup janggal karena di sudut kiri foto terdapat seorang lelaki yang menodongkan pistol ke arah kamera, yakni Reynaldo Dagsa yang bermaksud mengabadikan foto keluarganya. Para wanita dalam foto merupakan mertua, istri, dan anak perempuan Reynaldo yang sontak menjadi saksi mata pembunuhan tersebut. Sang lelaki yang menodongkan senjata tersebut rupanya merupakan pembunuh bayaran yang disewa seseorang yang tidak menyukai Reynaldo sebagai politisi. Reynaldo sendiri sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia di perjalanan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Seluk-Beluk Rencana Pernikahan Putri Jokowi

Semoga B’timers dan orang-orang terkasih Anda tak pernah mengalami kejadian tragis seperti di atas ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE