Mengenang Karya Besar Benny Bersama Panbers | Breaktime
Mengenang Karya Besar Benny Bersama Panbers
25.10.2017

Kemarin (24/10), kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Sang legenda, Benny Panjaitan akhirnya harus menyerah pada sakitnya. Benny adalah pentolan grup band Panbers. Benny meninggal di usia 69 tahun. Sebelumnya, Benny sempat dikabarkan meninggal dunia pada 22 Oktober 2017. Hanya saja, kabar tersebut dibantah oleh putra Benny Panjaitan. Pihak Panbers pun juga menyangkal kabar tersebut melalui Twitter. Tetapi tak disangka, dua hari kemudian kabar tersebut menjadi kenyataan.

Padahal sebelumnya tak ada tanda-tanda khusus menjelang kematian sang legenda. Roesland menjelaskan, bahwa menjelang kepergian sang ayah, sang ibu masih memasak karena Benny biasanya sarapan jam 9 atau 10 pagi. Setelah mandi, tak ada yang curiga karena biasanya Benny memang tidur. Namun ketika asisten medis menghampiri Benny merasa kebingungan karena ia diam saja dan tidak bergerak saat dibangunkan. Rupanya ia meninggal dalam tidurnya. Kabar meninggalnya Benny pun akhirnya tersebar melalui Bens Leo yang juga seorang musisi senior melalui pesan singkat. Pihak managernya pun juga membenarkan kabar duka tersebut.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Kisah Di Balik Pembuatan Logo Metro Goldwyn Mayer

Benny mengawali karirnya bersama saudara kandungnya dengan membentuk Panbers. Ternyata Panbers sendiri adalah singkatan dari Panjaitan Brothers. Grup yang berdiri pada tahun 1969 ini beranggotakan Hans Panjaitan, Doan Panjaitan, Asido Panjaitan, dan Benny Panjaitan. Benny sendiri merupakan anak kedua dari empat bersaudara itu.

Perjalanan karirnya dengan band legendaris tersebut telah menghasilkan beberapa karya besar, diantaranya adalah sebagai berikut.

Akhir Cinta (1970)

Merupakan single yang mengantarkan Panbers pada popularitas. Lagu ini mereka kenalkan melalui konser Djambore Band Djakarta pada 7 November 1970. Lagu ini diciptakan oleh Alm. Benny Panjaitan dan selalu menjadi lagu wajib saat Panbers sedang manggung.

Kami Cinta Perdamaian (1971)

Lagu ini juga sangat legendaris dan menginspirasi banyak musisi setelah generasi Panbers. Di tahun 2007, lagu ini menjadi lagu favorit aksi membawa obor perdamaian bersama aktivis ke Italia dan Amerika.

Mengenang Karya Besar Benny Bersama Panbers | Breaktime
Benny bersama Panbers sang legenda
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Panglima TNI Ditolak Oleh AS Jadi Berita Terkini

Terlambat Sudah (1976)

Lagu Terlambat Sudah menjadi salah satu lagu yang mengantarkan Panbers menerima penghargaan Angket Musik Indonesia dari Puspen Hankam pada 1976. Selain lagu ini, ada Perantau (1977) dan Merana (1978) yang juga memberikan Panbers penghargaan tersebut.

Gereja Tua (1986)

Ini juga menjadi single hits yang membuat Panbers mendapatkan piringan emas sebagai tanda bahwa lagu ini berhasil terjual sebanyak 75 ribu kopi. Benny-lah yang membuat lagu ini. Ternyata Gereja Tua menjadi lagu kenangannya semasa sekolah di Palembang. Di samping sekolahnya ada gereja tua dan ia selalu terkenang dengan tempat itu.

Cinta dan Permata (2001)

Dirilis di pertengahan dekade 90an, namun di tahun 2001 lagu ini juga mendapatkan piringan emas lantara sangat hits pada masanya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Temukan Informasi Mengerikan Ini Di Wikipedia!

Sayangnya kejayaannya di panggung musik negeri mulai meredup saat dirinya terserang stroke pada tahun 2010 lalu. Sejak saat itu, aktivitrasnya di panggung menurun drastis. Daya ingatnya pun juga menurun. Saat menderita stroke dirinya hanya menjalani perawatan medis di rumah sakit dan juga mengambil jalan alternatif.

Di bulan November mendatang, tepatnya pada 23 November, Panbers akan mengadakan konser sekaligus peluncuran buku Perjalanan Panjang Sang Legend di Graha Bhakti Budaya, TIM. Gelaran ini rupanya menjadi wujud penghormatan pada Benny. Selamat jalan Bang Benny Panjaitan, kini hanya ada karyamu yang tak akan pernah mati. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE