Misi 13 Tahun ke Saturnus Berakhir | Breaktime
Misi 13 Tahun ke Saturnus Berakhir
03.10.2017

Cassini atau yang secara resmi disebut sebagai misi Cassini-Huygens merupakan misi penjelajahan antariksa dalam rangka mempelajari planet Saturnus dan seluruh sistemnya, meliputi rangkaian cincin planet dan satelit alami yang mengelilinginya. Wahana Cassini merupakan hasil kerjasama NASA (National Aeronautics and Space Administration) milik Amerika Serikat, ESA (European Space Agency), dan ASI (Italian Space Agency) yang telah melakukan perjalanan tersebut sejak 15 Oktober 1997. Sebagai satelit buatan keempat yang dirancang untuk mengorbit dan meneliti Saturnus, Cassini dianggap telah melaksanakan setiap misinya dengan sangat sukses hingga misi 13 tahun ke Saturnus berakhir pada pertengahan September 2017 silam.

Wahana yang dinamai dari ahli astronomi Giovanni Cassini dan Christiaan Huygens ini baru saja mengakhiri misi bersejarahnya pada 15 September 2017 kemarin. Planet Saturnus yang memiliki jarak rata-rata 1,44 juta kilometer dari Bumi merupakan planet ke-6 dalam rangkaian Tata Surya yang terkenal unik dengan ukuran yang besar, susunan cincin planet yang megah, serta pola geometris rumit di permukaan planet yang akhirnya bisa dilihat langsung dari Bumi melalui hasil pengamatan Cassini. Hasil pengamatan Cassini juga memberikan beberapa bukti bahwa Saturnus dan satelit-satelit alaminya memiliki potensi untuk menunjang kehidupan.

Sepanjang total 20 tahun penjelajahan luar angkasa tersebut, Cassini telah melewati planet Venus pada April 1998 dan Juli 1999, kembali melintasi Bumi pada Agustus 1999, asteroid 2685 Masursky pada 23 Januari 2000, melewati Jupiter pada 30 Desember 2000, hingga memasuki orbit Saturnus pada 1 Juli 2004 hingga misi 13 tahun ke Saturnus berakhir dengan berbagai gambar menakjubkan mengenai kondisi lingkungan Saturnus. Waktu 13 tahun yang dihabiskan di kawasan Saturnus tersebut tak terlalu mengherankan, mengingat ukuran raksasa Saturnus yang membutuhkan pengamatan mendetail, terutama dengan jarak yang luar biasa antara cincin dan planet itu sendiri.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ngerinya Foto Terakhir Sebelum Kematian
Misi 13 Tahun ke Saturnus Berakhir | Breaktime
Titik biru berupa Bumi yang nampak dari orbit Saturnus

Misi antariksa Cassini sendiri selama ini fokus pada mengamati Saturnus sebagai sampel salah planet terbesar di Tata Surya ini sekaligus mengamati kondisi fisik planet-planet besar di Tata Surya. Dengan proses penelitian selama belasan tahun di orbit Saturnus hingga meledaknya pesawat antariksa Cassini secara manual, wahana tersebut telah membuka terobosan baru dengan pengamatan berbagai sudut di kawasan sekitar Saturnus demi menjawab rasa penasaran para ilmuwan. Meski tak sanggup kembali ke Bumi karena tarikan gravitasi Saturnus yang cukup kuat, Cassini telah mengirimkan ribuan hasil pengamatan ilmiah dan hasil pemotretan spektakuler sepanjang perjalanannya dari Bumi ke Saturnus.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Makam di Australia jadi Penghasil Minyak Zaitun
Misi 13 Tahun ke Saturnus Berakhir | Breaktime
Penampakan mata badai di permukaan Saturnus yang tertangkap oleh lensa Cassini

Earl Maize, sang manajer program Cassini menuturkan bahwa pesawat luar angkasa nirawak tersebut sepanjang hayatnya berhasil mengungkapkan berbagai penemuan spektakuler meliputi struktur ribuan lapis cincin Saturnus yang terentang 6.630 hingga 120.700 kilometer dari Saturnus, komposisi geologis satelit-satelit alami Saturnus, berbagai fenomena alam di sekitar Saturnus, hingga dinamika atmosfer Saturnus yang paling memungkinkan untuk diamati. Salah satu fakta mengejutkan yang ditemukan Cassini ialah adanya lautan beku di bawah lapisan es bulan Enceladus, salah satu satelit alami Saturnus. Mata badai dengan radius 2.000 kilometer dan kecepatan lebih dari 540 kilometer per jam juga berhasil ditangkap oleh lensa Cassini, yang berukuran jauh lebih besar dari mata badai legendaris planet Jupiter.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Seluk-Beluk Rencana Pernikahan Putri Jokowi
Misi 13 Tahun ke Saturnus Berakhir | Breaktime
Salah satu penampakan terakhir Cassini sebelum “bunuh diri” di atmosfer teratas Saturnus

5 bulan terakhir dalam misi Cassini dihabiskan untuk melakukan perjalanan 22 kali mengitari Saturnus dan satelit-satelit alaminya. Cassini mengakhiri hidupnya dengan menghempaskan wahana berbobot 12.600 kilogram tersebut ke atmosfer teratas Saturnus. Misi 13 tahun ke Saturnus berakhir dengan Cassini menghancurkan diri dengan cara terbakar secara manual begitu memasuki atmosfer teratas Saturnus. Self-destruction tersebut dilakukan di atmosfer Saturnus agar tak mencemari lingkungan satelit alami Saturnus yang diduga mampu menampung bentuk kehidupan kompleks. Sebuah kompetisi ilmiah The New Frontiers baru-baru ini dibuat untuk menentukan ke mana selanjutnya Nasa akan kembali menjelajahi Tata Surya. (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE